H+6 Satgas Tanggap Bencana Tenemukan 7 Jenazah lagi, Total jadi 44 MD 1 Belum Diidentifikasi, 10 Berstatus Hilang.

KR Natuna- Hinga H + (6) Sesuai data evaluasi Sistem Komando Tanggap Darurat Bencana Banjir Bandang dan Tanah Longsor Dikecamatan Serasan Dan Serasan Timur, Sabtu (11/03/2023) higga 23.00 Wib Satgas Tanggap Bencana kembali menemukan tambahan 7 Jenazah, sehingga Total jadi 44 Meninggal Dunia (MD) 1 Belum diidentifikasi, 10 masih berstatus Hilang.
Bupati Natuna Wan Siswandi menjelaskan bahwa pemkab natuna dan ajjaran serta seluruh Komandan Satgas yanag berada di Serasan selalu rapat monitoring dan Evaluasi setiap malam, untuk meminimalisir persoalan yang terjadi duilapngan dan dalam rangka penyempurnaan pekerjaan penanganan pasca bencana longsor di desa pangkalan 6 Maret lalu,
Bupati berharap semua persoalan dan kekurangan selama proses pencarian, evakuasi dan penanganan pengunsi warga terdampak bencana banjir bandang dan ranah longsor di kecamatan Serasan Dan Serasan Timur bisa segera di carikan solusi.
” Saya masih berharap seua tim yang saat ini terlibat fokus di pencarian dan evakuasi saat Ini< ” terangnya
Bupati Natuna meminta Sekcam Serasan Rama untuk Segera menunjuk Koordinator untuk pengungsi di desa Payak, desa Arung Ayam dan desa Air Nusa agar memudahkan koordinasi dalam penyediaan barang logistik bagi para pengungsi
“Hingga hari ini tanggal 11 Maret tim kembali menemukan 7 jenazah. Kendala yang diadapi masih adanya lumpur yang bercampur air sehingga menyulitkan proses pencarian , Jadi total korban yang ditemukan menjadi 44 jenazah dan 1 jenazah belum teridentifikasi, ” Jelas Kakansar Kab.Natuna Abdurrahman
Sementara Kapolsek Serasan Iptu Malik menjelaskan kendala pendataan karena Banyak Warga Yg sebelumnya di pengungsia sudah pulang Namun Tidak Melaporkan Kepada pihak berwajib mauoun perangkat pemerinah, Namun Mereka Datang Siang Meminta Bahan Pokok utk dimasak Dirumah Masing masing.
Dalam catatan Satgas Tanggap Bencana sementara ada 40 warga yang sudah Pulang kerumah dari tempat pengungsian
Sesuai Data ynag dihimpun Kominfo kab Natuna total pengungsi masih tetap 1863 Orang
Data pengungsi di 4 (empay) titik meliputi :
Pengungsian PLBN : 635 Orang Pengungsian Desa Payak: 115 Orang
Pengungsian Batu Berian : 100 orang
Pengungsian di SMA 1 : 282 orang
Pengungsian Pelimpak : 500 Orang Pengungsian Airnusa : 231 Orang
Total Pengungsi 4 titik : 1.863 Orang
” Untuk data korban luka berat: 04 Orang ( 3 orang diirawat di Kalimantan, 1 orang dirawat di RSUD Ranai )
Sementara rumah yang terdampak ada 100 rumah. Dinas Kominfo Natuna telah mengumpulkan para Kades untuk mengumpulkan update data para pengungsi,” jelas Bukhary, S.STP MAP kadis Kominfo kab Natuna,
Untuk logistik berupa beras dan sembako bagi pengungsi aman,
” Perhari ini Tanggal 11 Maret 2023 dengan Rincian
– Beras 20 Ton
– Air Mineral 6188 Dus
– Gula 800Kg
– Minyak Goreng 87 Dus,Migor Derigen 183
– Sarden 29 Dus
– Susu 28 Dus
– Susu Balita 502 Dus
– Indomie 1059 Dus
– Telur 2776 Papan
– Paket Sembako BNPB 400 Paket
– Paket Sembako Polda Kalbar 300 Paket
– Paket Sembako Masyarakat Biasa 117 Paket ” jelas Nurul Huda selaku Koodinator Logistik di pelabuhan PLBN Serasan. 
Jenazah yang ditemukan hari Ini ada 7 Jenazah dengan rincian terdiri dari 3 jenazah laki laki dan 4 jenazah perempuan .Jenazah didominasi oleh Anak anak Dengan Jumlah 5 Orang yaitu :
Teridentifikasi atas nama :
– Said Zaki mubarak bin said Iswandi 8 tahun
– Hariyuni Binti Rasip 51 tahun
– Sifa anastasia binti Novian Abrianturo 15 tahun
– M. AlfaRizki Bin Novian Abrianturo 9 tahun
– Aira Marzia Binti Novian Abrianturo 4 tahun
– suniman Bin Abdul Gani 71 tahun
– khalisah Binti Hasmarullah 8 thn
Tim di lapangan juga memperoleh laporan masyarakat bahwa masih adanya potensi longsor dilokasi karna ada retakan di beberapa titik.
Warga kawatir apabila hari hujan 3 hari Berturut turut akan ada potensi banjir bandang dan longsor susulan,
Menanggapi laporan ini Bupati Natuna menghimbau warga di seluruh pulau Serasan untuk waspada jika melihat air keruh atau ada tanda tanda Potensi longsor
” Saya menghimbau warga Serasan untuk selalu waspada, silahkan segera mengungsi apabila ada tanda tanda yang membahayakan keselamatan” terang Wan Siswandi
Hasil pantauan di lapangan dan sejumlah laporan masyarakat masih ada 7 titik rawan banjir bandang dan taanah longsor di seluruh pulau Serasan
Menyikapi kondisi ini masyarakat Serasan harus terus di edukasi Terkait Potensi Longsor yang ada di pulau Serasan
Sementara untuk rumah relokasi yang dibangun yang awalnya 100 kin diusulkan kembali menjadi 147 dengan tambahan 1 SD dan 1 Unit Mushola
Kondisi Serasan yang sebeumnya juga krisis bahan bakar untuk saat ini Stok Minyak Pertalite Sdh dibagikan Ke Pengecer.
Stok BBM khususnya minyak Solar untuk pembangkit PLN ada 50 Ton, sedangkan untuk masyarakat masih menunggu pasokan datang dalam waktu dekat.
Prediksi pembangunan Rumah Hunian Tetap ( HUNTAP) Sekitar 3 bulan, TNI-POLRI yang bertugas di Operasi Bencana siap membantu apabila ada kekurangan personil dalam pelaksanaan kegiatan
Mulai Senin 12/03/2023. Kegiatan belajar mengajar Akan diaktivkan kembali setelah masa tanggap darurat yang ditetapkan Selesai. Logistik Barang Barang Bantuan akan Sesegera Mungkin Dibagikan ke Para Pengungsi Dan Korban Bencana
Rencanaya Besok Minggu Akan diadakan Edukasi dan Sosialisasi Bencana di Kec. Serasan Dan Kec.Serasan Timur melibatkan semua unsur Kecamatan,Kades ,Guru dan Masyarakat
. Data Pengungsi
– Pengungsi diPLBN 436 Orang
– Pengungsi Desa Payak 605 Orang
– Pengungsi Batu Berian 136 Orang
– Pengungsi SMA 1 Serasan 238 Orang
– Pengungsi Pelimpak 432 Orang
– Pengungsi Air nusa 393 Orang
– Total Pengungsi 2.240 Orang
Rumah yang terdampak : 100 Rumah (red)
