Sindoro Sumbing Triathlon 2026 Tarik Atlet Nasional hingga Mancanegara ke Wonosobo

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Kejuaraan Sindoro Sumbing Triathlon, Duathlon, dan Aquathlon kembali digelar di kawasan Telaga Bedakah, Desa Tlogomulyo, Kecamatan Kertek, Sabtu (11/7/2026), sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi ke-201 Kabupaten Wonosobo. Memasuki penyelenggaraan ketujuh, ajang olahraga ketahanan tersebut kembali menghadirkan perpaduan lintasan menantang dengan panorama alam pegunungan yang menjadi ciri khas Wonosobo.
Tahun ini, kejuaraan diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan diikuti pula peserta mancanegara asal Belgia dan Singapura. Antusiasme tersebut menunjukkan Sindoro Sumbing Triathlon terus berkembang sebagai salah satu agenda sport tourism yang mampu menarik perhatian komunitas olahraga sekaligus wisatawan.
Membuka kejuaraan tersebut, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menyampaikan apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah, pagi hari ini kita bisa kembali bertemu dalam agenda Sindoro Sumbing Triathlon dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Wonosobo ke-201. Semoga seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sukses,” ujar Afif.

Menurutnya, perkembangan ajang tersebut tidak hanya terlihat dari meningkatnya jumlah peserta, tetapi juga dari semakin dikenalnya olahraga triathlon beserta cabangnya di tengah masyarakat.
Jika pada penyelenggaraan awal hanya mempertandingkan nomor triathlon dan duathlon, kini aquathlon turut dihadirkan sehingga memberikan kesempatan lebih luas bagi atlet maupun peserta pemula untuk ikut ambil bagian.
“Kalau dulu hanya triathlon dan duathlon, sekarang bertambah aquathlon. Ini bagian dari semangat penyelenggara untuk mengenalkan olahraga ini kepada masyarakat. Dulu orang belum tahu aquathlon itu apa, duathlon itu apa. Sekarang, alhamdulillah, di Wonosobo sudah mulai ada atlet-atletnya meskipun jumlahnya belum banyak,” ungkapnya.
Afif berharap olahraga tersebut semakin dikenal oleh kalangan pelajar melalui dukungan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Wonosobo sehingga mampu melahirkan regenerasi atlet sejak usia dini.
Lebih jauh, ia menilai penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkenalkan potensi wisata alam Wonosobo. Menurutnya, tren sport tourism saat ini terus berkembang dan menjadi peluang besar bagi daerah yang memiliki bentang alam yang mendukung aktivitas olahraga luar ruang.
“Hari ini olahraga lari, triathlon, dan berbagai event outdoor sedang sangat diminati. Karena itu, kita terus mengembangkan sport tourism sebagai bagian dari promosi daerah,” katanya.
Ia menyebut berbagai event olahraga seperti Dieng Caldera Run, Dieng Trail Run, hingga Sindoro Sumbing Triathlon menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Wonosobo kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kita ingin orang datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga menikmati keindahan Wonosobo,” tegasnya.
Afif optimistis pengembangan sport tourism akan memberikan manfaat yang luas, baik bagi dunia olahraga maupun sektor pariwisata.
“Dengan sport tourism, orang datang, berolahraga, tubuhnya sehat, pikirannya juga segar. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berkembang dan menjadi agenda tahunan yang semakin besar,” tambah Afif.
Selain menjadi ajang kompetisi, penyelenggaraan tahun ini juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi peserta. Perlombaan dimulai sekitar pukul 07.30 WIB saat suhu air Telaga Bedakah berada di kisaran 10 hingga 12 derajat Celsius. Kondisi tersebut menjadi pengalaman berbeda dibandingkan kejuaraan serupa di berbagai daerah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, mengatakan penyelenggaraan tahun ketujuh menyediakan total hadiah sebesar Rp120 juta dengan tiga nomor pertandingan, yakni triathlon, duathlon, dan aquathlon.
Menurutnya, Telaga Bedakah menawarkan karakter lintasan yang tidak dimiliki banyak lokasi perlombaan lain. Berada di kaki Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing, kawasan tersebut menghadirkan udara sejuk, kontur berbukit, serta panorama perkebunan teh yang menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta.
One Andang menambahkan, Pemerintah Kabupaten Wonosobo akan terus mengembangkan konsep sport tourism hingga menjangkau kawasan lain yang memiliki potensi serupa.
“Kita ingin kegiatan seperti ini semakin besar dan menyebar ke kawasan lain. Selama ini baru kawasan utara, padahal kawasan selatan seperti Watumalang, Kaliwiro, Kalibawang, Leksono, hingga Sukoharjo juga memiliki potensi luar biasa,” ujar One Andang.
Ia menilai penyelenggaraan event olahraga tidak hanya berdampak pada pembinaan atlet, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui meningkatnya kunjungan wisatawan.
“Dengan kegiatan seperti ini, orang datang, menginap, berbelanja, dan menikmati wisata. Lama tinggal wisatawan meningkat sehingga ekonomi masyarakat ikut bergerak,” jelasnya.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi ruang pembinaan bagi atlet-atlet lokal untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun mental bertanding.
“Saya berharap ini menjadi arena untuk mengasah mental bertanding. Kalau mental sudah terbentuk, insyaallah prestasi akan mengikuti,” tambahnya.
Daya tarik Sindoro Sumbing Triathlon juga dirasakan peserta asal Singapura, Nicole, yang mengetahui informasi kejuaraan melalui internet sebelum memutuskan datang ke Wonosobo.
“Saya mencari kegiatan aquathlon di Asia Tenggara melalui internet, lalu menemukan kejuaraan ini. Karena sedang tinggal di Jakarta, saya memutuskan datang ke Wonosobo untuk mencobanya,” ujarnya.
Nicole mengaku sempat terkejut dengan suhu udara dan air Telaga Bedakah yang jauh lebih dingin dibanding perkiraannya. Namun keramahan masyarakat Wonosobo membuat pengalamannya mengikuti perlombaan terasa berkesan.
“Di sini sangat dingin. Saya tidak menyangka akan sedingin ini, tetapi masyarakatnya sangat ramah,” ungkapnya.
Pengalaman mengikuti aquathlon di Australia juga membuatnya lebih berhati-hati menghadapi suhu dingin Telaga Bedakah.
“Saya pernah hampir mengalami hipotermia ketika berlomba di Australia, jadi kali ini saya sedikit gugup. Namun, saya ingin mencoba dan menikmati pengalaman ini,” katanya.
Baginya, lintasan di Telaga Bedakah menawarkan pengalaman yang benar-benar berbeda karena berlangsung di danau dengan kontur yang menantang.
“Ini pertama kalinya saya berenang di danau untuk sebuah aquathlon. Biasanya di laut atau kolam renang. Bisa berenang bersama ikan di danau adalah pengalaman yang sangat spesial. Rute lintasannya juga cukup menanjak sehingga sangat berbeda dari aquathlon yang pernah saya ikuti sebelumnya,” jelas Nicole.
Meski berkompetisi bersama atlet dari berbagai daerah dan negara, ia mengaku tidak membebani diri dengan target tertentu.
“Saya datang untuk bersenang-senang, menikmati medannya, dan mendapatkan pengalaman baru. Kalau bisa masuk tiga besar tentu senang, tetapi tujuan utama saya adalah menikmati perlombaan,” ujarnya.

Penyelenggaraan Sindoro Sumbing Triathlon, Duathlon, dan Aquathlon yang konsisten setiap tahun semakin memperkuat posisi Wonosobo sebagai salah satu destinasi sport tourism di Indonesia. Melalui perpaduan olahraga, panorama alam pegunungan, dan keterlibatan masyarakat, kejuaraan ini diharapkan terus mendorong lahirnya atlet-atlet baru sekaligus menggerakkan sektor pariwisata, UMKM, dan perekonomian daerah secara berkelanjutan. (Diskominfo Wonosobo/Aris)
