Jalan Pintas Gelar Bamboo Blooms, Anak Muda Wonosobo Diajak Kenal Potensi Bambu

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Komunitas Jalan Pintas menggelar kegiatan bertajuk Bamboo Blooms pada Sabtu (24/5/2026) di Dusun Binangun, Kelurahan Mudal, Kecamatan Mojotengah, Kabupaten Wonosobo.
Kegiatan ini menjadi ruang edukasi kreatif bagi anak muda untuk mengenal bambu sebagai material kriya yang memiliki nilai budaya, ekonomi, sekaligus manfaat ekologis.

Dalam pelaksanaannya, Jalan Pintas berkolaborasi dengan Mulia Hati Kerajinan Bambu, UMKM pengrajin bambu turun-temurun yang telah lama mengembangkan kerajinan bambu di wilayah Mojotengah.
Melalui kolaborasi tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan materi mengenai bambu, tetapi juga belajar langsung proses crafting bersama para pengrajin lokal.
Sebanyak 36 peserta dari berbagai kalangan muda mengikuti kegiatan tersebut dengan antusias. Mereka diajak memahami berbagai potensi bambu, mulai dari pemanfaatannya sebagai bahan kerajinan hingga perannya dalam mendukung keberlanjutan lingkungan.
Selain dikenal sebagai bahan kerajinan tradisional, bambu juga merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memiliki daya serap karbon cukup tinggi. Akar bambu yang kuat mampu membantu menjaga struktur tanah dan mengurangi risiko erosi, sehingga tanaman ini banyak dimanfaatkan sebagai bagian dari konservasi lingkungan di wilayah pegunungan maupun daerah aliran sungai.
Di berbagai daerah di Indonesia, bambu juga telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, mulai dari bahan bangunan, alat musik tradisional, hingga perlengkapan rumah tangga.

Ketua Komunitas Jalan Pintas, Pratika Indah mengatakan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membuka pandangan generasi muda terhadap potensi bambu yang selama ini sering dianggap biasa.
“Melalui Bamboo Blooms, kami ingin mengajak anak muda melihat bambu bukan hanya sebagai tanaman biasa, tetapi sebagai bagian dari budaya, kreativitas, dan solusi lingkungan. Kami berharap kegiatan ini bisa menumbuhkan minat generasi muda terhadap kriya bambu sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, bambu memiliki manfaat ekologis yang besar karena mampu menghasilkan oksigen dalam jumlah tinggi. Berdasarkan data yang disampaikan dalam kegiatan tersebut, tanaman bambu mampu menghasilkan oksigen sekitar 35 persen, lebih tinggi dibandingkan tanaman sawit yang berada di kisaran 18,7 persen.
“Bambu memiliki potensi besar untuk masa depan, baik dari sisi ekonomi kreatif maupun keberlanjutan lingkungan. Karena itu, edukasi seperti ini penting agar anak muda semakin dekat dengan potensi lokal yang ada di sekitar mereka,” tambah Pratika.

Selain sesi edukasi dan praktik crafting, kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif dan penuh diskusi. Peserta tampak aktif mencoba berbagai teknik dasar pengolahan bambu serta berdialog langsung dengan pengrajin mengenai proses produksi dan tantangan menjaga kerajinan tradisional tetap diminati.
Usai menggelar Bamboo Blooms, Jalan Pintas juga telah menyiapkan agenda berikutnya, yakni WEC#4 atau Wonosobo English Camp #4.
Program tersebut akan kembali menghadirkan ruang belajar kreatif bagi anak-anak dan remaja melalui pendekatan pendidikan, permainan, budaya, serta eksplorasi alam. (Aris)
