19 April 2026

Halal Bihalal MUI Wonosobo Perkuat Sinergi Ulama dan Umaro di Tengah Tantangan Global

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Momentum Idul Fitri dimanfaatkan sebagai ruang mempererat kebersamaan dalam acara Halal Bihalal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Wonosobo yang digelar di Pendopo Kabupaten Wonosobo, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur, mulai dari ulama, pemerintah daerah, hingga TNI.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, menegaskan bahwa kolaborasi antara ulama dan umaro menjadi kunci dalam menjaga stabilitas sekaligus mendorong kemajuan daerah. Ia mengapresiasi peran MUI Wonosobo yang mampu merangkul berbagai organisasi Islam sebagai mitra strategis pemerintah.

“Ulama sebagai pengawal moral dan kami di jajaran umaro sebagai pelaksana kebijakan harus berjalan seirama demi kemaslahatan bersama. Kolaborasi ini harus terus diperkuat agar kemajuan Wonosobo tidak hanya terukur dari pencapaian fisik, tetapi juga dari kualitas karakter masyarakat yang unggul,” kata Bupati.

Afif juga menyatakan dukungannya terhadap berbagai program MUI, seperti bimbingan teknis imam dan khatib muda, pelatihan pemulasaraan jenazah, serial khutbah Manarul Ummah, hingga gerakan K3 Masjid (Kebersihan, Keindahan, dan Kemanfaatan Masjid).

Ia turut mengingatkan pentingnya regenerasi dakwah yang moderat di tingkat lokal, serta menyampaikan adanya regulasi nasional terkait kewajiban sertifikasi halal yang akan mulai berlaku pada 18 Oktober 2026. Ia berharap ulama dan organisasi Islam dapat berperan aktif dalam menyosialisasikan kebijakan tersebut kepada pelaku usaha.

Setelah itu, Dandim 0707/Wonosobo, Yoyok Suyitno, menyoroti bahwa Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai tradisi saling memaafkan, tetapi juga momentum untuk memperkuat ukhuwah islamiyah dan persatuan bangsa.

“Tema yang diusung ‘Dengan Spirit Idul Fitri, Kita Tingkatkan Pengabdian Terbaik untuk Negeri’. Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini,” ujar Letkol Inf Yoyok Suyitno.

Ia menjelaskan bahwa dinamika global, seperti konflik geopolitik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, turut berdampak pada kondisi ekonomi hingga ke tingkat daerah, mulai dari kenaikan harga energi hingga meningkatnya biaya hidup masyarakat.

Selain itu, ia juga menyoroti tantangan internal berupa krisis karakter generasi muda, seperti menurunnya nilai moral, kedisiplinan, dan semangat kebangsaan. Dalam hal ini, sinergi antara ulama dan umaro dinilai sangat penting.

“Kodim 0707/Wonosobo sebagai bagian dari TNI AD berkomitmen memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat, bersinergi dengan ulama dan pemerintah daerah, membangun karakter generasi muda yang disiplin, berakhlak, dan cinta tanah air, serta mengantisipasi dampak gejolak sosial akibat tekanan ekonomi,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Idul Fitri sebagai titik awal untuk memperbaiki diri, memperkuat akhlak, serta meningkatkan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Acara Halal Bihalal MUI Wonosobo berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, ulama, dan masyarakat dalam membangun Wonosobo yang lebih maju dan berkarakter. (Pendim0707/Aris)