30 April 2026

Bombardir, Iran Hancurkan Kilang Minyak di Haifa Israel, Pembakit Listrik Rusak Parah, Kota Gelap Gulita

KoranRakyat.co.id —- Pertemupuran antara Iran dan Israel masih saja berkecamuk  dengan sasaran sarana sarana vitak di kedua Negara, tidak terkecuali kilang minyak.

Dilansir Wartakotalive.com, pihak Iran yang menyebutnya dalam kondisi melundungi bukan melakukan penyerangan, masih terus melakukan serangan dengan mengirimkan rudal-rudal balistiknya ke wilayah  Israel.

Pada Rabu (18/6/2025), Garda Militer Iran mengumumkan mereka mulai menggunakan rudal hypersonik Fattah untuk menghancurkan sasaran mereka di Israel.

Terbaru, perusahaan Kilang Minyak  Haifa  di Israel utara mengumumkan, semua fasilitasnya telah ditutup setelah rudal Iran menghantam pembangkit listriknya, Minggu dini hari (15/6/2025) kemarin.

Laporan berbahasa Ibrani pada Rabu (18/6/2025) menunjukkan kalau pelanggan komersial perusahaan bahan bakar  Israel tersebut menerima pemberitahuan pada Selasa bahwa pasokan bahan bakar mereka akan dikurangi atau dihentikan.

“Pengurangan atau bahkan penghentian ini menyusul serangan rudal Iran terhadap kilang minyak Haifa  kemarin, yang mengakibatkan kematian tiga pemukim Yahudi Israel,” tulis laporan tersebut dikutip dari Khaberni, Rabu (18/6/2025).

Hal ini memicu kekhawatiran warga pemukim Israel yang mendiami wilayah Palestina yang mereka duduki kalau krisis bahan bakar akan terjadi ditambah adanya pemadaman listrik secara menyeluruh.

Namun, Kementerian Energi Israel mengumumkan dalam sebuah pernyataan memprediksi tidak akan terjadi kekurangan bahan bakar, khususnya untuk kebutuhan domestik.

“Kementerian telah mempersiapkan sebelumnya dan bahwa Israel memiliki bahan bakar dan cadangan,” klaim kementerian Israel tersebut.

Kementerian ESDM Israel menambahkan, “Telah diperjelas dalam rapat koordinasi antara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di lingkungan Direktorat Bahan Bakar dan Gas dengan perusahaan-perusahaan BBM bahwa meskipun terjadi kerusakan pada kilang minyak, namun diperkirakan tidak akan terjadi kesulitan dalam penyaluran BBM ke perusahaan-perusahaan.”
Perusahaan Bazan, yang mengoperasikan kilang minyak Haifa, menginformasikan kepada pemiliknya melalui bursa saham kemarin kalau,

“Akibat serangan rudal ke kilang minyak, stasiun pembangkit yang bertanggung jawab atas sebagian produksi uap dan listrik yang digunakan di kilang minyak tersebut rusak parah, beserta kerusakan lainnya, dan semua fasilitas kilang minyak dan perusahaan afiliasinya telah menghentikan operasinya.”

“Perusahaan bekerja sama dengan perusahaan listrik, yang segera merespons, untuk melaksanakan pekerjaan yang diperlukan guna menyediakan listrik reguler ke kilang secepat mungkin,” tulis pernyataan Bazan.

“Perusahaan juga menilai kerusakan lain dan menentukan tindakan terbaik,” tambah pernyataan tersebut

Pernyataan juga menambahkan, “Perusahaan sedang mempelajari tingkat kerusakan, dampaknya terhadap operasinya, dan konsekuensi kerusakan pada hasil keuangannya.”

Kementerian Energi menanggapi pernyataan Bazan dengan menyatakan, “Kementerian Energi mengklarifikasi bahwa sektor energi siap untuk menanggapi setiap kebutuhan bahan bakar bagi bisnis. Menteri Energi Eli Cohen meninjau kilang bersama para ahli untuk memprioritaskan perbaikan yang diperlukan atas kerusakan tersebut.”

Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei memberikan ultimatum kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Ultimatum itu disampaikan Khamenei setelah rentetan ancaman yang disampaikan Trump kepada Iran di media sosial X miliknya pada Rabu (18/6/2025).

Khamenei mengungkapkan bahwa orang cerdas tidak akan memberikan ancaman kepada Iran lantaran mengetahui sejarah panjang negara tersebut.

Sebab kata Khamenei, Iran sampai kapanpun tidak akan menyerah dan tidak bisa diserahkan ke siapapun.

“Orang-orang cerdas yang mengetahui Iran  dan bangsa serta sejarah Iran tidak akan pernah berbicara kepada bangsa ini dalam bahasa yang mengancam,” tulis Khomenei.

“Karena bangsa Iran tidak dapat diserahkan,” imbuhnya.

Khamenei kemudian memberikan ultimatum ke Amerika Serikat bahwa setiap intervensi militer Amerika Serikat dalam perang terbuka dengan  Israel akan menciptakan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki negeri paman sam tersebut.

“Dan orang Amerika harus tahu bahwa setiap intervensi militer AS akan menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki,” pesannya.

Diketahui belakangan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaku akan pasang badan untuk Israel yang menyerang fasilitas nuklir Iran.

Setelah tiga hari perang Israel Vs Iran memanas, dalang serangan nuklir Iran oleh Israel terbongkar.

Diduga serangan yang dilakukan Israel terhadap fasilitas nukli Iran merupakan dorongan dari Amerika Serikat.

Pasalnya, bukan mengutuk serangan  Israel yang telah melanggar piagam PBB karena menyerang fasilitas nuklir, Donald Trump justru mengompori serangan tersebut.

Orang nomor satu di Amerika Serikat itu menyebut bahwa seharusnya Iran menandatangani kesepakatan nuklir yang ditawarkan oleh Amerika Serikat.

“Iran seharusnya menandatangani “kesepakatan” yang saya minta mereka tandatangani,” tulis Trump di akun Threads miliknya.

Trump bahkan menyalahkan Iran yang dianggap telah membuang-buang nyawa manusia.

Dia pun memperingatkan Iran agar tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Bahkan Trump mengancam warga sipil yang menurutnya bisa terkena dampak dari serangan apabila tidak segera evakuasi.

“Sungguh memalukan dan membuang-buang nyawa manusia. Sederhananya, IRAN TIDAK BOLEH MEMILIKI SENJATA NUKLIR. Saya sudah mengatakannya berulang kali! Semua orang harus segera mengevakuasi Teheran!” tulisnya.