Mendikdasmen : Cari Jalan Keluar Terkait Temuan Ratusan Senjata di Sekolah

KoranRakyat.co.id —Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan akan mencari jalan keluar terkait temuan ratusan senjata di sekolah. Abdul Mu’ti menyapaikan hal itu menanggapi temuan ratusan barang yang diduga senjata api di salah satu sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Dilansir Inilah.com Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi siswa.
“Kami sudah komunikasi dengan pihak sekolah. Intinya begini, pertama, kalau kami di Kemendikdasmen itu kan berkomitmen untuk sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak. Sehingga mereka tetap bisa belajar dengan aman dan nyaman,” kata Abdul Mu’ti kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Namun, ia menyerahkan penjelasan mengenai temuan tersebut kepada aparat kepolisian.
“Terkait dengan adanya temuan itu, mungkin aparatur keamanan, dalam hal ini kepolisian, yang lebih punya otoritas untuk menjelaskan. Itu saja,” ujarnya.
Lebih lanjut, terkait pengawasan terhadap sekolah, Mu’ti mengatakan hal tersebut menjadi kewenangan pemerintah daerah sesuai dengan pembagian kewenangan yang berlaku.
Ia memastikan Kemendikdasmen telah berkomunikasi dengan pihak sekolah dan sejumlah pihak terkait untuk mencari penyelesaian atas persoalan tersebut.
“Kami sudah komunikasi, kami sudah komunikasi dengan pihak-pihak terkait dan sedang dicari jalan keluarnya,” jelas Mu’ti.
Diketahui, sebanyak 996 pucuk senjata api beserta amunisi ditemukan dalam sebuah ruangan tertutup di sekolah swasta yang berada di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Temuan ini menggegerkan pihak sekolah, hingga akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian melalui kuasa hukum yayasan sekolah, Hermawan. Di dalam ruangan yang sama, juga ditemukan kumpulan VCD porno serta narkoba yang saat ini telah disita Polres Metro Jakarta Selatan.
“Jadi, kami perlu informasikan kepada masyarakat bahwa karena ini ada senjata yang jumlahnya sangat banyak, nyaris seribu senjata, maka kami ingin perkara ini segera ditindaklanjuti secara serius oleh Polres Metro Jakarta Selatan,” kata Hermawan, Kamis (6/8/2026). (*)

