Dibantah Terkait Rumor Pergantian Kapolri

KoranRakyat.co.id| Jakarta —Adanya rumor bakal adanya pergantian Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri dibantah pihak Istana.
Dilasir CNN Indonesia, Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indrawijaya membantah isu terkait akan digantinya Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri.
Ia menyebut Listyo baru saja menghadap ke Presiden RI Prabowo Subianto kemarin untuk memberikan laporan bulanan.
“Kemarin baru saja menghadap Pak Presiden, memberikan laporan bulanan seperti biasanya,” kata Teddy saat dikonfirmasi, Rabu (4/6).
Selain itu, Teddy menyampaikan Listyo juga dijadwalkan mendampingi Prabowo dalam kunjungan kerja ke acara peninjauan panen jagung di Kalimantan Barat besok.
“Kemudian, besok, Pak Kapolri juga akan ikut dalam kunjungan kerja Presiden ke Kalimantan Barat, mau meninjau panen jagung,” ucap dia.
Pada peringatan Hari Buruh Internasional alias May Day di Monas pada Kamis (1/5) lalu, Prabowo juga sempat melempar candaan soal paduan nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto.
Ia menyinggung dua nama itu merupakan paduan dari namanya. Dengan nada berkelakar, Prabowo bilang dua pemegang tongkat komando institusi keamanan dan pertahanan itu akan sulit tergantikan.
“Jadi, ada Kapolri namanya Prabowo, Panglima TNI namanya Subiyanto. Presidennya Prabowo Subianto. Wah ini alamat enggak diganti-ganti ini,” kata Prabowo mengawali sambutannya.
Tepis Reshuffle Kabinet
Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indrawijaya juga menepis rumor yang menyatakan pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Menteri Kesehatan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/6) terkait reshuffle.
Teddy menyebut pertemuan kemarin membahas isu kesehatan nasional.
“Dalam pertemuan Presiden dengan Menkes pada Selasa kemarin sih, kita hanya membicarakan sejumlah isu kesehatan nasional,” kata Teddy lewat pesan singkat, Rabu (4/6).
Teddy menjabarkan salah satu topik bahasan di pertemuan itu ialah soal penambahan jumlah dokter umum dan dokter spesialis, untuk mengisi kebutuhan tenaga medis di Indonesia.
Selain itu, Teddy menyampaikan pertemuan itu juga membahas isu terkait upaya peningkatan kesejahteraan dokter di Indonesia.
Teddy pun menegaskan bahwa dalam pertemuan itu ia mencatat bahasan terkait isu kesehatan nasional saja. Ia memastikan tak ada pembahasan isu reshuffle, begitu pula dengan pernyataan BGS yang sempat menuai kontroversi belakangan.
“Terkait pernyataan Pak Menkes yang ramai dibahas di media sosial, saya sudah membicarakan langsung dengan Pak Menkes sebelumnya,” ujarnya.
Budi Gunadi Sadikin dipanggil Prabowo Subianto ke Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa (3/6) kemarin.
Usai bertemu dengan Prabowo, Budi sempat ditanya wartawan soal kemungkinan kena reshuffle dari Kabinet Merah Putih. Kendati begitu, Budi tidak bicara gamblang mengenai rumor tersebut.
Ia menekankan bahwa reshuffle sepenuhnya merupakan hak prerogatif presiden.
“Itu haknya beliau. Tanya beliau ya,” kata Budi.
Ia juga enggan menjawab secara jelas apakah mendapat teguran dari Prabowo imbas beberapa pernyataannya yang kontoversial beberapa waktu lalu.(*)
