1 Mei 2026

Pemkab Wonosobo dan Baznas Salurkan Sembako serta Masker untuk Pemulung TPA Wonorejo

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pemerintah Kabupaten Wonosobo berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Wonosobo menyalurkan bantuan paket sembako serta masker kepada para pemulung yang beraktivitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Wonorejo, Rabu (7/12/2026). Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian pemerintah daerah terhadap kelompok masyarakat yang menggantungkan mata pencaharian di kawasan TPA.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menegaskan bahwa aspek kesehatan dan keselamatan kerja pemulung perlu mendapat perhatian serius, mengingat tingginya risiko yang mereka hadapi setiap hari.

“Hari ini kami membersamai Baznas untuk memberikankasih sayang kepada teman-teman pemulung yang setiaphari berada di area TPA. Mereka mengambil dan memilahsampah yang masih bisa dimanfaatkan. Tanpa mereka, pengelolaan sampah akan jauh lebih berat,” ujar Afif.

Menurut Bupati, keberadaan pemulung memiliki peran penting sebagai mitra Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam mendukung pengelolaan sampah daerah. Namun di sisi lain, aktivitas mereka juga rentan terhadap berbagai ancaman kesehatan.

“Sampah diturunkan dari mobil, mereka sudah menunggu di bawah lalu langsung mengurai. Risiko penyakit sangattinggi. Karena itu tadi saya sampaikan agar penyemprotanrutin dilakukan, dan pemberian masker ini paling tidak bisamembantu menjaga kesehatan mereka,” jelasnya.

Selain paket sembako, Baznas turut membagikan masker kesehatan sebagai upaya meningkatkan keselamatan kerja para pemulung. Afif berharap, ke depan dukungan tersebut dapat ditambah dengan alat pelindung lainnya.

“Kalau nanti ada anggaran lagi, bisa dibantu sarung tanganatau sepatu boot. Itu penting agar teman-teman pemulungbisa bekerja dengan lebih aman dan sehat,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan rencana Pemerintah Daerah untuk melakukan perluasan TPA Wonorejo pada tahun 2027, sembari terus mendorong pengurangan sampah dari sumbernya.

“Masyarakat tentu berharap bisa zero waste di rumahmasing-masing, meskipun itu berat. Tapi kita harus tetapoptimis. Saat ini di kecamatan dan desa sudah mulaidibangun TPS 3R secara bertahap agar sampah yang masukke TPA bisa berkurang,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya optimalisasi pengolahan sampah di TPA agar hanya residu yang benar-benar dibuang.

“Harapannya ke depan, sampah yang masuk ke sini sudahterfilter. Kalau kapasitas pengolahan bisa ditingkatkan, maka yang dibuang ke TPA benar-benar hanya residunyasaja,” jelas Bupati.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Wonosobo, H. Priyo Purwanto, menjelaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari program pendayagunaan zakat yang bersumber dari zakat Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Wonosobo.

“Kami mentasarufkan zakat untuk teman-teman yang bergerak di bidang kebersihan, khususnya pemulung di TPA. Kegiatan ini rutin kami lakukan dua kali dalam setahun, dantahun ini kami menambah bantuan berupa masker,” jelasnya.

Ia menambahkan, bantuan yang diberikan kepada 20 orang pemulung telah disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan mereka.

“Ini merupakan bagian dari Program Baznas, yaituWonosobo Sehat. Isinya sudah kami perhitungkan, mulaidari sembako, susu, hingga masker, karena kesehatanpemulung sangat rentan, termasuk terhadap penyakit sepertiTBC,” ungkapnya.

Baznas pun berharap, kesadaran ASN untuk menunaikan zakat melalui Baznas terus meningkat agar manfaat yang dihasilkan semakin luas.

“Kami mengajak seluruh ASN di Kabupaten Wonosobountuk terus menunaikan zakat melalui Baznas, sehinggadapat dikelola dan disalurkan secara tepat sasaran,” tambahnya.

Salah satu pemulung penerima bantuan, Sagiah, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan.

“Saya merasa senang dan berterima kasih atas bantuansembako ini. Semoga membawa berkah untuk semuanya,” ungkapnya.

Melalui sinergi antara Pemerintah Kabupaten Wonosobo dan Baznas, kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi para pemulung, tetapi juga memperkuat upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan berkeadilan di Kabupaten Wonosobo. (Aris)