20 Agustus 2026

Panen 7,8 Ton Bawang Putih, Polres Wonosobo Dorong Penguatan Ketahanan Pangan

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Upaya memperkuat produksi bawang putih di Wonosobo dilakukan melalui panen dan penanaman secara berkelanjutan. Polres Wonosobo bersama kelompok tani melaksanakan dua kegiatan tersebut secara serentak di Desa Serang, Kecamatan Kejajar, Rabu (19/8/2026).

Kegiatan itu menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program ketahanan pangan sekaligus percepatan swasembada bawang putih nasional. Pelaksanaannya juga terhubung dengan agenda penanaman bawang putih serentak tingkat nasional melalui Zoom Meeting.

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengikuti langsung kegiatan tersebut bersama jajaran PJU Polres Wonosobo. Sejumlah unsur terkait juga hadir, di antaranya Forkopimca Kejajar, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wonosobo Ir. Dwiyama Satyani Budyayu, M.Si., PPL Kecamatan Kejajar, Kepala Gudang Bulog Sawangan Wonosobo Doddy Hendriyansah, serta perwakilan kelompok tani bawang putih dari sejumlah wilayah di Kecamatan Kejajar dan sekitarnya.

Pada kegiatan panen, bawang putih dipetik dari lahan seluas 8.000 meter persegi atau 0,8 hektare. Dari lahan tersebut, petani menghasilkan 7,8 ton bawang putih.

Hasil tersebut menambah capaian produksi dari lahan yang telah dipanen sebelumnya. Hingga saat ini, total luasan lahan yang telah dipanen mencapai 1,05 hektare dengan akumulasi produksi sebanyak 15,9 ton.

Di lokasi yang sama, kegiatan kemudian berlanjut pada penanaman. Lahan kelompok tani yang dikelola Romadhon seluas 2.500 meter persegi atau 0,25 hektare disiapkan untuk ditanami bawang putih varietas Lumbu Hijau.

Bila budidaya berjalan sesuai perkiraan, tanaman tersebut akan memasuki masa panen sekitar Desember 2026. Dari lahan seperempat hektare itu, produksi diproyeksikan mencapai 8,1 ton.

Selain memastikan kegiatan budidaya berjalan, perhatian juga diberikan pada dukungan sarana produksi bagi petani. Polri bersama Kementerian Pertanian yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Ketahanan Pangan Nasional melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap penyaluran bantuan.

Bantuan tersebut meliputi bibit bawang putih, pupuk, dan mulsa yang berasal dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bantuan diserahkan kepada kelompok tani untuk mendukung tahapan budidaya, mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga panen.

Pengawasan dilakukan agar bantuan pemerintah tidak berhenti pada proses distribusi, tetapi benar-benar dimanfaatkan oleh petani untuk meningkatkan produktivitas lahan.

Kapolres Wonosobo menegaskan bahwa keterlibatan kepolisian dalam program ketahanan pangan tidak hanya ditunjukkan melalui kegiatan panen dan penanaman. Pendampingan serta pengawasan terhadap program pertanian juga menjadi bagian dari peran Polri dalam mendukung ketahanan pangan.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani diharapkan dapat menjaga keberlanjutan produksi bawang putih sekaligus memberikan dampak terhadap kesejahteraan petani.

Dengan capaian panen 15,9 ton dari lahan seluas 1,05 hektare serta penanaman baru yang berpotensi menghasilkan 8,1 ton, budidaya bawang putih di Wonosobo terus diarahkan menjadi salah satu bagian dari penguatan produksi pangan strategis di daerah. (Aris)