10 Februari 2026

Cari Ikan di Sungai, Bocah 8 Tahun di Kalikajar Wonosobo Hanyut dan Meninggal Dunia

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Seorang anak laki-laki dilaporkan hanyut dan tenggelam di Sungai Begaluh, turut Kampung Gentan, Kecamatan Kalikajar, Kabupaten Wonosobo, pada Sabtu (17/1/2026). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB dan dilaporkan kepada pihak kepolisian sekitar pukul 13.30 WIB.

Mendapatkan laporan tersebut, Piket SPK Polsek Kalikajar bersama Unit Reskrim Polsek Kalikajar segera mendatangi lokasi kejadian. Karena Sungai Begaluh berada di wilayah perbatasan Kecamatan Kalikajar dan Kecamatan Kertek, petugas juga berkoordinasi dengan Piket SPK dan Unit Reskrim Polsek Kertek untuk melakukan pengecekan di tempat kejadian perkara (TKP).

“Korban ditemukan oleh warga dalam kondisi tidak sadarkan diri di aliran Sungai Begaluh dan sempat dibawa ke RS PKU Muhammadiyah Wonosobo, namun setelah dilakukan pemeriksaan medis korban dinyatakan meninggal dunia,” demikian keterangan Humas Polres Wonosobo.

Korban diketahui berinisial RYA (8), warga Dusun Ngabean, Desa Maduretno, Kecamatan Kalikajar. Menurut keterangan keluarga, korban keluar dari rumah sekitar pukul 10.30 WIB dan diketahui memiliki kebiasaan mencari ikan di sungai. Hingga pukul 12.00 WIB korban belum kembali ke rumah, sehingga warga setempat melakukan pencarian di sepanjang aliran Sungai Begaluh.

Sekitar pukul 12.30 WIB, warga menemukan korban dalam kondisi hanyut dan tenggelam. Korban kemudian dievakuasi oleh saksi bersama warga Dusun Ngabean dan segera dibawa ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Wonosobo untuk mendapatkan pertolongan medis.

Hasil pemeriksaan tim medis RS PKU Muhammadiyah Wonosobo menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dokter menyimpulkan korban meninggal dunia murni akibat tenggelam, dengan perkiraan waktu kematian sekitar satu jam sebelum dilakukan pemeriksaan.

Pihak keluarga menyampaikan bahwa korban memiliki riwayat keterbelakangan mental. Keluarga korban yang diwakili oleh paman korban menyatakan telah menerima kejadian tersebut dengan ikhlas, menolak dilakukan autopsi, serta tidak menuntut proses hukum kepada pihak kepolisian maupun pihak lain, yang diperkuat dengan surat pernyataan.

Dalam penanganan kejadian ini, petugas yang terlibat meliputi Kapolsek Kalikajar, Piket SPK dan Unit Reskrim Polsek Kalikajar, Piket SPK dan Unit Reskrim Polsek Kertek, Koramil Kalikajar, serta perangkat Desa Maduretno. Setelah proses pendataan korban dan saksi selesai, jenazah korban diserahkan kepada pihak keluarga. (Aris)