10 Februari 2026

Ada Pesan Penting untuk Prabowo dari Ormas Islam Terkait RI Gabung BoP

KoranRakyat.co.id — Organisasi massa (Ormas) Islam  mengingatkan agar Presiden Indonesia Prabowo tidak mudah terbawa arus yang berpotensi merugikan Palestina dalam organisasi tersebut terkait bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).

Dilansir Inilah.com, Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Dalam pertemuan yang berlangsung selama empat jam tersebut, Prabowo berdialog dengan sejumlah pimpinan ormas mengenai berbagai isu, termasuk bergabungnya Indonesia dalam Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP).

Presiden RI Prabowo Subianto saat berpidato dalam Sidang Majelis Umum Ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Markas Besar PBB, New York, AS, Selasa (23/9/2025). (Foto: Inilah.com/Biro Pers Sekretariat Presiden)

Ketua PBNU Yahya Cholil Staquf yang ikut dalam dialog tersebut mengungkapkan hasil pertemuan. Menurutnya, Prabowo memaparkan banyak hal, khususnya terkait upaya dan perjuangan Indonesia dalam membantu Palestina.

“Pada tataran nilai, saya kira semuanya sepakat bahwa menolak penjajahan, memperjuangkan kemerdekaan untuk semua bangsa adalah amanat proklamasi. Pada tataran prinsip, semuanya sepakat bahwa Indonesia harus membantu, membela, memperjuangkan Palestina sampai merdeka,” kata Gus Yahya kepada wartawan usai pertemuan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026).

Gus Yahya menjelaskan bahwa pada tataran kebijakan, seluruh peserta mendapatkan penjelasan yang ekstensif dari Prabowo mengenai pertimbangan realistis langkah Indonesia bergabung dalam BoP. Ia menuturkan, dengan bergabungnya Indonesia dalam BoP, pemerintah dapat bertindak secara lebih konkret dan progresif, serta mengejar hasil yang lebih nyata untuk menolong Palestina.

“Termasuk dengan mengikuti atau berpartisipasi di dalam inisiatif yang dibuat oleh Amerika, yaitu Board of Peace ini, dengan diiringi konsolidasi di antara negara-negara Islam dan negara-negara Timur Tengah yang juga berpartisipasi di dalam Board of Peace tersebut,” ujarnya.

Meski memberikan dukungan, Gus Yahya menyampaikan bahwa ormas Islam juga memberikan sejumlah catatan. Ia mengingatkan agar Prabowo tidak mudah terbawa arus yang berpotensi merugikan Palestina dalam organisasi tersebut. “Kami memahami semua yang dijelaskan oleh Pak Presiden dengan menitipkan pesan agar tidak mudah untuk terbawa arus yang mungkin nantinya justru merugikan Palestina, merugikan rakyat Palestina,” ujarnya.

Gus Yahya pun mengungkapkan respons Prabowo yang memastikan bahwa bergabungnya Indonesia dalam BoP akan dilakukan dengan penuh kewaspadaan serta berpegang pada prinsip yang sama sekali tidak bisa ditawar, yakni menjaga, membela, dan membantu rakyat Palestina, khususnya di Gaza. “Tapi juga nanti akan dikembangkan dalam ikhtiar-ikhtiar yang lebih luas sampai kepada rakyat Palestina yang ada di Tepi Barat,” ungkapnya. (*)