16 Desember 2025

Ruas Padang-Batas Kota Padang Panjang Ditutup, Dampak Longsor Menutup Badan Jalan

Padang| KoranRakyat.co.id — Ruas jalan Padang-Batas Kota Padang Panjang ditutup, sebagai dampak longsor  yang menutup dadan jalan yang menjadi poros utama lalu lintas di Sumatera Barat.

Mengutip Kompas.com,  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memastikan seluruh ruas jalan nasional terdampak banjir dan longsor di Provinsi Sumatera Barat telah dapat dilalui, kecuali  Ruas Padang–Bukittinggi–Batas Kota Padang Panjang, yang masih tertutup akibat dua titik longsor baru.

Pembersihan material untuk sementara dihentikan karena curah hujan yang tinggi. Di lokasi tersebut telah disiagakan dua unit wheel loader dan 1 unit ekskavator, dan pekerjaan akan dilanjutkan ketika cuaca memungkinkan.

“Kementerian PU juga mengirimkan alat berat tambahan untuk mengangkat sedimen dan mempercepat pembukaan akses,” ungkap Menteri PU Dody Hanggodo, Jumat (28/11/2205). \

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang Naryo Widodo, menjelaskan, penanganan aliran sungai, erosi tebing, dan limpasan air terus dilakukan.

BWS Sumatera V Padang telah melakukan pembukaan akses jalan sekaligus pembersihan saluran primer irigasi Batang Anai. PLN Percepat Pemulihan Kelistrikan Pascabanjir di Aceh dan Sumut Artikel Kompas.id “Tim kami memantau titik rawan di sepanjang DAS dan memastikan aliran air kembali normal dengan mengerahkan sumber daya personel, alat berat, dan bahan banjiran,” kata Naryo.

Selanjutnya, pengamanan darurat kami lakukan dengan perkuatan bronjong, dan geobag untuk mencegah mencegah longsor lanjutan serta pembersihan saluran untuk memastikan layanan irigasi tetap berjalan secara memadai.

Dari sisi jaringan jalan nasional, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Putra Friandi menegaskan kesiapan penuh tim lapangan. “Setiap laporan kerusakan langsung kami tindaklanjuti. Seluruh titik banjir, pohon tumbang, dan longsor telah kami tangani, meski beberapa lokasi membutuhkan upaya ekstra karena intensitas hujan yang tinggi. Kementerian PU juga memastikan patroli jalan nasional diperketat selama periode cuaca ekstrem,” jelas Elsa.

Sementara itu, Kepala Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Barat Maria Doeni Isa menjelaskan, Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya telah menurunkan personel dan peralatan dalam operasi tanggap bencana. “Untuk penyediaan air bersih, kami menurunkan Hidran Umum (HU) dan mobil tangki air ke posko bencana di kecamatan terdampak,” tambah Maria.

Pihaknya pun juga mengirim unit ke area terdampak seperti Perumahan Lumin Park Kelurahan Lubuk Minturun dan permukiman terdampak di Kelurahan Koto Panjang, Kecamatan Koto Tangah. “Assessment sanitasi lingkungan juga dilakukan untuk menjaga keamanan warga,” tambah Maria. Kementerian PU memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan, termasuk meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, BPBD, BNPB, serta seluruh instansi terkait untuk memastikan penanganan darurat berjalan cepat, efektif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Perhatian Prabowo

Penanganan bencana ini mendapatkan perhatian langsung dari Presiden Prabowo Subianto, yang memerintahkan percepatan pengiriman bantuan untuk tiga provinsi terdampak di Sumatera. Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan diberangkatkan menggunakan 4 unit pesawat pada Jumat (28/11/2025). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa penanganan telah dikoordinasikan sejak hari pertama bencana.

“Sejak 25 November, Bapak Presiden langsung menginstruksikan penanganan terpadu kepada Menko PMK, dan hingga hari ini bantuan terus bergerak ke titik-titik terdampak. Pemerintah memastikan seluruh bantuan dapat menjangkau wilayah terdalam dan memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat,” ujar Teddy.

Berdasarkan laporan, per 27 November 2025, tercatat 20 titik longsor pada 8 ruas jalan nasional, 14 titik banjir pada 10 ruas jalan nasional, serta 4 titik pohon tumbang pada 2 ruas jalan nasional. Dampak ini meluas di 11 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Solok, Solok Selatan, Padang Pariaman, Agam, Pasaman, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, serta Kota Solok, Pariaman, Padang Panjang, dan Padang.  (*)