Bupati Natuna Minta PLBN Serasan Jadi Wajah Negara

KR Natuna-Sejak PLBN Serasan resmi dioperasikan pada tanggal 6 Februari 2025, PLBN Serasan telah optimalisasi fasilitas, penataan dermaga, hingga penyediaan petugas lintas sektor yang siaga 24 jam.

Kehadiran PLBN diharapkan sebagai upaya Kehadiran Negara menciptakan Pertumbuhan kawasan Ekonomi baru, mendorong aktivitas ekonomi Snatuna , serasan Khususnya, seperti ekspor hasil laut dan produk unggulan lainnya ke Malaysia. tetpi Hingga 2026 peran ini belu signifikan, Umtuk Itu Bupati Natuna c\Cen Sui Lan Minta Komisi II DPR-Ri membantu agar Peran Strategis PLBN Serasan ini bisa ditingkatkan.
Seperti kita ketahui Presiden Joko Widodo meresmikan tujuh Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu pada tanggal 2 Oktober 2024, yang dipusatkan di PLBN Napan, Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur. PLBN yang diresmikan tersebar di berbagai provinsi, yaitu PLBN Terpadu Napan (NTT), Serasan (Kepulauan Riau), Jagoi Babang (Kalimantan Barat), Sei Nyamuk (Kalimantan Utara), Labang (Kalimantan Utara), Long Nawang (Kalimantan Utara), dan Yetetkun (Papua Selatan). Peresmian ini merupakan bagian dari penyelesaian pembangunan 15 PLBN yang telah dimulai sejak 2015 hingga 2024.
Fasilitas PLBN Serasan Memadai
Hingga 2026 ini semua fasiltas PLBn sudah cukup memadai
‘ Unsur CIQ sudah lengkap hanya sj personil Custam/Bea cukai yg masih bersifat situasional karna kekurangan personil yg bertugas di wilayah Natuna. personil petugas Imigrasi, karantina, BHIT ready” jelas Wendriyadi kepala PLBN Serasan Menjawab KR
Bupati dan Wakil Bupati Natuna ke Serasan sat ini dalam rangka melaksanakan rapat koordinasi dan peninjauan lapangan PLBN Serasan bersama Panja Pengaasan Pengelolaan Perbatasan Komisi II DPRi yang dipimpin Zulfikar Arae Sadikin S.i.P.M.Si selaku ketua Tim/wakil ketua komisi II DPR RI/dari fraksi Golkar, Ahmad Wasir Noviadi selaku Anggota / dai fraksi Gerindra dam Azia Subekti.M.T selaku Anggota dari fraksi Gerindra
Tim ini juga didampingi Dr.Nurdin,Msi selaku deputi pengelolaan Batas wilayh Negara BNPP-RI
Peninjauan ini difokuskan untuk memastikan kesiapan fasilitas PLBN sebagai pintu gerbang perbatasan, sekaligus memperkuat fungsi pelayanan lintas batas yang strategis bagi mobilitas masyarakat dan pengawasan wilayah.
Isu Strategis PLBN Serasan
Dr.Nurdin,Msi selaku Deputi Pengelolaan Batas wilayah Negara BNPP-RI menjelaskan bahwa Belum terintegrasinya sistem daan data pengamanan laut menunjukkan perlunya optimalisasi peran Kemenko Polkam dalam mengoordinasikan pelaksanaan patroli perbatasan serta integrasi data antarinstansi terkait pengamanan wilayah perbatasan laut.
“Sebagai Tindak lanjut Memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga dalam hal integrasi sistem dan data pengamanan laut. Kemenko Polkam diharapkan mengambil peran utama sebagai koordinator/pengarah BNPP dalam menyatukan mekanisme pertukaran data operasi/patroli, pemantauan, dan penegakan hukum di wilayah perbatasan laut. Integrasi ini dapat meningkatkan efektivitas pengawasan laut, menghindari tumpang tindih operasi/patroli, serta mempercepat respon terhadap pelanggaran batas wilayah atau aktivitas ilegal di perairan Indonesia.dengan kementerian dan lembaga Terkait yakni BNPP, Menko Polkam, Kemenhub, KKP (PSDKP), Polri, TNI AL, Bea Cukai, dan Bakamla. ” jelas Dr.Nurdin,Msi selaku deputi pengelolaan Batas wilayh Negara BNPP-RI.
PLBN Srasan Hadir sebagai Wajah Negara di Perbatasan

Di hadapan Wakil Ketua Komisi II DPR RI dan unsur terkait, Bupati Cen Sui Lan menegaskan bahwa PLBN Serasan harus memainkan peran strategis tidak hanya sebagai fasilitas lintas batas, tetapi juga sebagai simbol kuat kehadiran negara.
“PLBN Serasan ini bukan sekadar bangunan. Ini adalah wajah negara di wilayah terluar. Karena itu, seluruh fasilitas, pelayanan, dan aspek keamanan harus benar-benar siap dan berfungsi maksimal,” tegas Cen Sui Lan
Agenda Zulfikar dan tim tersebut merupakan bagian dari tugas Panitia Kerja (Panja) Pengawasan Pengelolaan Perbatasan yang terus memantau kondisi daerah terluar.
Cen Sui Lan Berharap pembangunan PLBN harus paralel dengan penguatan ekonomi lokal, pelayanan publik, serta mobilitas masyarakat.
“Kita ingin PLBN ini menjadi pusat aktivitas yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat Serasan dan Serasan Timur. Pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi agar kawasan perbatasan ini tumbuh menjadi simpul strategis Natuna,” ujar Cen Sui Lan.
Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Zulfikar Arse Sadikin, menegaskan bahwa Komisi II secara aktif mengawasi langsung implementasi kebijakan pusat di daerah perbatasan agar lebih efektif.
“Hari ini kita datang langsung ke Natuna, untuk melihat langsung kondisi diwilayah perbatasan,” terangnya.
Selanjutnya, Bupati Natuna Cen Sui Lan memaparkan berbagai potensi strategis wilayah, termasuk penguatan pelayanan di Pelabuhan Lintas Batas Negara (PLBN) Serasan Natuna yang dinilai belum berjalan optimal.
“Kami punya PLBN di Serasan, namun pemanfaatannya belum berjalan maksimal,” ungkapnya.
Kemudian, ia menjelaskan bahwa PLBN Serasan belum terintegrasi dengan kegiatan ekonomi lokal, seperti sektor perikanan, pertanian, hingga UMKM. Karena itu, potensi ekonomi masyarakat belum terserap maksimal dalam aktivitas lintas batas
Bupati Natuna Cen Sui Lan juga menyoroti kecilnya batas transaksi perdagangan di PLBN yang dinilai tidak sebanding dengan kebutuhan masyarakat.
“Batas transaksi hanya 600 RM atau sekitar Rp.2,4 juta org/bulan, itu sangat kecil dan tidak sebanding dengan biaya operasional yang digunakan,” tambahnya.
Setelah itu, Cen turut menyampaikan berbagai peluang lain seperti potensi kelautan, perikanan, hingga pariwisata yang membutuhkan dukungan lebih kuat dari pemerintah pusat.
Ia menilai percepatan pembangunan infrastruktur sangat diperlukan untuk memperkuat posisi Natuna sebagai beranda terdepan Indonesia.
Ia pun berharap kunjungan Komisi II DPR RI ini dapat menghasilkan rekomendasi konkret yang mempercepat pembangunan wilayah perbatasan.
“Kami berharap aspirasi kami didengar dan bisa memberikan solusi bagi kami diperbatasan,” pungkasnya.
Kunjungan yang Menyentuh Masyarakat
Usai meninjau PLBN, Cen Sui Lan melanjutkan agenda temu ramah bersama masyarakat Serasan dan Serasan Timur.
Kehadiran Cen Sui Lan disambut antusias warga, terlebih karena kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan berbagai bantuan sosial secara simbolis, di antaranya:
- enyerahan Zakat Mal
- Bantuan sosial dari Dinas Sosial
- Bantuan beras dari Dinas Ketapang
- Penyerahan BPJS Ketenagakerjaan, penyerahan ini menegaskan bahwa kunjungan Cen Sui Lan bukan hanya soal infrastruktur besar, tetapi juga kesejahteraan langsung masyarakat di wilayah perbatasan. * (Red)
