8 September 2026

Beragam Tafsir Tentang Buku Berjudul Islam Ala Prabowo.

Oleh : H. Albar S Subari SH.MH

Pengamat hukum dan  sosial di Palembang

KoranRakyat.co.id —Beragam tafsir dari publik tentang judul sebuah buku yang berjudul ” Islam Ala Prabowo. Sebagaimana kita ketahui dari media sosial bahwa telah dilaunching sebuah buku berjudul sebagaimana tertulis di atas, yang merupakan kumpulan dari berbagai disiplin keilmuan (para pakar) yang jumlah halamannya hampir berjumlah 400 halaman.

Ada yang menarik untuk ditelusuri bahwa dari sekian banyak penulis ada tiga orang yang mengklaim namanya ada di dalam buku tersebut tanpa izin /pemberitahuan sedangkan yang bersangkutan tidak pernah mengirim tulisan dimaksud baik kepada editor maupun pada penerbit nya.

Salah satu dari ketiga orang tersebut adalah mantan menteri agama Republik Indonesia dan tokoh Nahdatul Ulama Indonesia.

Bahkan Prof. Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa dia hanya diwawancarai oleh pihak terkait. Terlepas dari kesemuanya itu , bahwa penerbitan buku tersebut memiliki banyak persoalan baik secara etika maupun secara juridis karena telah mencatut nama seseorang di dalam media publikasi berbentuk buku.

Bahkan kalau dibiarkan tanpa ralat bisa berakibat fatal, bisa saja nanti dikemudian hari akan menjadi rujukan seolah olah itu benar pendapat yang bersangkutan adanya kebohongan identitas penulis. Sebaiknya jangan sampai menimbulkan konflik berkepanjangan agar untuk sementara direvisi ulang. Belum lagi kontroversial di dalam subtansi serta judul bukunya sendiri.

Pertanyaan kita apakah presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto telah mengetahuinya baik dari proses awal ? Menurut penulis selaku kolumnis judul buku itu mengandung multi tafsir. Bahkan bisa menjadi salah artinya.

Beredar pendapat di media sosial  yang mengomentari dan membandingkan dengan empat imam besar yaitu imam Achmad, Imam Hanafi, Imam Syafii dan Imam Hambali yang masing masing melahirkan pendapat tentang Islam di dalam kaidah Mazhab masing masing. Sebab dalam bahasa Indonesia bisa berarti kata Ala sebuah ajaran.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia halaman 18 kata ALA, sebagai kata sifat bermakna “cak ‘atau ‘ secara “.

Jadi kalau kita kaitkan dengan judul buku dimaksud bisa berarti Islam (cak- cara) Prabowo. Tentu pertanyaan berikutnya akan timbul. Apakah Prabowo dalam kepemimpinan menjalankan Islam dalam bahasa ilmiahnya mengimplementasikan ajaran Islam sebagai presiden Republik Indonesia. Atau mungkin ada yang lain.

Setidaknya dapat kita asumsikan bahwa para penulis akan mengangkat beberapa contoh kehidupan berbangsa dan bernegara yang telah dilakukan sesuai dengan nilai nilai agama Islam? Tentu ini juga masih timbul perdebatan kalau itu yang dimaksud penempatan kata ALA yang disisipkan adalah kurang pas (tidak sesuai).

Atau mungkin ada maksud editor maupun penerbit agar judul tersebut dapat menjadi daya tarik pembeli untuk memilikinya karena memancing perasaan ingin tahu pembaca. Memang itu juga strategi yang dapat digunakan. (*)