15 April 2026

FKIP UMSB Selenggarakan PKM Pelatihan Bahasa Inggris Siswa Darul Funun El  Abbasiyah .

KoranRakyat.co.id—Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi khususnya dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi kemajuan masyarakat, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP Uviversitas Muhammadiyah Sumatera Barat  (UMSB) menyelenggarakan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) tanggal 13-14 Oktober 2025 di Nagari VII Koto Talago, Kec. Guguak, Kab. 50 Kota. Kegiatan yang diikuti oleh para dosen dan mahasiswa tersebut dibuka oleh Wali Nagari VII Koto Talago, Yon Hendri, SS didampingi Dekan FKIP UM Sumatera Barat, Dr. Gusmaizal Syandri, MPd.

ist

Dalam laporannya dalam rilis yang dikirim ke  meja Redaksi KoranRakyat.co.id,  Tim PKM yang dipimpin Efri Yoni Baikoeni, MA menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu pengetahuan yang dipelajari di kampus. Sedangkan bagi masyarakat, PKM sangat bermanfaat dalam peningkatan kapasitas (capacity building) melalui pelatihan, pendampingan dan edukasi.

Untuk meningkatkan kapasitas siswa dalam penguasaan bahasa Inggris, diselenggarakan pelatihan Bahasa Inggris bagi siswa Madrasah Aliyah Darul Funun El Abbasiyah Padang Japang dengan tema “Improving Student’s Vocabulary Through Word Chain and Whisper Challenge Games” yang dipandu oleh Rini Hendrita, MPd. Kepala Madrasah Maria Hijra Neri, SPd., menyambut baik kegiatan ini karena dapat meningkatkan kompetensi siswa menghadapi ujian masuk perguruan tinggi yang saat ini dikenal dengan Test Kemampuan Akademik (TKA).

ist

Selain itu, kegiatan PKM memberi peluang bagi mahasiswa untuk belajar sejarah karena Nagari VII Koto Talago pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Di nagari ini berdiri monumen dan museum PDRI sebagai penanda peristiwa menomental ketika Ketua PDRI Mr. Syafruddin Prawiranegara menerima Delegasi Bangka yang dipimpin oleh Mohammad Natsir pada bulan Juli 1949. Di sini pula diadakan rapat umum sebagai ungkapan terimakasih Ketua PDRI kepada masyarakat Sumatera Barat sebelum bertolak ke Yogyakarta untuk menyerahkan kembali mandat kepada Presiden Soekarno.

ist

Penggalian sejarah PDRI dilakukan melalui kuliah umum yang disampaikan oleh Heri Nizwar dari Kantor Wali Nagari VII Koto Talago. Selain itu, para mahasiswa bersama dengan anak nagari juga mengikuti kuliah umum untuk mengenal sosok inspiratif, seorang cendekiawan Indonesia bernama Prof. Dr. Chaidir Anwar, MA. Mantan Guru Besar Fakultas Sastra Universitas Andalas tersebut meninggal tahun 1995. Acara kuliah umum diisi dengan talkshow dan pemutaran film dokumenter dan menghadirkan Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar, MA yang berasal dari Jorong Koto Kaciak, Nagari VII Koto Talago. Puteri sulung dari Prof. Chaidir sekaligus kakak kandung Desi Anwar, wartawan Senior CNN tersebut bekerja sebagai peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

ist

Penyelenggaraan kuliah umum ini merupakan bahagian dari proses penyusunan buku biografi berjudul “Dari Inggris Ke Limau Manis: Mengenang Tiga Dekade Wafatnya Prof. Dr. H. Chaidir Anwar, MA” yang ditulis oleh Efri Yoni Baikoeni (dosen UM Sumatera Barat), Yulnetri Syahril (Dosen UIN Batu Sangkar) dan Feni Munifatullah (Dosen Unila, Lampung).

Untuk memperluas wawasan mengenai prospek karir lulusan Pendidikan Bahasa Inggris, mahasiswa dan anak nagari juga mengikuti seminar berjudul “Dream, Believe, Achieve: A Journey for English Students” yang menghadirkan pembicara yaitu Yudi Iskandar, SS, MIPol, seorang Staf Penasehat Militer pada Kantor Perwakilan Indonesia di PBB, New York. Seminar Zoom Meeting yang dipandu oleh Mezia Kemala Sari, MA tersebut juga membekali peserta dengan keterampilan berbicara berbahasa Inggris bersama Joni Saputra, SPd., alumni FKIP UM Sumatera Barat.

Sebelum mengakhiri kegiatan di nagari yang dipenuhi kaum intelektual tersebut, FKIP UM Sumatera Barat berkomitmen menggalang kerjasama dengan Kantor Wali Nagari VII Koto Talago dalam rangka penyusunan buku biografi tokoh dan pejuang yang berasal dari Nagari VII Koto Talago. Program Literasi bagi anak nagari ini nantinya dilakukan melalui workshop penulisan akademik. Selain itu, direncanakan pula menyelenggarakan pelatihan pengajaran Bahasa Inggris bagi Guru TK dalam upaya mengenalkan Bahasa Inggris tingkat dasar bagi murid TK melalui pembelajaran yang menarik dan efektif. (*)