Pemerintah Natuna Masih Hadir Urus Kebutuhan Penyintas Bencana Longsor Serasan


KR, Natuna,- Terkait keluhan 4 masalah pokok yang disampaikan penyintas bencana longsor di desa Pangkalan, yang disampaikan kepada anggota DPRD Natuna Pang Ali by telpon dan tatap muka vidio call . Ditanggapi oleh Zulheppy, SH yang saat ini diamanahkan sebagai Koordinator Logistik Bencana Longsor Dipulau Serasan ( Kec.Serasan Dan Kec.Serasan Timur) Beliau juga menjabat Kepala Bidang / Kabid Kedaruratan Dan Logistik BPBD Kab.Natuna.
Zulheppy menyampaikan bahwa untuk kebutuhan pengungsi kami anggap ridak ada masalah dan harusnya tidak dipermasalahkan, pemerintah daerah, kecamatan dan desa alhamdulillah sudah semaksimal mungkin bekerja mengatur pengungsian dan logistiknya,
“Maka saya menilai laporan yang diterima belum tentu sama dengan kenyataan yang terlihat dilapangan, Logistik untuk pengungsi yang di simpan di gudang Kelurahan bisa atau cukup untuk 3 bulan Kedepan “ terang Zulhapi disela kesibukannya mengurus Logistik yang diminta penyintas, ( pengungsi-red)

Tidak AdaUmum Untuk Pengungsi di Serasan Saat ini
“ Saat ini setahu saya tidak ada lagi Dapur Umum, Pengungsi, saat ini ada khusus warga desa Pangkalan yang menyebar dibeberapa titik diwilayah desa Pangkalan dan Kelurahan, saya setiap hari berkoordinasi dengan Plh. Kades desa pangkalan beserta Perangkatnya dan pengungsinya, setiap hari saya ke desa Pangkalan dan saya putra daerah desa Pangkalan”
Terkait kenapa saat ini tidak ada dapur umum yang di buka Satgas tanggap bencana untuk penyintas tanah longsor, Zulhepy menjelaskan jika saat ini pengungsi sudah dikembalikan ketempat mansing-masing, ada yang mengontrak dan tinggal di rumah keluarga mansing-masing, degan biaya kontrak ditangung pemerintah dan logistik disalurkan sesuai kebutuhan pengungsi
Kondisi Pengungsi di gedung TK dan TPQ ( Paud) di desa Pangkalan
“ Sebelumnya meraka (penyintas/pengungsi-red) mengunakan Gedung, saat ini memang ada sebagaian yang bertahan tinggal di Gedung TK , ada 2 KK , sementara digedung PAUD ada 4 KK ada juga yang di perumahan uru SMAN 1 Serasan, 1 KK dan kebutuhan logistik mereka diurus pihak desa dan mereka masak mansing-masing Pengungsi Bahkan Dapat membawa Kulkas Ditempat Pengungsian…

Sejak H+1 hingga H+14 memang ada tim kerja yang bertugas memasak saat itu datanya ada sekiar 20 orang untuk titik pengungsi SMAN 1, tim kerja ini mengurus makan pengungsi saat itu yang bejumlah 1.484, tim kerja ini bertugas memasak, mencari logistiknya untuk memasak, sering dikesempatan Tim kerja ini harus mengeluarkan biaya untuk membeli bumbu dan sayur tambahan bahkan untuk membeli kayu bakar untuk masak, kondisinya memang saat itu tidak ada di dapur umum titik pengungsi SMAN 1 Serasan
Saat di konfirmasi terkait data nama petugas masak dan koordinator pengungsi yang urus kebutuhan logistik saat itu atau apakah masuk dalam data satgas
Zulheppy mnjelaskan bahwa hingga saat ini belum mengetahui
“ Kami tidak pegang data Itu, dan saat ini dapur pengungsi di TK dan PAUD desa Pangkalan untuk kebutuhan pengungsi kami anggap tidak ada masalah yang harus dipermasalahkan, pemerintah daerah, kecamatan dan desa, sudah semaksimal mungkin bekerja untuk mengatur pengungsian dan logistiknya. Dengan masih adanya BPBD di kabupatenNatuna dipulau Serasan membuktikan keseriusan dan kepedulian pemerintah terhadap bencana yang ada di Pulau Serasan.” Terang Zulheppy, * (red)
