19 Mei 2026

Pemkab OI Bersama DPRD Perjuangkan Usulan Exit Tol di Payaraman ke Kementerian PUPR

INDRALAYA|KoranRakyat co.id – Bupati Ogan Ilir (OI), Panca Wijaya Akbar diwakili Sekda H Muhsin Abdullah, ST, MT, MM bersama anggota DPRD OI, memperjuangkan usulan pembangunan Exit (pintu) Tol di Kecamatan Payaraman ke BPJT Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Menurut Muhsin Abdullah yang didampingi Anggota DPRD OI, Basri M Zahri, M Ikbal, dan M Ali, usulan tersebut disambut baik dan akan ditindaklanjuti oleh Kementerian PUPR.

“Alhamdulilah permintaan masyarakat Kecamatan Payaraman agar di daerah mereka dibuatkan exit tol, sudah ditindaklanjuti dengan beraudiensi dengan pihak BPJT Kementerian PUPR sesuai instruksi Bapak Bupati Panca Wijaya Akbar, disambut baik dan Insyaallah akan ada tindaklanjutnya oleh Pihak PJT PT HK maupun dari pihak BPJT dan yang terkait lainnya,” ujar Sekda Muhsin Abdullah kepada wartawan, Kamis 8 Februari lalu.

Selain kepada BPJT Kementerian PUPR, H Muhsin Abdullah bersama anggota DPRD Ogan Ilir seperti Basri M Zahri, Muhammad Ikbal dan Muhammad Ali juga beraudiensi kepada pihak Pembangunan Jalan Tol (PJT) PT Hutama Karya guna mendesak agar memperbaiki jalan kabupaten yang rusak akibat aktivitas lalu lintas kendaraan proyek selama pembangunan jalan tol sesuai perjanjian segmen Indralaya – Prabumulih.

“Kita mendesak pihak PJT PT Hutama Karya agar memperbaiki jalan kabupaten yang rusak akibat dari pelaksanaan pengerjaan proyek tersebut,” ujar Muhsin lagi.

Sedangkan Anggota DPRD OI, Ahmad Basri M Zahri yang ikut dalam audiensi tersebut mengatakan, terkait permintaan masyarakat agar disediakan Exit Tol di ruas Kecamatan Tanjung Batu, Kecamatan Payaraman, Kecamatan Rambang Kuang, Kecamatan Muara Kuang dan Lubuk keliat, berharap kepada Kementrian PUPR khususnya BPJT atau Badan Pengatur jalan Tol dan Pihak Hutama Karya agar dapat merealisasikan permintaan masyarakat tersebut.

Diungkapkan Basri, kenapa pihak pemerintah pusat melalui BPJT Kementerian PUPR harus memenuhi permintaan warga, sebab lima kecamatan itu memiliki sumber daya alam melimpah seperti minyak bumi, gas alam, perkebunan sawit dan karet, serta perkebunan nanas warga, kerajinan songket, rumah knock down dan lain-lain.

“Jika ada exit tol maka jarak tempuh yang selama ini 3,5 jam jika hendak memastikan hasil bumi ke Palembang dengan adanya exit tol maka waktu yang ditempuh bisa dipangkas menjadi 2,5 jam,” ujar Basri lagi.

“Kemarin kami Pihak DPRD Ogan Ilir dan Pemerintah Daerah Ogan Ilir, langsung mengantarkan surat permintaan masyarakat lima kecamatan tersebut, semoga dapat dikabulkan oleh pemerintah pusat,” sambung Basri M Zahri

Basri juga mendesak pihak pelaksana pembangunan jalan tol Palembang-Prabumulih segera memperbaiki akses jalan kabupaten yang rusak saat digunakan untuk pembangunan jalan tol tersebut, karena jalan ini merupakan urat nadi perekonomian daerah

“Jangan malah merugikan rakyat,” pungkas Basri M Zahri.

Ikut juga dalam rombongan Asisten II Sekda OI, Nur Alamsyah, Ketua Bappeda, M Taher Ritonga, dan Kadi PUPR, Ruslan. (rel/ica)