PGRI Siap Jaga Marwah, Silakan Lapor Ke Dewan Kehormatan Jika Ada Perilaku Guru Menyimpang

PALEMBANG | Koranrakyat.co.id — Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) provinsi Sumatera Selayan H Ahmad Zulinto berharap tidak ada guru berperilaku menyimpang apapun statusnya baik PPPK , honorer maupun PNS.
Hal ini diungkapkan Zulinto usai acara pengukuhan pengurus PGRI dan Lembaga/Badan PGRI kota Palembang sekaligus sirahturami guru dengan walikota Palembang, Kamis 17 April 2025
Dikatakan Zulinto, Perilaku menyimpang itu diantaranya tidak tertib, tidak disiplin mengajar, jarang masuk kelas untuk mengajar, berbuat onar atau sampai melakukan hal -hal tidak baik dengan anak didik, orang – orang seperti ini akan menjadi pengawasan PGRI
”Di PGRI sendiri ada dewan kode etik, dewan kehormatan maka kita akan jaga marwah guru, guru harus punya perilaku yang baik karena mengajarkan anak didik, maka perilaku guru ini menjadi perhatian kami,” ungkap Zulinto
Pengurus PGRI yang dikukuhkan hari ini akan memantau terkait pengaduan perilaku guru yang menyimpang.
Diakui Zulinto, PGRI menerima banyak pengaduan guru PPPK dari kepala sekolah dan grup wa. Semua keluhan kepala sekolah dan guru disampaikan di grup wa atau langsung pada dirinya.
”Ada beragan jenis pengaduaan ada guru tak bisa diatur ada kelompok – kelompok kecil yang kadang – kadang membuat onar di sekolah terkadang melebihi daripada kepala sekolah artinya guru itu tidak mampu meletakan dirinya sebagai seorang guru, kalau guru jadilah seorang guru yang baik,” tandas Zulinto
Ada sebanyak 3500 orang guru di kota Palembang yang telah diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjuan Kerja (PPPK) bila perilakunya tidak mencerminkan guru kami bisa memberikan rekomendasi kepada walikota maupun Kepala Dinas Pendidikan bahwa orang ini tidak layak menjadi guru apalagi perbuatanya sudah menyimpang dari kode etik, tegas Zulinto
Mengenai guru yang tidak memiliki kemampuan mengajar kita akan alih tugaskan misalnya jadi pegawai tata usaha atau pegawai lainnya
Guru harus menguasai kompetensi akademik, potensi sosial harus dikuasai kalau tidak menguasai potensi – potensi itu untuk apa jadi guru karena anak – anak harus diberikan pembelajaran yang benar dan baik, imbuhnya
PGRI tetap akan memantau guru – guru yang gagal mengajar kalaupun ada program pelatihan – pelatihan bisa kita adakan pelatihan workshop atau meningkatkan pendidikannya misalnya kuliah lagi dan sebagainya
Zulinto juga telah menyampaikan kepada walikota, pengurusan administrasi gurj jangan dipersulit, “Saya sudah usulkan dengan pak wali tak perlu guru berbondong – bondong ke dinas pendidikan untuk menyelesaikan administrasi, tugas mereka adalah mengajar
Zulinto berharap guru PPPK hendaknya menjaga kehormatan dan marwah seorang guru karena peluang meniti karier didunia pendidikan terbuka, PGRI mendukung dan setuju Guru P3K dapat diangkat menjadi Kepala Sekolah.
Regulasinya sudah ada bahwa P3K yang punya prestasi bagus yang memenuhi standar sekolah angkat kepala sekolah. ”Karena P3K ini orang – orang hebat, orang – orang bagus karena namanya saja ada ASN, P3K status mereka sama,” katanya (tk)
