1 Mei 2026

Jembatan Gantung Garuda Wonosobo Ditinjau, Sinergi TNI dan Warga Buktikan Pembangunan Tepat Waktu

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Jembatan Gantung Garuda yang berada di Dusun Klilin, Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo, resmi ditinjau oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Provinsi Jawa Tengah, Rabu (21/1/2026). Peninjauan tersebut dipimpin oleh Iqbal Taher bersama Pabandya Slogdam IV/Diponegoro Mayor Czi Bambang Widjanarko.

Kedatangan rombongan disambut oleh Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno S.Sos beserta unsur instansi terkait, mulai dari perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Wonosobo, para relawan, hingga tokoh masyarakat setempat. Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan hasil pembangunan jembatan telah memenuhi standar kualitas dan siap digunakan oleh masyarakat.

Jembatan gantung sepanjang kurang lebih 90 meter tersebut membentang di atas Sungai Begaluh atau Sungai Galuh, menjadi jalur penghubung utama antara Dusun Klilin, Desa Sindupaten, Kecamatan Kertek, dengan Dusun Pagentan, Kelurahan Kalikajar, Kecamatan Kalikajar. Sebelumnya, warga kedua wilayah kerap mengalami kesulitan akses, terutama saat musim hujan ketika debit sungai meningkat dan menghambat aktivitas sehari-hari, distribusi barang, hingga akses layanan dasar.

Dalam laporannya, Dandim 0707/Wonosobo Letkol Inf Yoyok Suyitno S.Sos mengungkapkan rasa syukur atas selesainya pembangunan jembatan tersebut sesuai target waktu.

“Alhamdulillah, berkat kerja keras dan kerja sama semua pihak, khususnya masyarakat kedua dusun, pekerjaan bisa selesai tepat pada waktu yang telah ditentukan. Mereka tidak mengenal lelah, siang malam, panas maupun hujan, terus bekerja dengan penuh semangat demi harapan pembangunan jembatan ini rampung tepat waktu,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Iqbal Taher yang menilai keberhasilan proyek ini tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua yang telah bekerja keras siang dan malam. Saya sangat yakin, tanpa dukungan penuh dari TNI khususnya Kodim 0707/Wonosobo, Pemda melalui Dinas Pekerjaan Umum, relawan, serta masyarakat sekitar, proyek ini tidak akan berhasil seperti sekarang,” katanya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan fungsi jembatan tersebut.

“Setelah diresmikan, jembatan ini harus dirawat dan dijaga dengan baik oleh masyarakat agar memiliki asas manfaat yang berkelanjutan dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. Infrastruktur ini bukan hanya milik pemerintah, tapi aset bersama yang harus dijaga keberlanjutannya,” tegasnya.

Rampungnya pembangunan Jembatan Gantung Garuda menjadi bukti nyata kuatnya sinergi antara TNI AD, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pedesaan. Keberadaan jembatan ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mempermudah akses pendidikan dan layanan kesehatan, serta mempererat hubungan sosial antarwarga di dua kecamatan.

Kodim 0707/Wonosobo pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan infrastruktur strategis di wilayahnya, sejalan dengan arahan pimpinan TNI AD dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui semangat gotong royong dan kolaborasi lintas sektor. (Pendim0707/Aris)