15 April 2026

Bukti Manfaat Panas Bumi Nyata bagi Lingkungan dan Masyarakat, PGE Diganjar PROPER Emas ke-15 Kali Berturut-turut

Jakarta|KoranRakyat.co.id —– PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kembali mencatatkan prestasi gemilang dalam pengelolaan lingkungan dan sosial dengan meraih penghargaan PROPER Emas untuk Area Kamojang dan Area Ulubelu. Diterima di Jakarta, Kamis (7/4/2026), penghargaan ini merupakan yang ke-15 berturut-turut bagi Area Kamojang, dan ke-4 berturut-turut bagi Area Ulubelu.

Capaian ini semakin memperkuat posisi PGE sebagai world class green energy company yang tidak hanya menghasilkan energi bersih secara andal. Selain itu, PGE juga membuktikan bahwa operasi panas bumi mampu tumbuh bersama masyarakat serta memberikan dampak nyata dan terukur bagi lingkungan maupun warga sekitar.

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk Ahmad Yani menyampaikan bahwa penghargaan ini mencerminkan komitmen perusahaan dalam mengoptimalkan panas bumi secara end-to-end serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“PROPER Emas merupakan bukti dari cara kami beroperasi, yang mengintegrasikan keunggulan teknis dengan tanggung jawab lingkungan dan sosial yang terukur. Kami ingin memastikan bahwa setiap tetes uap panas bumi yang kami manfaatkan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar wilayah operasi. Ini adalah wujud nyata kontribusi PGE dalam mendukung ketahanan energi dan pangan nasional,” ujarnya.

ist

Inovasi Ekosistem Agri-Akuakultur Berbasis Panas Bumi di Kamojang

Sebagai pelopor pemanfaatan langsung ( direct use ) panas bumi sejak tahun 2013, PGE Area Kamojang kembali mempertahankan PROPER Emas dengan menghadirkan inovasi sosial bertajuk KANYAAH ( Kamojang Agri-Aquaculture Energized by Geothermal for All’s Harmony ). Program ini merupakan evolusi dari pendekatan sebelumnya, mengintegrasikan ekses uap panas bumi dan pemanfaatan limbah non-B3 untuk membangun ekosistem pertanian dan perikanan yang berkelanjutan.

Program KANYAAH berjalan melalui empat pilar yang saling terhubung dalam skema ekonomi sirkuler:

* Geothermal Organic Fertilizer (GeO-Fert) untuk mengatasi keterbatasan akses pupuk bagi petani,

* Geothermal Farming untuk pembibitan dan budidaya tanaman hortikultura, dan

* Geothermal Fishery untuk budidaya ikan air tawar berbasis pemanas panas bumi, dan * Geothermal Food untuk pengolahan pascapanen.

Hingga kini, program ini telah menghasilkan 193,8 ton pupuk GeO-Fert, yang diaplikasikan pada 12,34 hektar lahan pertanian. Di sektor perikanan, teknologi kolam berpenghangat panas bumi berhasil meningkatkan bobot ikan dari 200 gram menjadi 330 gram per ekor dan mempercepat masa panen hingga 25 persen.

Secara keseluruhan, program ini menjangkau 4.397 penerima manfaat dengan total penghasilan masyarakat mencapai Rp3,08 miliar dan nilai Social Return on Investment (SROI) mencapai 5,10. Dari sisi lingkungan, program ini berkontribusi pada reduksi emisi sebesar 146,28 ton CO₂e per tahun, serta pengurangan sampah organik hingga 232 ton per tahun.

Dekarbonisasi Operasional dan Pemberdayaan Berbasis Panas Bumi di Ulubelu

Area Ulubelu memiliki kapasitas terpasang sebesar 220 megawatt (MW) dan menyuplai sekitar 20 persen kebutuhan listrik Provinsi Lampung. Kali ini, PGE Ulubelu meraih PROPER Emas untuk ke-4 kalinya melalui dua inovasi andalan, yakni STREAM dan SAI BUMI JEJAMA.

STREAM ( Steam Redistribution and Adjustment Method ) merupakan inovasi teknis yang berhasil mengoptimalkan aliran uap dari sumur produksi melalui penambahan satellite separator . Inovasi ini menurunkan emisi 28.513 ton CO2eq . STREAM telah dinobatkan sebagai Best Decarbonization Program di Subholding Power & New Renewable Energy PT Pertamina (Persero) pada tahun 2024, dan meraih penghargaan Platinum pada Environmental and Social Innovation Awards (ENSIA) 2025.

Pada sisi sosial, program SAI BUMI JEJAMA ( Sustainable Agriculture for Building a Healthy Food System Community Through Joint Action and Mutual Aid ) menghadirkan pendekatan ekonomi sirkuler berbasis panas bumi. Program ini memanfaatkan filler menara pendingin untuk budidaya pertanian dan perikanan, produksi pupuk, serta budidaya melon berbasis panas bumi. Program ini menghasilkan panen ikan 8 ton per tahun, sayuran 674 kg per tahun, dan pupuk organik 120 ton per tahun, dengan nilai SROI 3,9.

ist

“Ke depan, PGE akan terus memperkuat ekosistem hijau di seluruh wilayah operasi. PGE memastikan bahwa energi panas bumi yang dikelola tidak hanya berkontribusi pada dekarbonasi nasional, tetapi juga tumbuh bersama masyarakat. Hal ini selaras dengan semangat Asta Cita Pemerintah dalam membangun kemandirian energi dan ketahanan pangan Indonesia,” ungkap Ahmad Yani.

Tentang PT Pertamina Geothermal Energy Tbk

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.932 MW, terbagi atas 727 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 70% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 10 juta ton CO2 per tahun.

Sebagai world class green energy company, PGE ingin menciptakan nilai dengan memaksimalkan pengelolaan end-to-end potensi panas bumi beserta produk turunannya serta berpartisipasi dalam agenda dekarbonasi nasional dan global untuk menunjang Indonesia net zero emission 2060. PGE memiliki kredensial ESG yang sangat baik dengan 18 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 sampai 2025 dalam penghargaan kepatuhan lingkungan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Peringkat & Keterlibatan ESG. (*)