BUMD Wonosobo Tampil Menonjol di Ajang Nasional, Raih Beragam Penghargaan TOP BUMD Award 2026

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Wonosobo kembali mendapat pengakuan di tingkat nasional. Dalam ajang TOP BUMD Award 2026 yang digelar di Dian Ballroom Raffles Jakarta, Senin (13/4/2026), Wonosobo berhasil mencatatkan capaian gemilang dengan memborong sejumlah penghargaan lintas sektor.
Keberhasilan ini tidak hanya menunjukkan prestasi semata, tetapi juga menjadi cerminan kuatnya ekosistem BUMD di Wonosobo yang dinilai semakin sehat, adaptif, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Dari total 248 BUMD dan BLUD terbaik se-Indonesia yang berpartisipasi, Wonosobo menjadi salah satu daerah yang paling menonjol.
Kontribusi terbesar datang dari Perumda Air Minum Tirta Aji Wonosobo yang berhasil meraih TOP BUMD Bintang 5 (Golden). Prestasi ini turut mengantarkan Direktur Muhammad Sjahid sebagai TOP CEO BUMD, sekaligus mempertegas keberhasilan transformasi layanan air minum yang inklusif dan efisien.

Di sektor keuangan, PT BPR Bank Wonosobo meraih TOP BUMD Bintang 4 dengan Galih Pambajeng sebagai TOP CEO. Sementara itu, RSUD KRT Setjonegoro memperoleh TOP BLUD Bintang 3, dengan Direktur Danang Sananto Sasongko sebagai TOP CEO, mencerminkan peningkatan kualitas layanan kesehatan publik.
Capaian serupa juga diraih PT BPR BKK Wonosobo dengan penghargaan TOP BKK Bintang 3. Adapun PT Perkebunan Tambi sukses meraih TOP BUMD Aneka Usaha Bintang 4, sekaligus mengantarkan Suwito sebagai TOP CEO.
Atas capaian kolektif tersebut, Afif Nurhidayat dianugerahi penghargaan TOP Pembina BUMD 2026 yang diterima bersama Wakil Bupati Amir Husein.
Ajang yang diselenggarakan oleh Majalah Top Business bersama Institut Otonomi Daerah ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tetapi juga ruang evaluasi dan pembelajaran dalam penguatan peran BUMD secara nasional.
Ketua penyelenggara, M. Lutfi Handayani, menekankan bahwa transformasi merupakan kunci agar BUMD mampu bertahan dan berkembang di tengah dinamika zaman. Sementara itu, Yusharto Kunto menyebutkan bahwa besarnya potensi aset BUMD nasional yang mencapai Rp1.240 triliun menuntut pengelolaan yang profesional dan inovatif.
Menanggapi capaian tersebut, Bupati Afif Nurhidayat menegaskan bahwa penghargaan ini harus dimaknai lebih dari sekadar simbol prestasi.
“Penghargaan ini adalah validasi atas kerja keras bersama, tetapi juga menjadi tanggung jawab besar ke depan. BUMD Wonosobo harus terus berbenah, memperkuat tata kelola, dan meningkatkan daya saing agar mampu menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya keseimbangan antara orientasi bisnis dan pelayanan publik dalam pengelolaan BUMD.
“BUMD harus menjadi instrumen pembangunan daerah. Artinya, selain berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah, juga harus hadir menyelesaikan persoalan riil masyarakat, membuka akses layanan, dan memperkuat ekonomi lokal,” ungkapnya.
Lebih jauh, Afif menekankan bahwa transformasi BUMD ke depan harus ditopang oleh digitalisasi, penguatan sumber daya manusia, serta inovasi berkelanjutan. Pemerintah Kabupaten Wonosobo, lanjutnya, akan terus memperkuat pembinaan dan sinergi antar-BUMD agar mampu bergerak dalam satu visi pembangunan daerah.
“Kami akan memastikan bahwa seluruh BUMD bergerak dalam satu visi besar pembangunan daerah. Sinergi, efisiensi, dan inovasi akan menjadi kunci agar BUMD Wonosobo tidak hanya bertahan, tetapi juga tumbuh dan menjadi yang terdepan,” tambahnya.

Ia pun menegaskan bahwa capaian ini bukanlah akhir, melainkan awal untuk melangkah lebih jauh.
“Ini bukan garis finis. Justru ini titik awal untuk melompat lebih jauh. Kami ingin BUMD Wonosobo menjadi contoh bagaimana perusahaan daerah bisa dikelola secara profesional, memberikan kontribusi ekonomi, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas,” pungkasnya.
Dengan capaian tersebut, Kabupaten Wonosobo semakin memperkuat posisinya sebagai daerah dengan BUMD yang modern, kompetitif, dan berkelanjutan di tingkat nasional. (Diskominfo Wonosobo/Aris)
