Kick Off Musrenbang, Bupati Wonosobo Tegaskan Satu Arah Pembangunan dan Fokus Tekan Kemiskinan

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Proses panjang perencanaan pembangunan Kabupaten Wonosobo Tahun 2027 resmi dimulai. Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat membuka Kick Off Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan se-Kabupaten Wonosobo di Pendopo, Senin (26/1/2026), sekaligus menandai dimulainya penyaringan aspirasi dari tingkat paling bawah.
Di hadapan jajaran DPRD, perangkat daerah, camat, pemerintah desa dan kelurahan, hingga perwakilan masyarakat, Bupati Afif menegaskan bahwa Musrenbang tidak boleh berhenti pada tumpukan usulan. Lebih dari itu, forum ini harus melahirkan kesepahaman bersama tentang arah pembangunan yang jelas dan berdampak.
“Dengan keterbatasan anggaran, kita harus menentukan skala prioritas. Yang penting jangan mengeluh, tetapi menyusun perencanaan yang matang agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Afif.

Ia menekankan, perencanaan pembangunan daerah harus bergerak dalam satu jalur, mulai dari Asta Cita Presiden, visi Pemerintah Provinsi, hingga visi Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang diterjemahkan ke dalam RKPD. Menurutnya, Musrenbang menjadi pintu utama agar kebijakan top down dan aspirasi bottom up dapat saling menguatkan.
Komitmen pemerintah daerah terhadap hasil Musrenbang juga ditegaskan secara konkret. Bupati Afif menyebutkan, 42 kegiatan hasil Musrenbang Tahun 2025 telah diakomodasi dalam APBD Tahun 2026, sementara 260 kegiatan lainnya masuk dalam Rencana Kerja Perangkat Daerah. Ia meminta camat berperan aktif mengawal pelaksanaan program agar berjalan efektif, transparan, dan sesuai aturan.
Lebih jauh, Afif menegaskan bahwa prioritas utama pembangunan ke depan adalah penurunan angka kemiskinan. Ia menyebut, Wonosobo berhasil mencatat penurunan signifikan dari sekitar 15 persen menjadi 12 persen, tertinggi di Jawa Tengah dari sisi laju penurunan.
“Penanggulangan kemiskinan harus menjadi benang merah semua program, baik infrastruktur, pariwisata, ekonomi, maupun ketenagakerjaan,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Wonosobo, Tono Prihatono, menjelaskan bahwa RKPD 2027 memasuki tahun kedua pelaksanaan RPJMD dengan tema modernisasi sektor agrobisnis dan transformasi pariwisata.

Menurut Tono, modernisasi diarahkan pada penguatan hilirisasi agar produk pertanian tidak berhenti sebagai bahan mentah.
“Selama ini kita menjual produk baku. Ke depan, harus ada pengolahan agar nilai tambahnya meningkat dan membuka peluang ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, hasil Musrenbang dari 15 kecamatan akan dijaring melalui sistem informasi perencanaan daerah dan diselaraskan dengan kebijakan pusat serta provinsi. Usulan yang masuk RKPD nantinya menjadi dasar legal penganggaran dalam APBD Tahun 2027.
“RKPD adalah instrumen kunci. Di sanalah arah kerja pemerintah ditentukan dan diukur dampaknya, termasuk terhadap penurunan angka kemiskinan,” pungkasnya.
Dengan dimulainya Kick Off Musrenbang Kecamatan ini, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menempatkan proses perencanaan sebagai fondasi utama pembangunan. Tantangannya kini bukan hanya menyusun rencana di atas kertas, melainkan memastikan setiap program benar-benar terarah, realistis, dan berdampak langsung pada penurunan kemiskinan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Aris)
