23 Agustus 2026

Terkabar Trump Sakit, Memar di Tangan Ditutupi Pakai Makeup, Penyakit Apa yang Disembunyikan?

KoranRakyat.co.id  — Sebagai kepala Negara —apalagi negara besar seperti Amerika Serikat (AS), sekecil apa yang menimpanya akan jadi pusat perhatian bahkan jadi bahan spekulasi, tidak terkecuali penyakit yang dideritanya.

Diwartakan Tribunnews.com, itu yang jadi sorotan terhadap kondisi kesehatan  Donald Trump.  Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah kamera C-SPAN menyorot bagian punggung tangan kanannya yang tampak tidak rata dan memiliki warna berbeda seperti tertutup makeup.

Sorotan ini muncul saat Trump berbicara kepada wartawan sebelum keberangkatannya ke Pittsburgh, pada 16 Juli 2025 kemarin.

Tampilan tersebut segera memicu spekulasi luas di media sosial dan berbagai platform berita, terutama karena lokasi yang ditutupi riasan itu diketahui merupakan tempat munculnya memar besar pada tangan Trump sejak Februari lalu.

Menurut laporan The New Republic, memar serupa terlihat lagi pada bulan April dan Juni.

Bahkan, saat Trump menghadiri pertemuan resmi dengan Putra Mahkota Bahrain pada awal pekan kemarin, bekas riasan concealer berwarna mencolok terlihat menutupi area memar di bagian tangannya saat di foto.

Tampilan tersebut sontak menyorot perhatian netizen, bahkan sejumlah warganet mulai menyoroti kondisi tangan mantan Presiden AS Donald Trump yang tampak bengkak dalam sejumlah foto dan video publik terbaru.

Salah satu pengguna X menulis, “Pergelangan kaki bengkak saat di Wolrd Cup. Tangan memar saat jumpa pers. Apakah tim Trump menyembunyikan kondisi kesehatannya?”

Trump Derita Insufisiensi Vena Kronis

Pasca isu terkait tangan Trump bengkak mencuat, Sekretaris Pers Karoline Leavitt angkat bicara.

Ia menjelaskan bahwa presiden 79 tahun itu didiagnosis menderita Insufisiensi Vena Kronis (chronic venous insufficiency).

Insufisiensi vena kronis sendiri merupakan kondisi umum pada lansia yang menyebabkan penumpukan darah di pembuluh vena akibat katup vena tidak berfungsi optimal.

Meski menderita Insufisiensi vena kronis, Leavitt menegaskan kondisi Trump prima lantaran penyakit yang diderita Trump tidak berbahaya dan sering terjadi pada orang berusia di atas 70 tahun.

Ia juga mengungkap memar itu konsisten dengan iritasi yang diderita Trump akibat kebiasaan berjabat tangan serta penggunaan aspirin secara rutin untuk mencegah serangan jantung dan stroke.

“Hasil tes USG mengungkapkan bahwa Trump menderita Insufisiensi Vena Kronis, suatu kondisi jinak dan umum terutama pada individu berusia di atas 70 tahun,” kata Leavitt, seperti dikutip AFP.

Lebih lanjut, menepis isu miring yang menimpa Presiden AS ke-79 itu, Leavitt mengatakan hasil laboratorium dalam batas normal, dan echocardiogram yang dilakukan menunjukkan tidak ada tanda gagal jantung, gangguan ginjal, maupun penyakit sistemik lainnya.

Apa Itu Insufisiensi Vena Kronis?

Insufisiensi vena kronis adalah kondisi kesehatan di mana pembuluh darah vena (pembuluh balik) di kaki atau tangan tidak bekerja dengan baik dalam mengalirkan darah kembali ke jantung.

Akibatnya, darah menumpuk, dan menimbulkan berbagai gejala tidak nyaman seperti bengkak, nyeri, dan perubahan warna kulit.

Menurut Johns Hopkins Medicine, Insufisiensi Vena Kronis terjadi ketika vena di kaki kesulitan mengalirkan darah kembali ke jantung, seringkali akibat kerusakan katup di vena. Kondisi ini memengaruhi sekitar 1 dari 20 orang dewasa.

Dr Ali Azizzadeh, profesor dan direktur bedah vaskular di Cedars-Sinai Medical Center, turut mengatakan kepada TIME bahwa kondisi tersebut merupakan “diagnosis yang sangat umum, dan tidak berbahaya.”

Kendati Insufisiensi vena kronis bukan kondisi yang mengancam jiwa, tapi bisa sangat mengganggu kualitas hidup    jika tidak ditangani.(*)