1 Unit Pemadam Portable Bukti Tanda Cinta Cen Sui Lan dan Jarmin Untuk Warga Subi

KR Natuna-Minggu pagi,( 30/111) Sebelum bertolak ke Ranai, Pasangan Bupati Natuna Cen Sui Lan dan Wabup Jarmin Sidik meninggalkan tanda cinta untuk masyarakat Subi.
1 unit Mesin pompa pemadam portable diserahkan dan diuji coba, Kini masyarakat Subi punya alat pemadam yang memadai, tanda CINTA yang akan selalu dikenang, bukti pucuk pimpinan Natuna memikirkan nasib masyarakat di kepulaun yang serba terbatas prasarana, hampir 27 tahun usia Natuna mimpi punya sarana pemadan selalu kandas. Subi menjadi titik ke 3 yang menerima alat yang sama, sebelunya Sedanau dan Midai.
Camat Subi Syaripudin dan ratusan warga Subi antuias menyaksikan uji coba pompa pemadam dipandu loleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Natuna. Kegiatan ini disaksikan antusias oleh warga setempat dan juga
Cen Sui Lan menyebut, bantuan tersebut merupakan hadiah untuk masyarakat Subi, yang dibawanya langsung menggunakan kapal feri Indra Perkasa-159 milik pemerintah daerah dalam rangka kunjungan kerja selama 4 hari dari Serasan, Pulau Panjang hingga Subi.
“Peralatan ini mulai hari ini menjadi tanggung jawab Camat Subi. Saya minta alatnya dicek rutin dan dirawat, jangan sampai saat dibutuhkan malah tidak berfungsi,” tegas Cen.
Tokoh Mayarakat Subi Baharudin juga menyaksikan penyerahan dan uji coba alat ini, bahar sangat bersyukur Subi akhirnya punya alat Dmar
” Alahamdulilah tak menunggu musibah baru membantu, pasangan pemimpin Natuna Bupati Cen Sui lan dan Wabup Jarmin sepakat menyiapkan masyarakatnya untuk mampu memitigasi mencegah musibah kebakaran. bukan hanya di Sedanau dan Midai, Kini giliran mayarakat Subi, alat pemadam ini akan kita rawat dan maksimalkan untuk mencegah kebakaran di Subi, ” kata Baharudin salah satu Tomas Subi menjawab Konfirmasi KR.
Sejak dini kedua pemimpin Natuna ini sudah memetakan titik mana saja yang rawan kebakaran di daerah padat penduduk. tak terkecuali di pulau kecil mnapun di Natuna.
Meski sejak awal memimpin Natuna didera kurangnya anggaran, tetapi keduanya memprioritaskan sarana keselamatan warga Natuna, ya 27 tahun usia Natuna, berbagai musibah kebakaran besar melanda, kerugiannya hingga puluhan milayar rupiah.
Tak terpikirkan oleh pendahulunya bagaimana memigitasi musibah kebakaran, khusunya di wilayah yang jauh, yang tak bisa diakses pasukan Mako Damkar Natuna.
Budaya rumah panggung dari kayu dan rapat berhimpitan, menjadi faktor utama sulitnya upaya memadamkan kebakaran agar tak meluas, ditambah akses jalan pelantar sempit, meski rata-rata kampung padat rumah berada diatas air, tapi minim sarana.
Sering hanya mengandalkan ember gotong royong warga scara manual atau pompa alkon kecil, tak heran setiap kebakarn selalu meluas tanpa bia sikendalikan.
Selama ini peremajaan dan alat pemadam kebakaran yang cocok untuk wilayah kepulauan Natuna selaku kandas hanya sampai di wacama, yang penting riuh usulan masyarat ketika terjadi musibah lenyap begitu peristiwanya terlupakan.
Pulau Laut dan Serasan Segera Punya Mobil Pemadam

Kedepan Dinas Damkar Natuna sudah mengusulkan pengadaan mesin pompa portable serupa untuk ditempatkna di Pulau Tiga, Pulau Tiga Barat, Selaut, Pulau Panjang, Batu Berian dan Seluan.
” Untuk Pulau Serasan dan Pulau Laut Kita Sudah usulkan mobil Pemadam berkapasitas 100 liter Pompa pompa dengan kapasitas 1.800 hingga 3.200 liter per menit, tekanan pompa mak 8 Bar mirip Pompa pemadam portable, daya jangkauannya juga 1000 meter dari sumber air.” jelas Syawal. kepada KR
DAMKAR NATUNA SIAPKAN PETA JALAN MIGITASI MENYELURUH
Sejak kepemimpinan Buati Natuna dan Wabup Cen Sui lan ini meski anggaran terbatas justru peremajaan alat pemadam DAKAR NATUNA menjadi prioritas,
Belajar dari peristiwa kebakaran di Sedanau diawal kepeimpin Cen Sui Lan & Jarmin, usulan peremajaan dan pemerataaan prasarana damkar langsungi dieksekusi bertahap, sekali lagi meski Natuna minim Anggaran.
” Ya tahun ini usulan berbagai alat pemadam pasukan DAMKAR Natuna justru diprioritaskan, baik di MAKO Damkar kabupaten maupun alat pemadam yang ditempatkan di pulan padat rumah penduduk bertahap, damkar Natuna sudah migitasi dan usulkan untuk semua kecamatan dan pulau padat rumahnya,” jelas Sawal. S.E Kadis Damkar Natuna menjawab KR, Sabtu,(29/11).
Atas arahan Cen Sui lan dan Jarmin, Dinas Damkar Natuna bererak cepat memigitasi dan menmpatkan ditik mana saja alat pemadam ditempatkan.
” Pada tahap awal.3 alat pemadam portable ditetmpatkan di Sedanau, Midai dan Subi, alat portable ini bisa dibawa menggunakan pickup kecil atau tossa roda tigapun mampu, bisa juga diangkat ke pmpong gotong royong guna atasi kebakaran di perairan. Kedepan alat serupa kita sudah usulkan untuk Pulau Tiga, Pylau tiga Barat, Pulau Panjang, Selaut, Seluan” jelas Sawal
Lebih jauh Sawal menjelaskan jika pompa pemadam oortable ini mudah dimoblitasi di pulau-pulau kecil , membuatya bisa bisa mauk jalan pelantar kecil, tidak terlalu berat hanya maksimum 500 KG, daya semprot tak kalah dengan selang mobil pemadam kebakaran di darat, daya semprot maksimal 8 bar, dii lapangan cukup 6-7 bar, sudah bisa cover area 1000 meter (1KM) dari sumber air, bisa cover rumah setinggi 3 lantai, seperti pompa yang di tempatkan di Mobil Pemadam di darat.
Pompa Pemadam Portabel Perlu Tandon Air
Saat ini pompa Pemadam Portable sudah bisa digunakan dalam kondisi darurat mengandalkan sumber air terdaekat, bisa air laut atau sumur atau sumber embung.
” Dalam kondisi darurat pompa pemadam portable ini sudah bisa di gunakan mengandalkan sumber air yang ada di radiusmak 1000 meter. Tahun depan Dinas Damkar mengusulkan dibangunnya tandon air diraea padat rumah penduduk dalamraddus 1000meter, untuk memadamkan kebakarran rata-rata btuh 20 ton air, jadi tandon darat ini bia diisiair hujan atau air dari sumber sumur jadi upaya pemadaman .bisa lebih cepat dan efesien” jelas Sawal menjawab KR.

3 Mobil Tua Damkar Natuna Perlu Perawatan & Peremajaan
Hingga awal 2006 untuk kebutuhan personil di Mako Dankar Kabupaten sudah Cukup, hanya perlu alokasi biaya perawatan yang cukup untuk prasarana 3 mobil Damkar yang usianya sudah diatas 5 tahun, jadi beberapa tahun kedepan sudah harus di ganti agar lebih maksimal. Damkar Natuna juga selalu menjalin koordinasi dengan forum pemadam, sehingga untuk mobil tanki air selalu tersedia, Begitu juga dengan mobil Damkar milik TNI-AL dan TNI AU Tim di lapngan forum ini sudah terlatih menangani kebakaran di Pulau Bunguran-Natuna.
” Untuk tenaga Damkar di tiap kecamatan yang ditempatkan pompa pemadam portabele akan direkrut dari tenaga staf kantor yang sudah ada, nanti diberikan pelatihan sebagai tenaga trampil seprti tenagamako Damkar Kabupaten.” tambah Sawal
Untukmemakimalkan migitasi dan penanganan kebakaran sejak 2003 Damkar Natuna sudah Menginsiasi terbentuknya Relawan Pemadam Kebakaran( REDKAR), hingga akhir 2025 anggotanya tak kurang dari 300 orang tersebar di Pulau Tiga, Sedanau-Bungbar dan Bungtim, kedepan DAMKAR Natuna akan bentuk disetiap kecamatan/ desa,” jelas Sawal.
Apa itu REDKAR ?
Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) adalah suatu organisasi sosial berbasis masyarakat yang secara sukarela berpartipasi mewujudkan ketahanan lingkungan dari bahaya kebakaran, dibentuk dari oleh dan untuk masyarakat daerah Kota Dumai. Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) mewadahi satuan relawan kebakaran, barisan relawan kebakaran atau kelompok relawan lainnya.

Pembentukan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar) dilaksanakan atas inisiatif masyarakat dan/atau dapat difasilitasi pemerintah daerah. Pembentukan relawan pemadam kebakaran di Kota Dumai merupakan upaya strategis dalam meningkatkan ketangguhan masyarakat terhadap ancaman kebakaran yang kerap terjadi, baik di kawasan pemukiman, industri, maupun lahan terbuka. Relawan ini dibentuk berdasarkan Surat Keputusan buati/Walikota setempat.
Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), yang bertujuan memberdayakan masyarakat agar:
- Menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani kebakaran secara cepat sebelum bantuan profesional tiba.
- Mempercepat waktu tanggap (response time) sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) sub urusan kebakaran, yaitu maksimal 15 menit setelah laporan diterima.
- Meningkatkan peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan edukasi bahaya kebakaran.
- Membangun ketangguhan lingkungan, di mana masyarakat secara kolektif memiliki keterampilan, alat, dan jejaring dalam menghadapi ancaman kebakaran.
Pembentukan relawan ini juga sesuai dengan amanat:
- Permendagri Nomor 114 Tahun 2018 tentang Standar Teknis Pelayanan Dasar pada Sub Urusan Kebakaran.
- Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 364.1-306 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembinaan Relawan Pemadam Kebakaran.
- Dan kebijakan daerah, seperti Keputusan Walikota Nomor 368/830/2024 (misalnya di Kota Dumai), yang menetapkan pembentukan relawan di setiap Kelurahan sebagai bagian dari sistem perlindungan masyarakat.
Semoga masyarat Natuna menyambut rencana Dinas Damkar Natuna untuk memperluasan relawan kebakaran (REDKAR) di semua pulau yang ada sehingga Musibah kebakaran bisa di minimalisir, selalu siaga terhadpa bahawa kebagakarn. *(red)
