16 Juni 2024

GM PT PLN Apreza Pasha Janji 1 Juli Listrik Natuna Normal

Apreza Pasha (KEMEJA PUTIH) selaku Generral Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau bersama Wakil Bupati Natuna Rodial Huda (kanan-red)

KR Natuna- Kondisi krisis listrik dalam beberapa bulan terakhir di Natuna  memprihatinkan. Keluhan masyarakat menjadi perhatian  pemerintah Natuna, ini tentu menjadi dilema ditengah  upaya pemerintah meningkatkan  pelayanan kepada masyarakat.  Menyikapi kondisi ini GM PT PLN brjanji 1 Juli 2024 listrik Natuna akan normal.

“Untuk saat ini kemampuan PLN Natuna masih seperti itu. Tapi kami akan terus berusaha, mesin baru akan datang dan akan kami usahakan agar semuanya dapat dipergunakan, insyaAllah 1 juli sudah bisa normal kembali,” tegas Apreza Pasha.

Natuna diproyeksikan membangun 5 pilar, menjadi pusat maritim, pariwisata, perdagangan, Migas dan pertahanan,  maka daya listrik yang mencukupi sangatlah penting dan suatu krusial

“ Krisis Listrik di Natuna makin memprihatinkan, keluhan masyarakat bertubi -tubi, Pemda sudah mengupayakan penambahan daya namun tersandung masalah perizinan dari pusat,” jelas Rodhial. saat memimpin rapat audien dengan Apreza Pasha selaku Generral Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Riau dan Kepulauan Riau,  Senin (27/05) di ruang rapat kantor Bupati Natuna, Bukit Arai.

Menurut Rodial, kurangnya daya listrik di Natuna juga berdampak pada sulitnya investor untuk masuk ke Natuna,

General Manager PT. PLN (Persero) Apreza Pasha menyampaikan bahwa sistem PLTD yang ada di Ranai memiliki kemampuan mesin untuk beroperasi yakni ada di posisi 8 mega.

“ Daya mesin terpasang saat ini mamapu sam[ai 8 MW , tetapi jika ada mesin yang terlalu panas maka memang harus terjadi pemadaman, ini semata untuk menghindari keruskan ynag memperparah,” ucap Apreza Pasha.

“Saat ini PLN ULP ranai-Natuna berstatus siaga, karena daya yang ada ini memang terbatas. Mesin yang ada di Natuna cukup banyak, mesin yang berasal dari relokasi bukan berarti mesin itu rusak, Mesinnya berfungsi dengan baik dan masih sangat layak, ” terang  Apreza Pasha meyakinkan.

Dari 28 unit ada 14 unit yang beroperasi, menurut Apreza pasha pemakaiannya bergantian dan 11 unit harus terus diperbaiki dan pemeliharaan.

Rio Setiawan

Dikonfirmasi terpisah Rio setiawan selaku Asiten Managr (Asman) Operasi PLN Batam  di Natuna menjelaskan kepada media ini kondisi pembangkit di Natuna sesuai kondisi riil dilapangan hingga hari ini sebagai berikut :

” Terimakasih atas pertanyaanya, Masalahnya kondisi di lapangan dinamis pak, mungkin ada 1 atau 2 informasi yg sdh berubah,  kami dapat informasikan sesuai kondisi lapangan saat ini sebagai berikut :

1.Jika seluruh mesin beroperasi tanpa ada yang gangguan kesedian listrik 14.5 MW
2.Mesin 10 unit dlm keadaan gangguan dlm perbaikan.
3.Keperluan listrik 7 – 8 MW
4.Pihak PLN tdk boleh membeli mesin baru, jika ada penghasil listrik tenaga baru diperbolehkan.
5.Insyallah pertemuan berlanjut ke pemda pak bup.kami tgu undangan dari PLN.
6.Mesin yg di Mesjid Agung tdk bisa di pakai 2 hy 1 mesin 0.5 MW, yg satu rusak.
7.Sy tykan lampu jln, tidak ada pengaruh dgn matinya PLN. Malahan PLN sangat mendukung program Bupati.
8.Saat ini Mesin di Piantengah 6 unit (3,9 MW),mesin di Binjai 10 unit (3,57 MW), mesin di Ranai 3 unit (0,4 MW).
9.Mesin yang gangguan di pian tengah 2 unit, di ranai 6 unit, di padang hangus 2 unit.
10.Pemakaian di PT. IKJ tdk mempengaruhi pemakaian listrik di Natuna.
11.Mesin yg ada di Piantengah 6 unit, di Binjai padang angus 10 unit, di Ranai 3 unit + dari Pemda Natuna 1 unit = 20 unit. Mesin dari Pemda masih di masjid agung, jadi belum masuk sistem Natuna
12.Ketersediaan mesin semuanya 19 unit + 1 unit dari Pemda Natuna (administrasi blm selesai) jd blm bisa digunakan

Demikian informasi kami, data ini akan terus update seiring selesainya semua perbaikan ynag sedang dikerjakan, terimakasih ”  jelas Rio seytiawan menjawb konfirmasi media ini, Rabo, (29/05)

Empat unit mesin pembangkit listrik  tiba di Natuna pada Jumat (17/5/2024). Mesin tersebut dalam proses pembongkaran di Pelabuhan Tanjung Payung Penagi diangkut dengan KM Bayupermata dari pelabuham Sunda Kelapa Tanjungpriok Jakarta, Team Leader Operasi PLN Batam, Ghali Rusydy ynag dikonfirmasi saat itu menjelaskan,

” Empat unit mesin pembangkit ini, satu unit mesin masin -masing berkekuatan 900 Kw. Ghali juga menjelaskan dalam proses pemasangan (interkoneksi -red) , membutuhkan waktu yang cukup lama yang diperkirakan selama dua bulan hingga dapat digunakan keseluruhan. (red)