20 April 2026

Gubernur Herman Deru:  “Mahasiswa Harus Mewaspadai Penyalahgunaan AI”

Palembang|KoranRakyat.co.id  — Gubernur Sumatera Selatan, Dr. H. Herman Deru, mengingatkan mahasiswa agar mewaspadai potensi penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI) serta menggunakannya secara bijak. Pesan tersebut disampaikannya saat menghadiri final lomba video AI, Minggu (19/04/2026) siang.

ist

Menurutnya, AI adalah teknologi baru yang memiliki dua sisi, layaknya pisau. Jika dimanfaatkan dengan baik akan memberikan manfaat besar, namun jika disalahgunakan dapat menimbulkan dampak negatif. Karena itu, ia menekankan pentingnya kecakapan dan kebijaksanaan dalam penggunaan teknologi tersebut.

Gubernur Herman Deru juga mengapresiasi penyelenggaraan lomba video AI bertema ketahanan pangan. Ia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan AI secara positif dan menghasilkan karya yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Ia mencontohkan, pemanfaatan AI dapat digunakan untuk mengedukasi petani mengenai hilirisasi produk pertanian serta meningkatkan produktivitas. Selain itu, AI juga dapat menggambarkan proses pengolahan hasil pertanian, mulai dari gabah hingga menjadi produk siap saji seperti lontong.

ist

Ia menegaskan bahwa karya video AI tidak boleh hanya berfokus pada visualisasi semata, tetapi harus menghasilkan output yang bermanfaat bagi petani. Ia juga mengingatkan bahwa AI rentan disalahgunakan, termasuk untuk penipuan, sehingga diperlukan literasi digital yang baik.

Sementara itu, Ketua Umum Yayasan Perguruan Sjakhyakirti Palembang, Muhammad Arif Rani, menyampaikan bahwa ketahanan pangan merupakan program penting pemerintah pusat yang perlu diterapkan secara berkelanjutan. “Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, dimulai dari memastikan ketersediaan hingga keterjangkauan pangan,” ujarnya.

ist

Ketua pelaksana lomba video AI, Mariana Purba, menjelaskan bahwa sebanyak 224 karya masuk pada tahap awal seleksi. Setelah melalui babak semifinal, sebanyak 10 peserta berhasil melaju ke babak final.

Ia menambahkan, lomba ini diinisiasi oleh Universitas Sjakhyakirti sebagai upaya mendorong pemanfaatan AI secara positif, sejalan dengan dorongan Presiden Prabowo Subianto dalam pemanfaatan teknologi AI.

Tema ketahanan pangan pada babak final dinilai selaras dengan program pemerintah. Ke depan, perguruan tinggi lain diharapkan dapat berkolaborasi dalam pemanfaatan AI melalui ajang serupa.

“Setiap kampus dapat mengirimkan perwakilannya. Mahasiswa Sumatera Selatan memiliki potensi besar, bahkan mampu bersaing di tingkat nasional,” pungkasnya.(*)