19 April 2026

30 Wisatawan Asal Prabumulih Terlantar di Tol Balaraja, Biro Perjalanan Diduga Tidak Bertanggung Jawab

30 Wisatawan Asal Prabumulih Terlantar di Tol Balaraja, Biro Perjalanan Diduga Tidak Bertanggung Jawab

KoranRakyat.co.id —-Setidaknya 30 anggota wisatawan asal Prabumulih Sumatera Selatan (Sumsel) dengan pimpinan HS merasa diterlantarkan  dan kecewa dengan kesepakatan biro perjalanan bahkan rombongan sempat terlantar di jalan Tol Balaraja Banten.

Mengutip Fajarsumsel.com peristiwa tidak menyenangkan menimpa HS, warga Prabumulih, saat melakukan perjalanan wisata ke Pulau Jawa bersama keluarga besarnya. Mereka ditelantarkan pihak biro perjalanan di ruas Jalan Tol Balaraja, Tangerang, pada Jumat malam, 27 Juni 2025.

HS mengaku telah memesan bus pariwisata perjalanan selama tujuh hari dari Prabumulih ke Malang dan sejumlah wilayah di Jawa, melalui seorang admin biro perjalanan bernama Jerry Armansyah Sidiq, pengelola akun Instagram @sriwijayatransholiday dan @q_transrentcarwisata.

Menurut pengakuannya kepada media, pembayaran telah dilakukan lunas di awal, termasuk kesepakatan bahwa bahan bakar ditanggung pihak biro. Namun pada hari keberangkatan, terjadi perubahan sepihak. Sopir dan kru bus bernopol BG 7002 LT menolak mengangkut barang bawaan dengan alasan bahan bakar harus ditanggung penumpang. “Karena perjalanan sudah direncanakan jauh-jauh hari dan melibatkan sekitar 30 orang, pihak keluarga terpaksa menyetujui syarat tidak sesuai kesepakatan awal,” ujar HS, Selasa, 8 Juli 2025.

Bus Mogok di Kapal dan Tol, Penumpang Dipaksa Menghadapi Situasi Berat

Masalah berlanjut ketika bus mogok saat berada di atas kapal penyeberangan dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak. Para penumpang bahkan harus mendorong bus di dalam kapal agar bisa keluar.

Belum selesai, bus kembali mengalami kerusakan saat melintasi Tol Tangerang. Berawal dari AC yang tidak dingin, dua bayi dalam rombongan mengalami kepanasan dan sesak napas. Akhirnya, bus berhenti di pinggir Tol Balaraja. Sopir dan kernet mencoba memperbaiki bus, namun salah satu sopir cadangan menyatakan bahwa kendaraan tidak layak jalan dan tidak aman melanjutkan perjalanan.

“Kami terlantar dari pukul 11 malam hingga pukul 2 dini hari. Anak-anak tidur di pinggir jalan tol hanya beralaskan bantal mobil. Itu sangat menyedihkan dan berbahaya,” ujar HS, nada kecewa.

Kerugian Berlipat, Tak Ada Tanggung Jawab dari Pihak Biro

HS menyatakan bahwa pihak keluarga mengalami kerugian besar, mulai dari biaya BBM ditanggung sendiri, pemesanan hotel secara mendadak, hingga kehilangan jadwal penginapan telah dipesan sebelumnya. Bahkan, hingga berita ini tayang, tidak ada itikad baik dari pihak biro untuk mengembalikan dana maupun memberikan klarifikasi.

“Saudara Jerry sama sekali tidak merespons saat dihubungi lewat WhatsApp. Seolah-olah lepas tanggung jawab atas semua kerugian dan penderitaan kami,” keluhnya.

Seruan Hati-hati Pilih Biro Perjalanan

Peristiwa ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat agar lebih selektif dalam memilih jasa transportasi wisata. Disarankan memilih biro perjalanan resmi yang memiliki izin trayek, kantor jelas, serta sopir dan armada layak dan profesional.

“Menggunakan biro resmi, penumpang mendapatkan jaminan keselamatan dan perlindungan hukum apabila terjadi kendala selama perjalanan,” ujar HS.

Ia pun menegaskan akan melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian, dan mengacu pada: Undang-Undang No 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Undang-Undang No 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ia menuntut keadilan atas kerugian materiil dan imateriil dialami.

Harapan pada Penegakan Hukum 

Masyarakat juga berharap agar pihak kepolisian dan instansi terkait meningkatkan pengawasan terhadap biro perjalanan ilegal atau tak berizin di wilayah mereka. Hal ini penting agar tidak ada lagi warga yang menjadi korban praktik biro perjalanan tak bertanggung jawab.

Tanggapi Keluhan Konsumen, Pengelola Sriwijaya Trans Holiday: Saya Tidak Berniat Menipu

Menanggapi keluhan dari konsumen bernama HS, warga Prabumulih, terkait insiden keterlantarannya saat menggunakan layanan bus wisata menuju Pulau Jawa, Jerry Armansyah Siddi, pemilik sekaligus pengelola akun Instagram @sriwijayatransholiday dan @q_transrentcarwisata, memberikan klarifikasinya kepada awak media.

Jerry mengaku terkejut saat menerima informasi dari H.S mengenai biaya bahan bakar minyak (BBM) tidak ditanggung pihak bus.

“Saya kaget ketika Pak HS menyampaikan kalau BBM tidak ditanggung. Karena setahu saya, kesepakatan awal dengan penyedia bus sudah termasuk BBM,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa bus digunakan melayani perjalanan HS disewa dari pihak ketiga, bukan milik pribadi atau perusahaannya secara langsung.

“Memang bus itu kita sewa dari pihak ketiga. Tapi saat ada kendala, saya sudah koordinasi pihak pemilik bus agar tetap bisa melanjutkan perjalanan,” terangnya.

Kerusakan Bus dan Tawaran Pengganti

Terkait kerusakan bus di tengah perjalanan, Jerry mengaku baru mengetahui informasi tersebut pada keesokan paginya, setelah kejadian.

“Saya baru tahu bus mengalami kerusakan ketika menerima kabar bahwa armada tersebut kembali ke Palembang. Saat itu juga saya langsung berusaha mencarikan bus pengganti,” jelasnya.

Namun, menurut Jerry, HS menolak tawaran tersebut, kemungkinan besar karena sudah merasa kecewa atas pengalaman tidak menyenangkan dialami keluarga besarnya selama perjalanan.

Komitmen Bertanggung Jawab

Jerry menegaskan tidak memiliki niat menipu atau mengabaikan tanggung jawabnya sebagai penyedia layanan perjalanan.

“Saya tidak pernah berniat menipu, apalagi ini menyangkut nama baik travel saya kelola. Saya akui ada kekurangan dari pihak sopir dan kenek bus, dan itu bukan bagian dari niat kami,” tegasnya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Jerry menyatakan kesediaannya mengganti kerugian yang dialami pihak HS, meski akan disesuaikan kemampuan keuangannya.

“Saya siap bertanggung jawab dan mengganti kerugian dialami Pak HS. Tentunya akan saya sesuaikan dengan kemampuan saya,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan pihak pengelola bus disewa belum bisa diklarifikasikan atau dimintai tanggapannya. Awak media, sudah mengirimkan pesan via WA. (*)