15 April 2026

Pelantikan dan HKG PKK 2026, Wonosobo Fokus pada Keluarga Sehat dan Mandiri

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dinilai memiliki posisi penting dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam upaya penanganan stunting, pengentasan kemiskinan, serta perlindungan perempuan dan anak.

Hal tersebut disampaikan Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat, saat menghadiri Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tahun 2026 yang digelar di Pendopo Selatan, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelantikan Ketua TP PKK Kecamatan, TP Posyandu Kecamatan, serta pengukuhan Bunda PAUD dan Ayah Bunda Genre.

“Sebagai garda terdepan dalam pembangunan keluarga dan masyarakat, saya berharap TP PKK terus memperkuat sinergi dengan program prioritas pemerintah daerah maupun nasional,” pinta Afif.

Menurutnya, berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, seperti stunting, kemiskinan, hingga kekerasan terhadap perempuan dan anak, membutuhkan keterlibatan aktif dari seluruh elemen, termasuk PKK di tingkat desa.

Peran tersebut juga diperkuat melalui berbagai program unggulan seperti Posyandu Ketuk Pintu, PANDU CINTA, PAAREDI, AKU HATINYA PKK, serta Gerakan Keluarga Sehat dan Tangguh Bencana.

Ia menilai, pembangunan yang berkelanjutan tidak terlepas dari kondisi keluarga yang kuat dan mandiri. Oleh karena itu, keberadaan PKK menjadi elemen penting yang harus terus diperkuat.

“Peringatan HKG PKK ke-54 perlu dimaknai sebagai ajang refleksi untuk mengevaluasi sejauh mana program PKK telah menjawab kebutuhan masyarakat serta memberikan dampak nyata di lapangan. Gerakan yang kuat tidak dibangun oleh satu pihak saja, melainkan dari kerja bersama, konsistensi, dan kepedulian yang terus dijaga,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga mengingatkan masyarakat terkait tantangan perkembangan teknologi, khususnya penggunaan gawai dalam lingkungan keluarga.

Ia mengajak masyarakat untuk tetap bijak dalam memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan komunikasi antaranggota keluarga.

“Wonosobo yang sejahtera, adil, dan makmur berawal dari keluarga yang sehat, mandiri, dan tangguh,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Wonosobo, Dyah Afif Nurhidayat, menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen untuk terus memperkuat peran PKK agar semakin adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Kami siap memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh elemen masyarakat guna mewujudkan keluarga berkualitas dan masyarakat Wonosobo yang lebih sejahtera,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dalam penguatan kapasitas kader melalui pelatihan paralegal guna meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak.

Peringatan HKG PKK ke-54 tahun ini mengusung tema “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”. Tema tersebut menjadi pengingat bahwa gerakan PKK tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga memiliki peran strategis dalam pemberdayaan keluarga.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, TP PKK Wonosobo juga akan melaksanakan Safari Pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) bekerja sama dengan Dinas PPKBPPPA Wonosobo. Program ini ditujukan untuk mendekatkan akses layanan keluarga berencana kepada masyarakat, khususnya pasangan usia subur.

Lebih lanjut, Dyah menegaskan bahwa PKK merupakan ruang pengabdian yang terbuka bagi masyarakat untuk berkontribusi dalam pembangunan, dimulai dari lingkungan keluarga.

“PKK harus hadir tidak hanya dalam kegiatan formal, tetapi juga dalam kepekaan sosial terhadap lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Ia turut memberikan apresiasi kepada desa dan kelurahan binaan yang telah menunjukkan capaian baik dalam evaluasi 10 Program Pokok PKK Tahun 2025, sekaligus menyambut desa binaan baru pada tahun 2026.

“Langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa perubahan besar. Mari kita terus bergerak bersama untuk Wonosobo yang lebih baik,” pungkasnya. (Diskominfo Wonosobo/Aris)