5 Oktober 2026

Ponpes Pena Kita Gelar Syukuran Santri Juara MTQ Nasional 2026  

Indralaya|Koran Rakyat co.id—Pondok Pesantren (Ponpes) Pena Kita yang beralamat di Tanah Abang Dusun VII Desa Sakatiga, Indralaya, Ogan Ilir, Sabtu sore, 3 Oktober 2026, menggelar acara syukuran atas keberhasilan sejumlah santri binaannya yang sukses menjadi juara pada MTQ Nasional XXXI Tahun 2026 di Semarang, Jawa Tengah bulan September 2026 lalu.

Acara tersebut dihadiri sejumlah undangan dari LPTQ Sumsel, Kantor Kemenag Ogan Ilir, KUA Indralaya Selatan, Dapur MBG Tanjung Lubuk, kelompok pengajian serta warga sekitar pondok.

Dalam sambutannya, Mudir Ponpes Pena Kita, KH Agus Jaya, Lc, M. Hum, mengatakan,  acara syukuran tersebut  bukanlah untuk membanggakan apa yang telah mereka capai. “Kami hanya ingin mengucapkan alhamdulillah atas nikmat Allah, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada begitu banyak orang yang telah menjadi bagian dari perjalanan ini,” ujar Agus Jaya.

Agus Jaya  sangat menyadari, bahwa tidak ada keberhasilan yang berdiri sendiri. Di balik seorang anak yang tampil di panggung MTQ, ada doa orang tua, ada air mata guru, ada kesabaran pembina, ada ketekunan pelatih, ada dukungan pemerintah, ada perjuangan LPTQ, ada pesantren, ada keluarga, dan ada begitu banyak tangan yang mungkin tidak terlihat, tetapi sangat menentukan, ujarnya lagi.

“Maka pada kesempatan ini, izinkan kami menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan yang telah memberikan perhatian dan dukungan kepada Kafilah Sumatera Selatan dalam MTQ Nasional XXXI di Semarang, Jawa Tengah. Alhamdulillah, atas pertolongan Allah SWT dan kerja keras seluruh unsur kafilah, sehingga Sumatera Selatan berhasil masuk enam besar nasional,” tukasnya.

ist

Ditambahkannya, capaian tersebut bukan sekadar angka dan peringkat. Ia adalah amanah untuk terus memperbaiki diri, memperkuat pembinaan, dan menanamkan kecintaan kepada Al-Qur’an kepada generasi muda Sumatera Selatan.

“Secara khusus, kami juga bersyukur karena Pondok Pesantren Pena Kita mendapat kesempatan menjadi bagian dari perjuangan Kafilah Sumatera Selatan.Dari 56 peserta Kafilah Sumatera Selatan, tujuh di antaranya berasal dari Pondok Pesantren Pena Kita, atau sekitar 12,5 persen,” ujarnya.

Mereka adalah:

  1. Hj. Bahjatun Mahmudah (KTIQ)
  2. Ahmad Mubarok (KTIQ)
  3. Ahmad Azka Annabil (FQ Pa)
  4. Ahmad Zain Ardillah (FQ Pa)
  5. Dimas Pranata (FQ Pa)
  6. Keysa Afnahani (FQ Pi)
  7. Anna Azkiya (FQ Pi)

Selain itu, Ponpes Pena Kita juga dipercaya mengirimkan satu orang sebagai dewan hakim nasional, yakni atas nama H. Agus Jaya, Lc., M.Hum.

Selanjutnya Agus Jaya menambahkan, dari 55 poin yang diperoleh Kafilah Sumatera Selatan, peserta yang berasal dari Pena Kita menyumbangkan 16 poin, atau sekitar 29,1 persen.

“Tetapi kami tidak ingin angka-angka itu menjadi alasan untuk merasa lebih tinggi dari siapa pun. Justru bagi kami, angka itu adalah amanah yang lebih besar. Sebab semakin Allah memberikan kesempatan, semakin besar pula tanggung jawab kita untuk menjaga kualitas, memperbaiki kekurangan, dan terus melahirkan generasi Qur’ani,” ujar Agus Jaya.

Menurut Agus Jaya, tasyakkuran hari ini juga memiliki makna yang lebih luas bagi keluarganya. “Alhamdulillah, pada tahun ini, putra-putri kami bersama dua orang santri Pondok Pesantren Pena Kita insya Allah akan melanjutkan perjalanan menuntut ilmu ke Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir. Mereka adalah Ahmad Azka Annabil, Ahmad Zain Ardillah, dan Zakiyaturrohmah

“Bagi kami, Mesir bukan sekadar tempat untuk pergi, tetapi tempat untuk belajar, menimba ilmu, menempa adab, dan melanjutkan tradisi keilmuan yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidup kami,” tuturnya.

Untuk itu Agus Jaya, mohon doa dari para kyai, nyai, guru, ustadz, ustadzah dan seluruh keluarga besar, semoga anak-anak tersebut diberikan kesehatan, kemudahan, keteguhan hati, ilmu yang bermanfaat, adab yang baik, serta kelak pulang membawa manfaat bagi agama, bangsa dan masyarakat.

Kemudian, lanjutnya, dirinya dan keluarga  juga bersyukur karena selama kurang lebih satu tahun terakhir, usaha yang dijalankan beserta usaha-usaha penunjangnya dapat berjalan dengan baik.

“Kami memandang ini bukan semata-mata hasil ikhtiar kami. Ada doa orang tua, keluarga, guru, sahabat dan banyak orang yang mungkin tidak pernah kami tahu doanya. Karena itu, semakin bertambah rezeki, semakin kami ingin belajar untuk bersyukur, berbagi dan memberi manfaat.”

“Dan satu lagi nikmat yang ingin kami syukuri pada kesempatan ini. Per 1 Oktober 2026, alhamdulillah kami mendapatkan kenaikan pangkat ke IV/c.”

Hal tersebut, menurutnya, hal ini bukan sekadar kenaikan pangkat. Ini adalah pengingat bahwa setiap amanah dalam pekerjaan akan dimintai pertanggungjawaban.

Semoga kenaikan pangkat tersebut bukan hanya menaikkan kedudukan administratif, tetapi juga menaikkan kualitas pengabdian, tanggung jawab, integritas dan kemanfaatan. “Kalau ada sedikit keberhasilan yang kami rasakan hari ini, kami sangat sadar bahwa itu bukan karena kami hebat. Kami hanya sedang menikmati buah dari doa dan kebaikan banyak orang.”

Karena itu, kepada Ketua Harian LPTQ Sumatera Selatan, seluruh pengurus LPTQ Sumatera Selatan, LPTQ kabupaten/kota, para kyai dan nyai, para pembina, pelatih, guru, ustadz dan ustadzah di Pena Kita dan Al-Ittifaqiah, kami haturkan jazakumullahu khairan katsiran.

Kepada keluarga besar, handai taulan, sahabat-sahabat, serta rekan-rekan kerja di Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Ogan Ilir, terima kasih atas doa, dukungan, persaudaraan dan kebersamaan selama ini.

Semoga keberhasilan Kafilah Sumatera Selatan di MTQ Nasional Semarang menjadi awal dari pembinaan yang semakin baik, semakin banyak anak-anak Sumatera Selatan yang mencintai Al-Qur’an, harapnya. (ica)