18 April 2026

Bupati Natuna Dampingi Kunjungan Menko PMK, Mensos. Men-PUPR, Ka BMG dan ka BNPB di Serasan

KR Natuna- Bupati Natuna didampingi wakil Bupati Natuna menyambut kunjungan beberapa menteri di lokasi bencana pulau serasan dan serasan timur, beberapa menteri yang hadir di antaranya : Menko  PMk Muhajir Efendi, Mensos Risma  dan Menteri PUPR Basuki H , bersama kepala BNPB Letjen TNI Suharyono. serta kepala BMKG RI.Prof. Ir. DWIKORITA KARNAWATI, M.Sc., Ph.D

Bupati Natuna dalam tinjauan tersebut menyampaikan kondisi tanggap darurat yang sedang berjalan . Secara umum proses penanganan bencana berjalan dengan baik dan didukung dengan sinergitas yang baik dari seluruh personil gabungan tanggap bencana.

Mensos Risma tiba di Serasan

“Saat ini dalam 7 hari penetapan status bencana tanggap darurat, kami fokuskan untuk memaksimalkan mencari korban yang hilang. Kami berharap dengan jumlah personil 700 orang yang membantu, dapat memaksimalkan proses pencarian” Jelas Wan Siswandi

Tiba di Serasan Menteri Sosial, Tri Rismaharini langsung meninjau beberapa titik lokasi pengungsian yang ada di pulau serasan maupun serasan timur. Beberapa hal yang menjadi fokus menteri risma adalah proses distribusi logistik dapat berjalan dengan baik.

Menko PMK MuhajirEfendi  Pastikan Tanggap Bencana Berjalan dengan Baik di Serasan

Bupati Natuna membonceng menko PMK keliling Serasan

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Bupati Kabupaten Natuna Wan Siswandi serta pejabat perwakilan Kementerian dan Lembaga terkait meninjau lokasi bencana tanah longsong di Kabupaten Natuna untuk memastikan kondisi penanganan darurat pasca bencana yang terjadi pada hari Senin, 6 Maret 2023 pukul 11.15 WIB berjalan dengan baik.

“Untuk tahap tanggap bencana masih terus dilaksanakan oleh Bapak Kepala BNPB yaitu memberikan pelayanan semaksimal mungkin untuk pemenuhan kebutuhan dasar, rasa nyaman, rasa aman kepada para pengungsi. Karena jumlah pengungsi sampai sekarang sudah mencapai 1.216 orang,” ujar Muhadjir dalam kunjungannya ke Kabupaten Natuna pada Jum’at (10/3).

“Untuk tahap berikutnya, Bapak Menteri PUPR sudah memutuskan akan ada program relokasi. Walaupun yang terkena langsung hanya 30 rumah, tetapi karena itu termasuk zona merah, maka untuk sementara akan disediakan relokasi sekitar 100 rumah,” imbuhnya.

Dua desa yang terdampak bencana diantaranya adalah Desa Pangkalan dan Desa Jemajik yang berada di Kecamatan Serasan, Kabupaten Natuna. Daerah yang terdampak paling parah adalah Desa Pangkalan Dusun Genting. Kejadian bencana longsor ini mengakibatkan korban jiwa dengan total korban sampai dengan hari ke empat masa tanggap darurat mencapai 32 teridentifikasi meninggal dan 1 belum teridentifikasi, 21 orang masih dinyatakan hilang, serta 3 orang dalam keadaan kritis.

“Didoakan semoga jangan ada longsoran lagi. Kalau potensi semua bisa diantisipasi, yang penting waspada. Mudah-mudahan ini yang terakhir, tidak ada kejadian yang serupa di Kabupaten Natuna,” ujar Muhadjir.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono yang juga turut hadir dalam tinjauan langsung tersebut menambahkan bahwa relokasi rumah akan segera dilakukan pemetaan agar pemulihan pasca bencana dapat dilakukan sesegera mungkin.

Menko PMK Muhajir Efendi cek logistik untuk pengungsi di serasan

“Relokasi rumah yang diajukan oleh Bapak Bupati sebanyak 100 rumah. Hal ini dilakukan guna menghindari pembangunan kembali di wilayah wilayah rawan bencana. Sehingga kita berharap pemerintah pusat dan daerah dapat bersinergi dengan baik dalam membangun rumah yang aman dan nyaman untuk masyarakat,” tutur Menteri Basuki.

Menko Muhadjir beserta rombongan bertolak ke Kabupaten Natuna menggunakan helikoper BNPB yang kemudian meneruskan perjalanannya menggunakan helikopter yang sama menuju Kecamatan Serasan. Seusai meninjau lokasi dan memberikan sejumlah bantuan kepada para korban, rombongan langsung bertolak kembali ke Jakarta pada Jum’at sore sekitar pukul 18.35 WIB.

Cuava ekstrim penyebab bencana longsor

Hujan dengan intensitas tinggi selama empat hari disertai struktur tanah yang labil diindikasi sebagai penyebab terjadinya longsor di dua desa tersebut. Hal ini mengakibatkan 30 unit rumah rusak berat, satu mushola rusak berat, sepanjang 1 km jalan tidak bisa dilewati karena tertutup material, tiga tiang listrik tumbang, terganggunya operator jaringan internet, serta rusaknya sarana air bersih.

Pulau Serasan adalah salah satu dari 272 pulau dengan topografi perbukitan yang memiliki luas sekitar 48,63 km², dimana secara geologi terbentuk dari bebatuan dan pasir. Desa Pangkalan dan Desa Jemajik yang terkena longsor merupakan dua dari beberapa desa yang terletak di area perbukitan yang memiliki kontur tanah yang labil.

 

“Jadi tinjauan hari ini untukuntuk memastikan bahwa korban yang berada di pengungsian dapat terpenuhi kebutuhannya selama berada di pengungsian. Kami juga memastikan agar pengiriman logistic dapat didistribusikan dengan lancar dan langsung dapat dirasakan oleh masyarakat” Jelas Tri Rismaharini.

Menko PMK, Mudhajireffendy yang juga hadir pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa potensi bencana akan selalu ada, lalu bagaimana kita selalu waspada dan mendorong antisipasi terjadinya bencana.

“Seperti yang disampaikan oleh BMKG bahwa ada banyak wilayah yang berpotensi terjadinya longsor, sehingga perlu dipastikan seluruh warga yang berada di serasan berada ditempat yang aman dan jauh dari radius wilayah zona merah yang ditetapkan dan berpotensi terjadinya bencana susulan” Jelas Muhadjir Effendy.

Menteri PUPR , Basuki yang juga turut hadir dalam tinjauan langsung tersebut menambahkan bahwa relokasi rumah akan segera dilakukan pemetaan agar pemulihan pasca bencana dapat dilakukan sesegera mungkin.

“Seperti yang disampaikan oleh Pak Bupati, bahwa relokasi rumah yang di ajukan sebanyak 100 rumah. Hal ini dilakukan guna menghindari pembangunan kembali di wilayah wilayah rawan bencana. Sehingga kita berharap pemerintah pusat dan daerah dapat bersinerhi dengan baik dalam membangun rumah yang aman dan nyaman untuk masyarakat “ Tutup Menteri Basuki.