20 Mei 2024

Iran dan Israel Makin Memanas, Siap Saling Serang

KoranRakyat.co.id –Suasana dua Negara bertetangga di kawasan Timur Tengah makin memanas dan menyataka siap[ saling seranhg.

Mengutip TRIBUNNEWS.COM, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, berjanji akan menanggapi Iran jika mereka menyerang Israel sebagai pembalasan atas pembunuhan tujuh anggota Garda Revolusi Iran (IRGC), termasuk dua jenderal senior di konsulatnya di Damaskus, Suriah pada 1 April lalu.

“Kita hidup di hari-hari yang penuh tantangan,” kata yang mengawali pidatonya dalam kunjungannya ke pangkalan udara Tel Nof, Israel tengah, Kamis (11/4/2024).

“Kita berada di tengah-tengah perang di Gaza, yang terus berlanjut dengan segala kekuatannya, dan pada saat yang sama kita terus melakukan upaya tanpa henti untuk mengambil kembali orang-orang kita yang diculik,” ujarnya kepada anggota Skuadron ke-133 yang mengoperasikan jet tempur F-15.

Ia menambahkan bahwa Israel juga menghadapi ancaman lain seperti Iran.

“Tetapi kami juga mempersiapkan skenario yang mencakup tantangan yang berasal dari arena lain,” kata Netanyahu, merujuk pada kemungkinan konfrontasi di front lain yang tidak disebutkan secara spesifik.

“Kami telah menetapkan prinsip sederhana bahwa siapa pun yang merugikan kami, kami akan merugikannya,” tambahnya.

Perdana menteri itu menekankan Israel sedang memperjuangkan keamanan nasionalnya.

“Kami sedang bersiap untuk memenuhi kebutuhan keamanan Negara Israel, baik dalam pertahanan maupun serangan,” katanya.

Di hadapan anggota Skuadron ke-133, Netanyahu memotivasi mereka untuk menjalankan perintahnya.

“Saya dan rakyat Israel mengandalkan Anda dan saya berharap kita semua sukses besar,” kata Netanyahu kepada mereka, dikutip dari Maan News.

Israel sedang mempersiapkan kemungkinan serangan Iran sebagai tanggapan atas pembunuhan dua jenderal senior dan lima perwira Iran dalam serangan udara terhadap konsulat Iran di Damaskus, Suriah, pada Senin (1/4/2024).

Israel akan Balas Pakai Berbagai Kekuatan Militer

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mengkonfirmasi bahwa Israel akan menanggapi secara langsung setiap serangan Iran.

Kantor Yoav Gallant mengutip pernyataan menteri tersebut yang mengatakan kepada Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Lloyd Austin.

“Setiap serangan langsung Iran akan memerlukan tanggapan Israel yang tepat terhadap Iran,” katanya, seperti dilaporkan Reuters, Kamis (11/4/2024).

Selain itu, juru bicara militer Israel Daniel Hagari mengatakan bahwa Israel waspada terhadap kemungkinan serangan Iran dan bersi ita Jerman.

“Kami siap untuk serangan dan pertahanan yang dihasilkan, untuk itu kami akan ap menghadapi berbagai skenario, menurut apa yang dilansir Kantor Ber

menggunakan berbagai kemampuan militer,” katanya.

Dia menambahkan bahwa Israel juga dapat mengandalkan mitra strategisnya.

Iran akan Balas Serangan Israel

 Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei mengancam akan membalas serangan Israel terhadap konsulatnya di Damaskus.

Ia mengulangi pernyataannya pada Rabu (10/4/2024), bahwa Israel akan mendapatkan balasan.

“Entitas Zionis melakukan kesalahan dengan menyerang gedung konsulat Iran di Damaskus. Serangan terhadap konsulat kami berarti serangan terhadap tanah kami, dan entitas ini harus dan akan dihukum,” kata Ali Khamenei, dikutip dari Reuters.

Sejumlah media Barat memprediksi bahwa serangan balasan Iran terhadap Israel kemungkinan melibatkan front perlawanan yang menjalin hubungan dengan Iran.

Hubungan Israel dan Iran memburuk sejak revolusi Iran pada tahun 1979 yang dipimpin oleh Ayatollah Ruhollah Khomenei.

Setelah menggulingkan Raja Mohammad Reza Pahlavi, Iran menerapkan kebijakan anti-Israel, yang diteruskan oleh Ayatollah Ali Khamenei, penerus Ayatollah Ruhollah Khomenei.

Sementara Israel menuduh Iran mendanai faksi perlawanan seperti Hamas dan Hizbullah untuk melawan Israel, sebuah tuduhan yang dibantah oleh Iran.

Saat ini, Israel masih melancarkan agresinya di Jalur Gaza, jumlah kematian warga Palestina meningkat menjadi 33.482 jiwa dan 76.049 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Kamis (11/4/2024), dan 1.147 kematian di wilayah Israel, dikutip dari Xinhua News. (*/Sar)