16 Juni 2024

PT PGE Tbk Area Lumut Balai Bantu Sumur Bor dan Tempat Wudhu Ponpes Al-Haramain Pulau Panggung

Muaraenim,KoranRakyat.co.id —  PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) Area Lumut Balai dan tim proyek EPCC Unit-2, bekerja sama dengan KODIM 0404/Muara Enim, meresmikan bantuan sumur bor dan tempat wudhu untuk Pondok Pesantren Al-Haramain di Kecamatan Semendo Darat Laut, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan.

Selain merupakan bagian program Corporate Social Responsibility (CSR) PGE sebagaimana rilis yang diterima Redaksi KoranRakyat.co.id, bantuan dimaksud untuk mengatasi masalah pasokan air bersih, bantuan ini juga mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-120 Tahun 2024.

Hadir dalam acara tersebut KH Gerentam Boemi sebagai pimpinan pondok pesantren, Danramil 404-06/Semendo Kapt. Inf. Sugianto, Project Manager PGE Lumut Balai Unit-2 Achmad Sri Fadli, serta manajemen dari konsorsium SEPCOIII Electric Power Construction Co., Ltd. (SEPCOIII) dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Selain itu, perwakilan Polsek Semendo, Kepala Puskesmas Semendo, Kepala Desa Pulau Panggung, Penindaian dan Babatan, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para santri turut hadir dalam acara peresmian tersebut.

istKapt. Inf. Sugianto, mewakili ketua program TMMD Kabupaten Muara Enim tahun 2024, Dandim 0404/Muara Enim Letkol Inf. Nugraha SH, MIP, mengucapkan terima kasih kepada PGE dan konsorsium proyek Lumut Balai Unit-2 atas partisipasi penuh dalam bantuan CSR bidang kesehatan melalui program Manunggal Air Bersih di wilayah Semendo.

“Program ini sangat mendukung mengatasi kesulitan air bersih di lingkungan para santri yang dapat mengganggu kesehatan. Kami harap dukungan ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Pondok Pesantren Al-Haramain,” kata Sugianto.

Achmad Sri Fadli menyampaikan bahwa program CSR ini adalah wujud tanggung jawab sosial lingkungan di sekitar wilayah kerja PGE bersama tiga perusahaan konsorsium yang terdiri dari Mitsubishi Corporation, WIKA, dan SEPCOIII yang terlibat dalam pekerjaan proyek pembangunan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) Lumut Balai Unit-2. Proyek ini akan menambah kapasitas terpasang di Sumatra Selatan menjadi 2 x 55 MW.

“Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi para santri dan dapat meningkatkan mutu semangat belajar juga kesehatan para santri. Pengembangan panas bumi di Lumut Balai diharapkan dapat menyerap tenaga kerja lokal yang berkualitas dalam mengembangkan energi bersih di Sumatra Selatan. Program ini juga bentuk sinergi antara perusahaan dan para pemangku kepentingan, termasuk aparat penegak hukum, pemerintah, dan kontraktor. Kami berharap kegiatan ini dapat berkelanjutan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar,” tutur Achmad Sri Fadli.

KH Gerentam Boemi menyampaikan terima kasih kepada Kodim 0404/Muara Enim, Koramil 404-06/Semendo, dan PGE Proyek Lumut Balai Unit-2 atas perhatian yang terus menerus kepada Pondok Pesantren Al-Haramain. Ia juga mengajak para santri untuk mendoakan kelancaran proyek Lumut Balai Unit-2 dan pengembangan PGE ke depan agar dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.

Program pasokan air bersih ini selain mendukung kesehatan masyarakat, juga berdampak positif pada kualitas belajar santri. Inisiatif ini juga sejalan dengan upaya PGE dalam mendukung Sustainability Development Goals (SDGs) dan Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya SDG 3 (Kesehatan dan Kesejahteraan yang Baik), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), dan SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi).

Tentang PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.877,5 MW, terbagi 672,5 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 80% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 9,7 juta ton CO2 per tahun.

Sebagai world class green energy company, PGE ingin menciptakan nilai dengan memaksimalkan pengelolaan end-to-end potensi panas bumi beserta produk turunannya serta berpartisipasi dalam agenda dekarbonasi nasional dan global untuk menunjang Indonesia net zero emission 2060. PGE memiliki kredensial ESG yang sangat baik dengan 16 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 sampai 2023 dalam penghargaan kepatuhan lingkungan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Peringkat & Keterlibatan ESG. (*/Sar)