WNFC 2026 Kembali Digelar, Angkat Kekayaan Alam dan Budaya Wonosobo Lewat Kostum Ikonik

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Wonosobo Night Fashion Carnival (WNFC) 2026 kembali akan digelar di Alun-alun Wonosobo dengan menghadirkan beragam inovasi dan kolaborasi kreatif.
Event unggulan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) tersebut tahun ini mengusung tema “Swarna Mahardika”.
Tema tersebut menggambarkan keberagaman potensi yang dimiliki Wonosobo, mulai dari budaya, pariwisata, hingga kreativitas masyarakat yang berpadu dalam semangat kesejahteraan bersama. Hal itu disampaikan Kepala Bidang Pemasaran Disparbud Wonosobo, Fatonah Ismangil, saat sosialisasi kegiatan di Pendopo Selatan, Selasa (4/5/2026).
“Tema besar Swarna Mahardika ini bermakna bahwa kita memiliki potensi yang beragam, tetapi semuanya adalah satu kesatuan untuk kemakmuran dan kesejahteraan Wonosobo,” ujarnya.

Dalam sosialisasi tersebut, panitia turut memperkenalkan enam kostum ikonik yang terbagi dalam tiga kategori defile, yakni Mahardika Paksi, Mahardika Puspa, dan Mahardika Kidung Wanasaban. Ketiganya merepresentasikan kekayaan flora, fauna, alam, dan kearifan lokal Wonosobo yang dikemas dalam karya fashion kreatif.
Rangkaian kegiatan WNFC 2026 akan dipadukan dengan Festival Muda Berbudaya serta pemilihan Mas Mbak Duta Wisata Wonosobo yang dijadwalkan berlangsung pada 12 Juni 2026. Adapun puncak acara WNFC akan digelar pada 13 Juni 2026 di Alun-alun Wonosobo.
Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia juga menghadirkan inovasi baru berupa Wonosobo Kids Fashion Carnival yang akan berlangsung pada pagi hingga siang hari di tanggal yang sama. Program tersebut dihadirkan untuk mengakomodasi tingginya minat peserta anak-anak sekaligus mempertimbangkan faktor kenyamanan saat tampil.
“Antusiasme anak-anak sangat luar biasa, sehingga kami akomodasi dalam sesi khusus di siang hari. Jadi malam harinya tetap fokus pada Wonosobo Night Fashion Carnival,” jelas Fatonah.
Selain menghadirkan agenda baru, panitia juga melakukan penyesuaian rute karnaval berdasarkan hasil evaluasi tahun sebelumnya. Jalur tahun ini dibuat lebih pendek dan relatif datar guna mengatasi kendala pencahayaan maupun kondisi jalan.
Rute karnaval akan dimulai dari area Kantor DPRD Wonosobo, melintasi Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Keranggan, sebagian Jalan Ahmad Yani, Jalan Kartini, Jalan Diponegoro, hingga berakhir di Jalan Merdeka dan halaman Pendopo Kabupaten. Sebelum mencapai garis akhir, peserta akan menampilkan atraksi di depan panggung VIP.
Fatonah juga optimistis partisipasi peserta dari luar daerah akan meningkat. Sejumlah daerah seperti Semarang, Grobogan, Surakarta, Jember, hingga Banyuwangi disebut telah menunjukkan minat untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Harapannya tahun ini peserta dan pengunjung dari luar Wonosobo akan semakin banyak, sehingga dampak promosi pariwisata juga semakin luas,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disparbud Wonosobo, Fahmi Hidayat, menegaskan bahwa WNFC merupakan salah satu event kreatif unggulan daerah yang terus didorong agar berkembang dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“WNFC bukan sekadar ajang karnaval, tetapi ruang ekspresi kreativitas yang melibatkan banyak elemen, mulai dari pelajar, seniman, pelaku usaha, hingga komunitas. Kami berharap event ini terus berkembang, semakin berkualitas, dan mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, serta memperkuat citra pariwisata Wonosobo di tingkat nasional,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan WNFC sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif dan peningkatan kunjungan wisatawan.
Pendaftaran peserta WNFC 2026 dibuka mulai 8 Mei hingga 8 Juni 2026. Event tersebut bersifat kompetisi dan terbuka bagi peserta dari dalam maupun luar daerah dengan penekanan pada kualitas karya yang ditampilkan.
Dengan berbagai inovasi yang dihadirkan, WNFC 2026 diharapkan tidak hanya menjadi tontonan menarik bagi masyarakat, tetapi juga mampu menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus kebanggaan Kabupaten Wonosobo. (Diskominfo Wonosobo/Aris)
