31 Mei 2026

Pariwisata Wonosobo Tumbuh Positif, Kunjungan Nataru Naik 2–3 Persen

Wonosobo|KoranRakyat.co.id –– Pergerakan wisata di Kabupaten Wonosobo menunjukkan tren menggembirakan selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Data yang dihimpun Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo dari para pengelola destinasi wisata mencatat total kunjungan wisatawan pada periode 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 197.058 orang.

Mayoritas pengunjung merupakan wisatawan nusantara dengan jumlah 196.763 orang, sementara wisatawan mancanegara tercatat sebanyak 295 orang.

Adapun wisatawan asing yang datang ke Wonosobo didominasi oleh pengunjung dari Malaysia dan Singapura, serta beberapa negara di kawasan Eropa.

Lonjakan kunjungan tertinggi terjadi pada 28 Desember 2025. Meski demikian, hingga berakhirnya libur Nataru pada 4 Januari 2026, arus wisatawan ke berbagai destinasi di Wonosobo relatif stabil, terutama ke objek wisata alam dan kawasan pegunungan.

Sejumlah destinasi unggulan tercatat menjadi favorit wisatawan, di antaranya Sunrise Sikunir, Telaga Warna, Telaga Menjer, Curug Sikarim, Taman Langit, hingga Kebun Teh Panama. Daya tarik tersebut menawarkan panorama alam khas dataran tinggi Dieng yang memberikan pengalaman berwisata tersendiri bagi para pengunjung.

Selain wisata alam, aktivitas pendakian Gunung Prau juga menjadi magnet tersendiri, khususnya bagi wisatawan minat khusus dan pecinta alam. Berdasarkan data basecamp pendakian Gunung Prau yang dihimpun dari PT Palawi Risorsis, tercatat sekitar 13 ribu pendaki melakukan pendakian selama masa libur Natal dan Tahun Baru.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Wonosobo, Fahmi Hidayat, pada Rabu, 7 Januari 2026, menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan pertumbuhan positif sektor pariwisata dibandingkan tahun sebelumnya.

“Jika dibandingkan dengan libur Natal dan Tahun Baru tahun lalu, jumlah kunjungan wisatawan pada Nataru 2025–2026 ini mengalami peningkatan sekitar 2 hingga 3 persen. Hal ini menjadi indikator bahwa Wonosobo masih menjadi destinasi pilihan wisatawan untuk berlibur, terutama wisata alam dan pegunungan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, khusus pada aktivitas pendakian Gunung Prau, penerapan aspek keselamatan serta kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) tetap menjadi perhatian utama. Seluruh pendaki diwajibkan melakukan registrasi melalui basecamp resmi, mematuhi kuota pendakian, serta membawa perlengkapan yang sesuai standar.

“Kami terus berkoordinasi dengan pengelola, termasuk PT Palawi Risorsis dan pihak terkait lainnya untuk memastikan penerapan SOP pendakian berjalan dengan baik. Keselamatan pendaki adalah hal yang tidak bisa ditawar, sehingga edukasi dan pengawasan terus dilakukan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Fahmi menjelaskan bahwa meningkatnya jumlah wisatawan juga dipengaruhi oleh upaya peningkatan kualitas layanan destinasi, penguatan promosi pariwisata, serta sinergi lintas sektor dalam menjaga aspek keamanan, kebersihan, dan kenyamanan pengunjung.

“Harapannya, capaian positif selama libur Nataru ini dapat menjadi modal awal untuk mendorong pertumbuhan pariwisata Wonosobo sepanjang tahun 2026. Pariwisata tidak hanya tentang jumlah kunjungan, tetapi juga tentang kualitas pengalaman wisata dan dampaknya bagi ekonomi masyarakat lokal,” pungkas Fahmi. (Aris)