Hanya Tiga Calon yang Berani Tampil pada Debat Kandidat Ketua PWI Sumsel

PALEMBANG|KoranRakyat co.id – DEBAT Kandidat Ketua PWI Sumsel periode 2024 – 2029 di Gedung Pertemuan Universitas Terbuka (UT) Palembang, Senin 22 Januari 2024, berjalan lancar dan semarak, dihadiri sekitar 100 peserta/audiens wartawan dan mahasiswa.
Sementara kandidat yang berani tampil hanya 3 orang, yakni Afdhal Azmi Jambak, SH, Dr Hadi Prayogo, M.Ikom dan HM Syarifuddin Basrie, S.Ikom. Sementara empat kandidat lainnya tidak hadir. Dwitri Kartini mengaku ada tugas kantor/perusahaan di tempat ia bekerja. Kurnaidi mengaku sedang memimpin PWI Muba dalam acara penyampaian bantuan kepada korban banjir. Sedangkan Agus Harizal dan Richan Joe tidak ada kabar.

Debat Kandidat yang diinisiasi Wartawan 789 Sumsel ini dibuka PLT Ketua PWI Sumsel, Anwar Sy Rasuan, dan dimoderatori oleh dua wartawan senior, Drs H Maspril Aries, SH dan Drs H Bangun Lubis, MM.
Kemudian hadir dan menyampaikan kata Sambutan Dr Meita Istianda, SIP, M.Si, Direktur Universitas Terbuka (UT) Palembang, serta Dosen Ilmu Komunikasi Politik/Pengamat Politik Sumsel, Ade Indra Chaniago, M.Si.
Debat yang berlangsung selama lebih dari dua jam ini, dibagi ke dalam 6 sesi yakni ;
Sesi 1 : Pemaparan Visi Misi dan Program Kandidat.
Sesi 2 : Wartawan Bertanya
Sesi 3 : Wartawan Senior Bertanya
Sesi 4 : Akademisi dan Mahasiswa Bertanya
Sesi 5 : Kandidat Saling Bertanya
Sesi 6 : Closing Statement dari kandidat.
Dalam visi misinya, kandidat Afdhal Azmi Jambak yang tampil pertama, memaparkan visinya yakni Wartawan Berintegritas dan Semua Bahagia. Visi ini dijabarkannya ke dalam 10 misi, antara lain menyangkut memberantas money politic dalam pemilihan ketua PWI, karena hal ini dilarang baik oleh aturan hukum maupun agama. Menjalin komunikasi dengan semua komponen untuk eksistensi PWI lebih baik lagi, serta mengupayakan adanya unit usaha untuk membantu kesejahteraan anggota.
Sedangkan Hadi Prayogo yang tampil kedua, mengangkat visi; Wartawan Eksis di Era Digital. Hadi menjelaskan di era digital ini maka wartawan harus menguasai berbagai konten yang bisa dimanfaatkan untuk sumber penghasilan yang legal. Untuk itu Hadi berjanji akan melakukan pelatihan terhadap para wartawan supaya menguasai teknologi dan masalah digitalisasi ini. Hadi juga akan mengupayakan berdirinya gedung kantor PWI, untuk nantinya menjadi kebanggaan wartawan masa kini dan wartawan generasi mendatang, ujar Hadi Prayogo.

Sedangkan Syarifuddin Basrie mengangkat tentang kesejahteraan wartawan. Syarifuddin akan mengupayakan haji dan umrah gratis, serta bea siswa kuliah S1, S2, dan S3 bagi wartawan, dengan memanfaatkan dan mengupayakan peluang yang ada.
Setiap sesi dalam debat kandidat ini, berjalan seru dengan berbagai pertanyaan dari peserta yang hadir. Sejumlah wartawan yang bertanya dan menyampaikan pendapatnya yakni Sandi, Sarono P Sasmito, Herman Zen. Lalu Helmi Apri, Anwar Rasuan, Dahri Maulana, dan Helmy Marsindang.
Selain itu juga ikut bertanya Direktur UT Palembang, Dr Meita Istianda, S.IP, M.Si, dan Pengamat Politik Sumsel, Ade Indra Chaniago, M.Si, serta sejumlah mahasiswa UT.
Intisari dari pertanyaan yang dilontarkan kepada para kandidat ketua PWI Sumsel tersebut, menginginkan siapapun yang terpilih menjadi Ketua PWI Sumsel periode 2024 – 2029, diminta untuk menjadikan visi, misi, dan program yang telah disampaikan, bukan hanya tertera di atas kertas, tapi harus benar-benar dieksekusi. Para penanya minta agar ketua PWI Sumsel mendatang mampu membawa organisasi PWI lebih baik lagi dalam berbagai hal. Baik yang menyangkut transparansi anggaran, memfungsikan semua pengurus sesuai bidangnya, peningkatan kapasitas anggota, serta peningkatan kesejahteraan anggota.

Sesi yang juga menarik adalah saat ketiga kandidat tampil saling bertanya. Afdhal secara gamblang menyatakan tidak setuju dengan program umroh dan haji gratis yang digagas oleh kandidat Syarifuddin Basrie. Karena masalah beribadah haji dan umroh, menurut Afdhal, lebih baik dengan modal sendiri/pribadi, supaya lebih afdhol karena ini masalah ibadah.
Sedangkan Syarifuddin Basrie mengatakan, ibadah haji dan umrah gratis ini, sudah menjadi program pemerintah. Karena itu wartawan harus memanfaatkan peluang ini, baik sebagai pembimbing, petugas liputan berita, atau hal-hal lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh wartawan. Sebaliknya Syarifuddin justru menganggap kecil kalau program kartu PWI gratis dan UKW gratis yang disampaikan oleh Afdhal.
Setiap peserta yang bertanya juga diberikan mushaf Alquran dari pihak sponsor, dan untuk lima mahasiswa mendapat buku jurnalistik karya Maspril Aries. Di akhir acara dilakukan foto bersama. (ica)
