Pertahankan Predikat Prima, MPP Wonosobo Tingkatkan Kompetensi SDM Pelayanan

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo terus berupaya menjaga kualitas pelayanan publik melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia di Mal Pelayanan Publik (MPP). Upaya tersebut diwujudkan melalui Evaluasi Penyelenggaraan dan Pelatihan Petugas Mal Pelayanan Publik (MPP) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Wonosobo di Hotel Kresna Wonosobo, Sabtu (4/7/2026).
Kegiatan yang diikuti sekitar 80 peserta dari berbagai unsur penyelenggara layanan MPP tersebut menghadirkan materi mengenai pelayanan prima (service excellence), penguatan integritas, serta pendidikan antikorupsi sebagai bekal bagi para petugas dalam memberikan pelayanan yang profesional kepada masyarakat.
Membuka kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, mengapresiasi capaian Mal Pelayanan Publik Wonosobo yang berhasil meraih predikat Pelayanan Prima setelah beroperasi selama satu setengah tahun. Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi bukti kerja keras seluruh penyelenggara layanan sekaligus tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Andang menegaskan bahwa Mal Pelayanan Publik merupakan representasi langsung kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Oleh karena itu, setiap aparatur yang bertugas dituntut memiliki kompetensi, profesionalisme, kedisiplinan, serta integritas yang tinggi dalam menjalankan tugasnya. Ia juga mendorong seluruh penyelenggara layanan agar terus menghadirkan inovasi dan menjaga konsistensi pelayanan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik di Kabupaten Wonosobo terus meningkat.

Sementara itu, Kepala DPMPTSP Kabupaten Wonosobo, Retno Eko Syafariati Nugraheni, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut merupakan bagian dari evaluasi internal sekaligus persiapan menghadapi evaluasi Mal Pelayanan Publik yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB).
“MPP Wonosobo sudah dievaluasi pada tahun 2024 setelah satu tahun beroperasi. Alhamdulillah kita berhasil meraih predikat Prima. Dari 104 MPP yang dievaluasi saat itu, hanya Wonosobo, Magelang, dan Dharmasraya yang memperoleh predikat tersebut. Namun MPP harus terus dievaluasi, terutama terkait kapasitas SDM petugas pelayanan, sehingga peningkatan kompetensi menjadi hal yang wajib dilakukan,” jelas Retno.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu aspek penting dalam penilaian MPP oleh pemerintah pusat. Karena itu, selain menguasai aspek teknis pelayanan, petugas juga dituntut memiliki kemampuan berkomunikasi, sikap melayani yang baik, serta mampu memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional kepada masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, DPMPTSP Kabupaten Wonosobo juga memberikan penghargaan kepada petugas dengan kinerja terbaik sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam memberikan pelayanan. Penghargaan ASN Berkinerja Terbaik diraih oleh Sugiyono, Back Office Terbaik diberikan kepada Azka Azmi Kamila, Front Office Terbaik diraih Dhimas Ghalib, sedangkan Petugas Gerai Terbaik diberikan kepada Atwina Rizki Ameilia dari Gerai Dinas Kesehatan.
Retno mengatakan, pemberian penghargaan merupakan bagian dari penerapan sistem reward and punishment yang bertujuan membangun budaya kerja positif di lingkungan MPP. Penilaian dilakukan berdasarkan berbagai indikator, mulai dari kedisiplinan, penguasaan pekerjaan, kualitas pelayanan, sikap, hingga kemampuan menyelesaikan tugas sesuai standar operasional yang telah ditetapkan.
Di sisi lain, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan, salah satunya terkait penguasaan standar pelayanan oleh petugas gerai yang mewakili masing-masing instansi.
“Konsistensi menjadi kunci. Ketika petugas harus berkoordinasi dengan kantor asal, masyarakat sering kali tidak mengetahui bahwa petugas sedang melakukan koordinasi sehingga muncul persepsi yang kurang tepat. Karena itu komunikasi pelayanan juga harus terus diperbaiki agar masyarakat tetap merasa dilayani dengan baik,” ujarnya.
Selain peningkatan kompetensi, kedisiplinan petugas juga menjadi perhatian penting. Menurut Retno, apabila terdapat petugas yang berhalangan hadir, informasi kepada masyarakat harus segera disampaikan agar pelayanan tetap berjalan optimal dan tidak menimbulkan ketidakpuasan pengguna layanan.
Lebih lanjut, Retno menilai keberadaan Mal Pelayanan Publik telah memberikan dampak positif, tidak hanya terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat, tetapi juga terhadap peningkatan iklim investasi di Kabupaten Wonosobo.

Hal tersebut tercermin dari capaian realisasi investasi selama satu setengah tahun operasional MPP yang mencapai 125 persen dari target. Dari target investasi sebesar Rp733 miliar, realisasinya berhasil mencapai Rp915 miliar.
“Pelayanan yang semakin baik akan meningkatkan kepercayaan investor. Semakin banyak investasi yang masuk, semakin banyak usaha baru yang tumbuh, lapangan pekerjaan terbuka, dan pada akhirnya kesejahteraan masyarakat juga meningkat. Beberapa investasi yang telah masuk di antaranya sektor pariwisata, perhotelan, pusat perdagangan, hingga berbagai sektor strategis lainnya yang diharapkan terus mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wonosobo,” pungkasnya.
Melalui evaluasi dan pelatihan yang dilaksanakan secara berkala, Pemerintah Kabupaten Wonosobo berharap kualitas pelayanan di Mal Pelayanan Publik terus mengalami peningkatan, sehingga mampu memberikan pelayanan yang semakin prima, memperkuat kepercayaan masyarakat, sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pembekalan dari narasumber Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Agus Andriyanto, yang menyampaikan materi mengenai penguatan integritas pelayanan, pencegahan korupsi dan kolusi, pelayanan prima (service excellence), penguasaan standar pelayanan dan SOP, etika pelayanan, serta komunikasi yang efektif baik kepada masyarakat maupun antarpetugas. (Diskominfo Wonosobo/Aris)
