19 Juli 2024

Sangat Keterlaluan! Pihak Israel Buang Limbah ke Aliran Air Warga Palestina

Tepi Barat,KoranRakyat.co.id   —Sungguh sangat keterlaluan prilaku pemukim Israel yang dibiarkan pihak berwenang.

Seperti dilansir detikNews para pemukim Israel dilaporkan membuang limbah ke aliran mata air Al-Auja yang banyak digunakan sebagai air minum oleh warga Palestina di Tepi Barat.

Tindakan ini dilakukan secara sengaja oleh para pemukim Israel dengan tujuan mencemari mata air yang menjadi penyokong kehidupan warga Palestina itu.
Seperti dilansir kantor berita Palestina, WAFA News Agency, dan Al Jazeera, Selasa (2/7/2024), hal tersebut dilaporkan oleh pengawas utama organisasi Al-Baidar yang membela hak-hak orang Bedouin, Hassan Mlihat, saat berbicara kepada WAFA News Agency.
Mlihat mengatakan bahwa para pemukim Israel yang ada di Tepi Barat dengan sengaja membuang limbah ke aliran mata air Al-Auja, yang terletak di sebelah utara kota Jericho, dengan tujuan untuk mencemarinya dan membuat warga Palestina tidak bisa mengambil manfaat dari mata air tersebut.
Para pemukim Israel itu juga dilaporkan sengaja berjalan-jalan di sekitar aliran mata air tersebut.
Tidak hanya itu, Mlihat menambahkan bahwa Kepolisian Israel juga menerbitkan tilang, dengan niat jahat, kepada para pengemudi traktor pertanian dari kalangan warga Bedouin di sekitar area tersebut yang mendatangi mata air tersebut.

Disebutkan Mlihat bahwa warga sekitar sering mengambil air dari aliran mata air tersebut dengan mengisi tangki mereka untuk kebutuhan minum sehari-sehari dan untuk menghidupi ternak mereka.
Dia menekankan bahwa membuang limbah, terutama limbah beracun, di aliran mata air bisa memicu ancaman terhadap kesehatan masyarakat dalam jangka pendek dan jangka panjang, juga dapat membahayakan lingkungan sekitarnya.
Ditegaskan juga oleh Mlihat bahwa tindakan semacam itu jelas melanggar aturan hukum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan hukum kemanusiaan internasional.
Terlepas dari aksi tak bertanggung jawab para pemukim Israel itu, dilaporkan bahwa tindak kekerasan di Tepi Barat, yang diduduki Tel Aviv sejak tahun 1967 silam, telah mengalami peningkatan sebelum perang antara Hamas dan Israel berkecamuk di Jalur Gaza pada Oktober tahun lalu.
Menurut laporan para pejabat Palestina, sedikitnya 553 warga Palestina tewas dibunuh oleh pasukan Israel atau para pemukim Yahudi di wilayah Tepi Barat sejak perang Gaza pecah.
Sementara rentetan serangan yang dilakukan oleh warga Palestina, menurut data penghitungan AFP berdasarkan data resmi Israel, telah menewaskan 15 warga Israel, termasuk personel militer, di Tepi Barat pada periode yang sama. (*/Sar)