3 Mei 2026

Bupati Lahat Minta PTBA Tingkatkan Bantuan CSR Kesehatan

0

LAHAT | Koranrakyat.com  –  Bupati Lahat Cik Ujang, SH berharap PT Tambang Bukit Asam, meningkatkan peran sertanya terhadap program pembanguan di Kabupaten Lahat. Salah satunya adalah membentu di sektor peningkatan kesehatan masyarakat seperti program berobat gratis dengna jaminan BPPs.

Harapan itu disampaikan bupati ketika menerima audiensi jajaran Direksi PTBA, di kediaman dinasnya, Jumat (15/3/2019) malam. Hadir dalam pertemuan itu Sekda Lahat Drs. H. Masroni beserta para Assisten I, Kepala Bappeda dan Kepala Badan Keuangan Daerah yang diwakili okeh Sekretaris BKD.

Dikatakan Bupati hingga saar ini pemeirntah kabupaten selalu mendukung kegiatan PTBA dalam melakukan kegiatan usahanya. Apalagi perusahaan ini, sudah cukup lama beroperasi dan memberikan konstribusi yang sangat besar terhddap penerimaan negara secara nasional. PTBA juga memilik banyak program kemasyarakatan, salah satunya di bidang kesehatan dan berobat gratis mengunakan BPJS Kelas 3.

‘’Semoga dengan bantuan tersebut dapat mensejaterahkan masyarakat kabupaten Lahat Adil secara merata sehingga Pemerintah Kabupaten Lahat  dapat menjadi kabupaten yang  bercahaya,’’  ujar bupati.

Sementara dari jajaran PTBA terdiri dari Derektur Utama  Arvian Arifin, Derektur Niaga Adib Ubaidillah, Derektur SDM Umum  Joko Pramono, Sekretaris Perusahaan Suherman, Deputy GM UPTE, M. Taufik, 5M, Humas dan Regulasi  Nugraha, Menejer CSR  Hendri Mulyono dan Menejer Humas Afansi.

Pada silaturrahmi Dereksi PTBA berharap dapat selalu menjalin hubungan kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Lahat. Dan PTBA pun siap membantu program pembangunan di Kabupaten Lahat.

Dijelaskan Arvyan PTBA juga giat melaksanakan program reboisasi lahan pasca tambang mdengan program Green mining. Program ini bukanlah hal baru bagi PTBA, namun suidah dijalankan sejak tahun 2008 silam.

‘’ Meskipun upaya green mining secara resmi dicanangkan pada tahun 2008, namun upaya dan kegiatan peduli lingkungan telah dilakukan sejak tahun 1991. Bahkan, sejak kegiatan penambangan di Tanjung Enim dimulai tahun 1919, PTBA sudah meminimalkan dampak lingkungannya,” tulis situsnya.

Menilik Bekas Tambang yang jadi hutan kota menurut Arvyan Arifin, menjelaskan bahwa program Green Mining itu pun diterapkan oleh PT BA lewat Taman Hutan Rakyat (Tahura) Tanjung  Enim. Dijelaskan, hutan rakyat tersebut merupakan Lahan bekas tambang PT BA yang telah direboisasi kembali.

“Program peduli lingkungan ini merupakan program yang memberikan pengaruh besar dalam kegiatan penambangan, dengan melakukan reklamasi terhadap lahan-lahan bekas penambangan. Dari total lahan bekas tambang seluas 5.394 hektar, 3.350 hektar di antaranya merupakan lahan bekas Tambang Air Laya dan 2.044 hektar adalah lahan bekas Tambang Banko Barat,” sesuai data tertulis. . (Wandra)

Tinggalkan Balasan