15 Mei 2026

Kabar Longsor Serasan Terkonfrmasi, 50 Korban MD, Puluhan Rumah tertimbun, Ribuan Warga Mengungsi

KR Natuna, Kabar terbaru menyebutkan sedikitnya diperkirakan lebih 50-an orang tertimbun tanah longsor, puluhan rumah tertimbun tanah, ribuan warga mengungsi, . Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Senin 06 Maret, puku 23.30  merilis sekitar 10 korban meninggal dunia, 42 orang dinyatakan hilang dan lima luka berat, tiga orang luka ringan, lebih 1.200-an orang mengungsi. (data ini masih akan di update)

“Diperkirakan rumah tertimbun sekitar 27 rumah,” kata Muhammad Hasbi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Riau.

Pulau Serasan ini terletak cukup jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Natuna. Proses evakuasi terkendala jarak. Sampai saat ini hujan lebat dan angin kencang masih terjadi. Warga pun diminta tetap waspada.

Longsor dipicu hujan deras melanda Kecamatan Serasan sejak satu pekan belakangan, atau 1 Maret 2023. Buntutnya, beberapa daerah longsor, terparah di Desa Pangkalan, Kecamatan Serasa

Awalnya, longsor kecil terjadi pagi hari, menjelang siang warga berupaya membersihkan sisa longsoran. Naas, di bawah cuaca gerimis longsor besar kembali menimpa Desa Pangkalan, diduga juga mengenai warga yang sedang gotong royong.

Pemukiman warga maupun jalan penghubung antar desa dihantam tanah yang diduga runtuhan dari bukit.

Sampai saat ini Bupati Natuna bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) terdiri dari Tim Sar, TNI, polri dan lain-lain sudah sampai di tempat kejadian. Evakuasi korban tertimbun terus dilakukan oleh personil yang datang ke lokasi kejadian.

Terkendala

Pulau Serasan ini berada di antara Pulau Besar Natuna dan Pulau Kalimantan. Pulau ini terisolir dan memiliki jarak cukup jauh. Akses satu-satunya hanyalah kapal laut baik dari Ibu Kota Tanjungpinang, Kepri, atau dari pusat pemerintahan Kabupaten Natuna di Pulau Ranai.

Dari Pulau Natuna Besar,  perlu perjalanan enam jam menggunakan kapal laut untuk sampai di Pulau Serasan bahkan bisa lebih lama kalau cuaca buruk. Diperkirakan jarak antara Pulau Natuna Besar ke Serasan sekitar 93 mil laut.

Kendala jarak ini juga menyebabkan distribusi pengiriman bantuan logistik untuk korban longsor di Pulau Serasan, perlu waktu setidaknya tiga hari. Bantuan ini berasal dari Kantor BPBD Kepri di Tanjungpinang.

Tak hanya terkendala jarak. Sampai saat ini jaringan komunikasi mengalami ganggu di lokasi longsor. Informasinya, salah satu tower pemancar sinyal juga terganggu karena tanah longsor. “Sinyal tidak bagus,” ujar Tarnadi, Camat Serasan Timur, Kabupaten Natuna, melalui pesan singkat, Selasa, (7/3/23).

Begitu juga yang disampaikan Kasi Humas Polres Natuna Aipda David Arviad di Polres Natuna. Sampai saat ini, katanya, jaringan komunikasi di Pulau Serasan mengalami gangguan hingga sulit tahu perkembangan korban longsor.

Permasalan ini menjadi atensi Pemerintah Kepulauan Riau. Tidak hanya akan mengatasi gangguan jaringan komunikasi juga listrik padam di lokasi banjir dan tempat para korban mengungsi.

“Kami bersama Pemkab Natuna sampai saat ini masih terus berkoordinasi dengan PLN dan Telkom sebagai penyedia layanan kelistrikan dan jaringan telekomunikasi di daerah yang berjarak cukup jauh dari Ibukota Natuna itu,” ujar Hasan, Kepala Dinas Kominfo Kepulauan Riau.

Sampai saat ini hujan lebat masih melanda sebagian Kepulauan Riau. Prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hujan ringan masih terjadi di Natuna. Begitu juga BMKG mengeluarkan peringatan kewaspadaan potensi angin kencang dengan kecepatan mencapai 25 knots di Laut Natuna Utara, dan dapat meningkatkan tinggi gelombang daerah lain.

Kapolres Natuna Himbau Warga Untuk Hati- hati hadapi cuaca Ekstrim Sejak Sehari Sebelumnya

Kapolres Natuna AKBP Nanang Budi Santosa, S.I.K memberikan himbauan terkait cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Natuna belakangan ini.

Dimana saat ini intensitas hujan cukup tinggi, angin kencang disertai dengan gelombang laut yang berubah-ubah.

Sejumlah bencana alam seperti tanah longsor, pohon tumbang dan banjir rob juga sempat terjadi akibat cuaca ekstrim.

“Untuk pohon tumbang ada masyarakat Serasan yang tertimpa dan meninggal dunia, saya dan keluarga besar Polres Natuna mengucapkan turut duka cita yang mendalam bagi korban bencana alam ini,” katanya, Senin (6/3/2023).

Polres Natuna sampai ke jajaran polsek terus berupaya melakukan cepat tanggap bencana dengan TNI, pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya.

Kapolres Natuna mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus memonitor perkembangan cuaca, hindari melakukan aktifitas di daerah-daerah rawan bencana.

“Ini untuk menghindari adanya korban jiwa,” tambahnya.

Untuk di Kecamatan Serasan, kapolsek dan snggota serta Bhabinkamtibmas dibantu TNI, pemerintah kecamatan, desa dan masyarakat bersama-sama melakukan penanganan di tempat terjadinya bencana longsor, dan terus menghimbau masyarakat untuk tidak mendekati daerah daerah rawan longsor, dimana takut terjadi adanya longsor susulan.

“Bagi para nelayan, sementara waktu agar ditunda aktifitas ke lautnya, sampai cuaca benar-benar aman, monitor ya perkembangan cuacanya, untuk keselamatan kita bersama,” jelas kapolres Natuna (red)