2 September 2026

Polres Wonosobo Gandeng Muhammadiyah Siap Jaga Kondusivitas Pilkades 166 Desa

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di 166 desa di Kabupaten Wonosobo menjadi perhatian Polres Wonosobo. Untuk memastikan pesta demokrasi tingkat desa berjalan aman dan kondusif, kepolisian menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan.

Langkah tersebut dilakukan Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja, S.I.K., M.H., melalui silaturahmi bersama jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Wonosobo di Kantor PDM Muhammadiyah Wonosobo, Selasa (1/9/2026).

Pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 15.30 hingga 17.30 WIB, menjadi ruang untuk membangun komunikasi sekaligus membahas sejumlah persoalan sosial dan keamanan yang berpotensi muncul menjelang Pilkades.

AKBP Ricky yang hadir bersama jajaran Pejabat Utama (PJU) Polres Wonosobo disambut Penasehat PDM Wonosobo K.H. Teguh Ridwan, B.A., Ketua PDM Wonosobo Drs. H. Bambang WEN, M.M., Ketua Pengurus ‘Aisyiyah Dra. Hj. Herawati Aliyah, serta jajaran pengurus Muhammadiyah.

Kegiatan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan sambutan dan diskusi mengenai kondisi sosial serta keamanan di tengah masyarakat.

Ketua PDM Wonosobo Drs. H. Bambang WEN, M.M., menyatakan Muhammadiyah siap mengambil bagian dalam menjaga situasi tetap kondusif. Peran tersebut dapat dilakukan melalui dakwah, pembinaan umat, penguatan karakter masyarakat di masjid maupun di lingkungan ratusan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM).

Muhammadiyah juga berkomitmen membantu menangkal penyebaran paham radikalisme serta turut mencari solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di masyarakat.

Bagi AKBP Ricky, pertemuan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan diri sebagai pejabat baru di Kabupaten Wonosobo. Ia membangun komunikasi langsung dengan jajaran Muhammadiyah sekaligus menyampaikan kondisi persiapan pengamanan Pilkades.

Kapolres juga menyampaikan permohonan maaf karena datang terlambat dalam kegiatan tersebut. Sebelumnya, ia harus memimpin rapat koordinasi yang membahas kesiapan pengamanan Pilkades Serentak 2026 yang akan berlangsung di 166 desa.

Menurutnya, menjaga keberhasilan Pilkades tidak cukup hanya dengan mengandalkan kesiapan aparat keamanan. Dukungan masyarakat, termasuk tokoh agama dan organisasi kemasyarakatan, menjadi bagian penting untuk mencegah munculnya gangguan keamanan.

“Sinergi antara fungsi preemtif kepolisian dan peran Muhammadiyah sangat kuat. Jika polisi bertugas meningkatkan daya tangkal kejahatan, Muhammadiyah mengambil peran luar biasa dalam menjaga akhlak dan mencerdaskan kehidupan umat guna membendung potensi kriminalitas,” ujar AKBP Ricky.

Ia mengingatkan agar perbedaan pilihan dalam Pilkades tidak berubah menjadi persoalan yang memecah hubungan sosial di tingkat desa. Menurutnya, perbedaan pilihan merupakan konsekuensi dari proses demokrasi yang harus disikapi dengan kedewasaan.

Karena itu, Polres Wonosobo memilih memperkuat langkah preemtif dan preventif dengan membangun komunikasi bersama tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa hingga organisasi kemasyarakatan.

“Kita ingin Pilkades ini menjadi pesta demokrasi di tingkat desa. Jangan sampai perbedaan pilihan kemudian merusak persaudaraan, kerukunan dan keamanan yang sudah terbangun,” tegasnya.

Selain potensi konflik akibat perbedaan pilihan, perkembangan teknologi informasi juga menjadi perhatian kepolisian. Penyebaran hoaks, disinformasi dan polarisasi di media sosial dinilai dapat memengaruhi kondisi keamanan, baik sebelum maupun setelah Pilkades berlangsung.

Dalam situasi tersebut, tokoh agama memiliki posisi strategis untuk membantu masyarakat memilah informasi. Edukasi agar warga tidak mudah percaya dan terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dinilai penting dilakukan secara berkelanjutan.

Kapolres pun berharap pesan mengenai keamanan, persatuan dan pentingnya menjaga suasana sejuk dapat terus disampaikan kepada masyarakat melalui kegiatan keagamaan maupun dakwah.

“Harapan kami, melalui para tokoh agama dan seluruh elemen masyarakat, pesan-pesan kesejukan ini bisa terus disampaikan. Siapa pun pilihannya nanti, setelah Pilkades kita tetap bersaudara dan bersama-sama membangun Wonosobo,” lanjut AKBP Ricky.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman bahwa pengamanan Pilkades merupakan tanggung jawab bersama. Kepolisian, masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah desa, panitia pemilihan dan seluruh pihak memiliki peran masing-masing dalam memastikan setiap tahapan berjalan dengan aman.

Silaturahmi ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama. Melalui komunikasi dan kolaborasi yang dibangun, Polres Wonosobo dan Muhammadiyah berkomitmen mendukung pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 agar berlangsung aman, damai, demokratis dan bermartabat.

Sinergi tersebut diharapkan dapat turut menjaga stabilitas Kabupaten Wonosobo, tidak hanya selama proses pemilihan berlangsung, tetapi juga sebelum hingga seluruh tahapan Pilkades selesai. (Aris)