14 Mei 2026

Pemkab Wonosobo Gelar Monev Triwulan I 2026, Tekankan Kinerja Terarah dan Akuntabel

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo menggelar Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kinerja Pemerintahan Triwulan I Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah untuk memastikan pelaksanaan program pembangunan berjalan optimal, terarah, dan akuntabel. Kegiatan tersebut berlangsung pada Kamis (9/4/2026) di Ruang Mangunkusuma, Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo.

Dalam forum tersebut, Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, memberikan apresiasi kepada seluruh perangkat daerah atas komitmen dalam mengawal pelaksanaan program sejak awal tahun anggaran. Ia menilai capaian awal menunjukkan progres yang cukup baik.

“Secara umum, hingga Triwulan I, serapan anggaran telah mencapai 13,14 persen dan pendapatan daerah sebesar 13,60 persen. Ini merupakan awal yang cukup baik, namun harus terus kita tingkatkan dengan kerja yang lebih terarah danterukur,” ungkapnya.

Meski demikian, Afif menekankan pentingnya mengantisipasi berbagai kendala sejak dini agar tidak berkembang menjadi hambatan serius. Menurutnya, forum Monev menjadi instrumen penting untuk memastikan setiap persoalan dapat segera direspons dengan langkah perbaikan yang cepat dan tepat.

Ia juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar disiplin menjalankan program sesuai rencana anggaran kas, guna menghindari penumpukan pekerjaan di akhir tahun yang berpotensi menurunkan kualitas hasil pembangunan.

“Yang kita kejar bukan sekadar angka serapan, tetapi bagaimana anggaran ini benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mendorong penguatan koordinasi lintas perangkat daerah serta penghapusan sekat sektoral demi terciptanya sinergi pembangunan yang efektif, sejalan dengan kebijakan reformasi budaya kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

“Sinergi tidak boleh berhenti pada forum, tetapi harusdiwujudkan dalam langkah konkret dan berkelanjutan demi mewujudkan Wonosobo yang sejahtera, adil, dan makmur,”pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, memaparkan capaian penyelenggaraan pemerintahan selama Triwulan I Tahun 2026. Paparan tersebut meliputi kinerja APBD, realisasi pendapatan dan belanja daerah, serta capaian PBB-P2.

Selain itu, turut disampaikan perkembangan indikator pembangunan, seperti angka kemiskinan, pendapatan per kapita, Indeks Pembangunan Manusia (IPM), tingkat pengangguran terbuka, serta Standar Pelayanan Minimal (SPM), termasuk implementasi Surat Edaran Menteri Dalam Negeri terkait reformasi budaya kerja ASN.

Paparan lain disampaikan oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Wonosobo, Mohammad Kritijadi, yang mengulas hasil evaluasi pelaksanaan pembangunan Triwulan I Tahun 2026 yang mencakup 35 perangkat daerah, 15 kecamatan, dan 29 kelurahan.

Ia menjelaskan bahwa monitoring dan evaluasi dilakukan untuk mengetahui capaian realisasi fisik dan keuangan, kemampuan fiskal daerah, serta mengidentifikasi berbagai permasalahan dan hambatan, sekaligus merumuskan strategi percepatan pembangunan.

Dalam paparannya, disampaikan sejumlah strategi utama menghadapi kebijakan anggaran tahun 2026, antara lain percepatan realisasi APBD guna mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya beli masyarakat, inovasi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak memberatkan masyarakat, pemanfaatan Program Strategis Nasional (PSN), serta peningkatan peran sektor swasta melalui kemudahan dan kepastian perizinan.

Rapat juga membahas hasil koordinasi pusat dan daerah terkait Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), pengadaan barang dan jasa strategis tahun anggaran 2026, serta pengelolaan belanja tidak terduga.

Selain itu, Kepala BPPKAD memaparkan evaluasi kinerja APBD dan penguatan kapasitas fiskal daerah, sementara Kepala Bappeda menyampaikan strategi penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Wonosobo. (Diskominfo Wonosobo/Aris)