5 Juni 2026

Feby Herman Deru Monitoring 10 Program Pokok PKK di Muratara, Resmikan Galeri UMKM dan Tinjau Stand UP2K

Muratara|KoranRakyat.co.id —-– Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Hj. Febrita Lustia HD, melakukan kunjungan kerja dalam rangka pembinaan, monitoring, dan evaluasi pelaksanaan 10 Program Pokok PKK di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Rabu (3/6/2026).

Kunjungan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), peresmian Galeri UMKM Muratara Iluk, serta peninjauan Stand PKK UP2K sebagai upaya mendorong pengembangan usaha masyarakat dan promosi produk unggulan daerah.

ist

Ketua TP PKK Provinsi Sumsel, Hj. Febrita Lustia HD, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung pelaksanaan program-program PKK di Muratara sekaligus memantau berbagai kegiatan Dekranasda yang berjalan di daerah.

“Kami bersama tim PKK ingin melihat secara langsung apa saja yang sudah dilakukan oleh TP PKK Muratara. Kegiatan Dekranasda juga kami gabungkan dengan PKK karena tujuannya untuk melihat keadaan di lapangan, melakukan monitoring kegiatan, serta mengetahui berbagai permasalahan yang ada di kabupaten,” katanya.

Menurut Febrita yang akrab disapa Feby Herman Deru, hasil monitoring tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Pembina TP PKK Sumsel, yakni Gubernur Sumsel Herman Deru, sebagai bahan evaluasi dan tindak lanjut program pemberdayaan masyarakat.

Ia menegaskan, salah satu fokus utama dalam pembinaan kali ini adalah melihat keberadaan dan aktivitas sekretariat PKK sebagai pusat administrasi dan pelaksanaan program organisasi.

ist

“Kami ingin melihat sekretariat kabupaten. Bagaimanapun PKK adalah organisasi yang harus memiliki tempat untuk menjalankan kegiatan. Kantornya tidak harus bagus, percuma kalau bagus tetapi tidak ada kegiatan. Yang penting ada aktivitas dan manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Feby menambahkan, setiap TP PKK minimal harus memiliki kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap bulan sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat. “Minimal satu kali ada kegiatan setiap bulan. Ketua PKK itu ibunya ibu-ibu, sehingga sering menjadi tempat masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan. Karena itu, harus mampu memberikan arahan dan solusi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Febrita juga meninjau Rumah Pendidikan dan Keterampilan (Rumah Dilan) yang berada di Kecamatan Rupit. Menurutnya, fasilitas tersebut memiliki peran penting sebagai wadah kegiatan masyarakat, mulai dari anak-anak, lansia, hingga perempuan yang ingin mengembangkan usaha.

Ia mengungkapkan, TP PKK Provinsi Sumsel tengah mencari desa percontohan yang dapat dijadikan model pembinaan berkelanjutan. Salah satu lokasi yang dinilai memiliki potensi adalah wilayah Kecamatan Rupit.

ist

“Kami mencari desa rumah contoh yang nantinya dapat menjadi percontohan bagi desa-desa lain dan mendapatkan pembinaan dari TP PKK Provinsi Sumsel,” katanya.

Terkait pengembangan ekonomi masyarakat, Febrita mendorong pelaku UMKM Muratara untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas pemasaran. Ia menilai sejumlah produk khas Muratara memiliki potensi besar untuk berkembang. “Di sini ikan pedo selalu dicari masyarakat. Kenapa tidak kita jual melalui UMKM dengan kemasan yang lebih baik dan mengurus perizinannya. Begitu juga dengan wastra Teratai yang menjadi kebanggaan Muratara. Tidak perlu langsung besar, yang penting dikenal dan dibeli orang,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keberadaan Galeri UMKM Muratara Iluk yang dinilai dapat menjadi ruang promosi produk lokal sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, Febrita menilai keberadaan taman baca yang terintegrasi dengan galeri dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi dan kreativitas generasi muda. “Bisa dimanfaatkan untuk membangun semangat anak-anak muda. Cari komunitas yang bisa berdiskusi dan berkegiatan di sana sehingga menjadi tempat yang bermanfaat untuk belajar dan bermain,” katanya.

Febrita juga mengingatkan pentingnya peran aktif TP PKK kecamatan dalam menciptakan inovasi dan menjalankan program sesuai kebutuhan wilayah masing-masing. “TP PKK kecamatan harus aktif dan membuat inovasi di wilayahnya. Dengan begitu tugas PKK kabupaten menjadi lebih ringan karena ada pembagian peran dan tanggung jawab yang jelas,” ujarnya.

Sementara itu, mewakili Bupati Muratara, Wakil Bupati Muratara H. Junius Wahyudi menyampaikan permohonan maaf karena Bupati Muratara tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam sambutannya, Junius menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua TP PKK Sumsel beserta rombongan yang telah menyempatkan hadir dan melakukan pembinaan langsung di Kabupaten Muratara. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Ketua TP PKK Provinsi Sumsel yang telah hadir dan meresmikan berbagai kegiatan di Muratara. Kami menyadari Muratara merupakan salah satu wilayah yang paling jauh dari Kota Palembang, namun Ibu tetap berkenan datang memberikan perhatian kepada kami,” ujarnya.

Ia berharap kehadiran TP PKK Provinsi Sumsel dapat menjadi motivasi sekaligus memberikan arahan bagi pengurus PKK di Muratara agar semakin maju dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat. “Kami mohon bantuan, bimbingan, dan arahan dari Ibu untuk kemajuan PKK Muratara ke depan, sehingga semakin berkembang dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Dalam pembinaan tersebut, TP PKK Provinsi Sumsel juga menekankan pentingnya pelaksanaan 10 Program Pokok PKK melalui kegiatan monitoring dan evaluasi di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.

Beberapa fokus pembinaan meliputi sosialisasi hasil Rakernas X PKK Tahun 2025, penguatan kelompok Dasawisma sebagai ujung tombak gerakan PKK, pengembangan Program Aku Hatinya PKK melalui pemanfaatan pekarangan untuk tanaman pangan dan peternakan keluarga, serta dukungan terhadap kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pada bidang ketahanan keluarga, TP PKK mendorong pemanfaatan pekarangan rumah melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) untuk menanam sayur, buah-buahan, dan tanaman produktif, sekaligus memelihara ikan maupun ternak guna memenuhi kebutuhan protein keluarga.

Sementara pada bidang kesehatan keluarga dan lingkungan, TP PKK menekankan pentingnya pelaksanaan Posyandu, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), kegiatan pelestarian lingkungan, penanaman pohon, pengurangan sampah plastik, serta pelaksanaan Program Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap, dan Tangguh Bencana (GKSTTB).

Sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan PKK di daerah, TP PKK Provinsi Sumsel juga menyerahkan sejumlah bantuan berupa buku hasil Rakernas X PKK Tahun 2025, banner dan brosur sosialisasi program Pokja I, lima Al-Qur’an, satu set Alat Permainan Edukatif (APE), satu set tempat sampah tiga lubang untuk edukasi pemilahan sampah, serta 10 paket bantuan nutrisi bagi penderita tuberkulosis (TB) paru.

Kegiatan ditutup dengan peresmian dan peninjauan Galeri UMKM Muratara Iluk dan Stand PKK UP2K, serta dialog bersama pengurus PKK dan pelaku UMKM setempat guna memperkuat sinergi pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Musi Rawas Utara. (*)