16 Juni 2024

Harapan agar Unsri Beri Prioritas pada Warga OI

INDRALAYA|KoranRakyat co.id – ADA yang menarik dari pertemuan antara Kepala SMAN 1 Indralaya, Pudyo Laksono, S.Pd dan Ketua Komite Sekolah, Drs H Iklim Cahya, MM dengan para orang tua/wali siswa yang berpeluang masuk PTN melalui jalur prestasi. Hal menarik tersebut yakni mereka berharap para lulusan SLTA di Kabupaten Ogan Ilir (OI) mendapat prioritas dari segi jumlah untuk berkuliah di Universitas Sriwijaya (Unsri). Alasan mereka dikarenakan kampus utama Unsri berlokasi di Indralaya OI.

Harapan tersebut muncul saat berlangsung dialog atau tanya jawab, dalam pertemuan sosialisasi siswa-siswi SMAN 1 Indralaya yang berpeluang masuk PTN melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP) tahun 2024.

Dalam acara tersebut Sekolah menghadirkan tiga narasumber yakni Dr Ketang Wiyono, M.Pd (Dosen Unsri), Dr Suparmin (Praktisi Pendidikan dari Dinas Pendidikan Sumsel), serta Drs H Iklim Cahya, MM (Ketua Komite Sekolah). Pertemuan berlangsung di Aula SMAN 1 Indralaya, Selasa siang, 6 Februari 2024, dipimpin oleh Pudyo Laksono.

Menurut Pudyo Laksono, untuk tahun 2024 ini, ada sebanyak 101 siswa/siswi SMAN 1 Indralaya yang masuk egilible, atau memenuhi syarat untuk diterima di PTN melalui jalur prestasi, dan kebanyakan di Unsri. Mereka terdiri dari 69 jurusan IPA dan 42 jurusan IPS.

“Supaya para orang tua/wali siswa mengetahui, maka pihak sekolah mengundang mereka, supaya bisa mendampingi/bermusyawarah dalam memilih fakultas/jurusan/program studi apa yang cocok untuk anak-anaknya” ujar Pudyo.

Hal ini penting, ujar Sony sapaan akrab Pudyo Laksono, supaya ketika lulus betul-betul diterima/diambil. Sebab kalau tidak diambil dikhawatirkan sekolah akan dapat sanksi blacklist dari PTN tersebut, sehingga dapat merugikan lulusan berikutnya, ujar Sonny.

Sementara Ketua Komite SMAN 1 Indralaya, Iklim Cahya meminta agar dalam menentukan fakultas/jurusan/prodi yang dipilih, sebaiknya memperhatikan kemampuan, serta bakat/minat sang anak. Sehingga punya peluang lebih besar untuk lulus, dan setelah lulus memang senang menjalani perkuliahannya, ujar Iklim Cahya yang juga alumni Unsri ini.

Hal senada juga disampaikan Dr Suparmin. Selain itu Suparmin juga meminta kepada para orang tua/wali siswa, selain memperhatikan kemampuan dan bakat si anak, juga harus mempertimbangkan kemampuan ekonomi bila diterima di fakultas/jurusan/Prodi tersebut.

Lalu Dr Ketang Wiyono, memberikan informasi tentang data dan peta persaingan untuk masuk ke sejumlah fakultas/Jurusan/Prodi yang ada di Unsri. Ketang Wiyono mencontohkan, misalnya untuk masuk Fakultas Kedokteran yang diterima hanya 50 orang, sementara jumlah peminatnya sekitar 1.200 orang. Begitu pula yang ramai peminatnya yakni program studi PGSD FKIP Unsri, mencapai 1.600 orang, sementara yang diterima hanya sekitar 20 orang.

“Jadi sebaiknya para siswa juga memperhatikan peta persaingan tersebut dalam memilih fakultas/jurusan/prodi yang akan dipilih,” sarannya.

Sementara untuk UKT (Uang Kuliah Tunggal) yang dibayarkan, lanjut Ketang Wiyono, besarannya tergantung tingkat ekonomi orang tua. Hal tersebut nanti tercermin dari indikator yang dilihat oleh pihak fakultas seperti rumah, kendaraan, daftar gaji, dan rekening listrik.

Terkait dengan harapan agar lulusan SLTA dari OI, bisa mendapat prioritas lebih banyak diterima di Unsri, Ketang Wiyono mempersilahkan untuk menyampaikan aspirasi tersebut ke pihak Rektorat Unsri.

Sementara Iklim Cahya, berupaya akan menyampaikan hal ini kepada pihak Pemkab dan DPRD OI, supaya dapat ditindaklanjuti secara formal. Menurut Iklim Cahya, cukup logis juga kalau pihak Unsri merespon aspirasi tersebut, tentu melalui kajian dan pertimbangan yang matang. Namun Iklim mengingatkan, bagi para lulusan SLTA kalau mau masuk Unsri, selain melalui jalur prestasi, juga bisa melalui jalur KIP, Tes tertulis secara nasional, maupun melalui jalur mandiri yakni tes masuk untuk lokal Unsri saja, ujar Iklim. (ica)