4 Februari 2023

Zikir dan Refleksi Akhir Tahun di Masjid Agung An Nur

TANJUNG SENAI|KoranRakyat co.id – KEGIATAN Zikir dan Refleksi menjelang pergantian tahun 2022/23 M yang dilaksanakan Manajemen Masjid Agung An Nur, Tanjung Senai Ogan Ilir (OI), Jumat malam 30 Desember 2022, berjalan khidmat.

Sekitar 100 orang terdiri dari kaum dewasa, remaja, dan anak-anak menghadiri acara yang dipandu oleh Drs H Ansori Hidjazi, mantan Kabag Kesra Pemkab OI. Diantara tokoh agama dan tokoh masyarakat yang hadir antara lain KH Mukhlis Mansyur (Wantim MUI OI), DR KH Nurhasan, M.Ag (Ketua MUI), KH Agus Jaya, Lc, M.Hum (Mudir Ponpes Pena Kita/mantan Ketua LPTQ OI), H. Periyanto, S.Ag (Kabag TU Kemenag OI), Gusti M Ali (Ketua Masjid Agung An Nur), Ust Syarifuddin Al-Faruq alias Buya Yahya (Mudir Ponpes Darussalam Alfatah Tanjung Pering), serta Ust Abdallah Syafei, S.Pdi (Da’i /Pengurus Masjid An Nur).

Acara diawali kata pengantar dari Drs H Iklim Cahya, MM sebagai salah seorang inisiator kegiatan tersebut. Menurut Iklim Cahya, kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pencerahan bagaimana aktifitas masyarakat merayakan tahun baru Masehi, sehingga tidak melanggar norma agama Islam dan norma sosial yang berlaku di masyarakat Timur. Berharap, sesuai dengan namanya, dari Masjid Agung An Nur akan mampu memberikan sinar atau cahaya yang mampu menerangi kehidupan masyarakat, khususnya di Ogan Ilir.

Sementara acara Zikir dipimpin oleh Buya Yahya, yang berlangsung khusyuk dan khidmat. Diantara yang hadir juga para santri Ponpes Al-Fatah Tanjung Pering serta anak-anak Pramuka yang lagi berkemah di Pesona Tanjung Senai.

Sedangkan narasumber acara refleksi akhir tahun sebagai bagian dari upaya muhasabah diri, adalah KH Nurhasan dan KH Agus Jaya.

Nurhasan menekankan agar umat Islam dalam acara pergantian tahun dan tahun baru Masehi, tidak terjebak pada kegiatan dan aktifitas yang negatif yang bertentangan dengan akidah dan norma agama Islam.

“Lebih baik dan lebih indah diisi dengan hal-hal yang positif seperti menggelar pengajian dan doa bersama, atau kegiatan-kegiatan lain yang bermanfaat,” harapnya.

Sedangkan Agus Jaya mengupas hadits Rasulullah SAW, yang terkait dengan upa menjaga lima sebelum datang yang lima. Yakni menjaga atau memanfaatkan dengan sebaik-baiknya masa muda sebelum datang masa tua. Menjaga dan memanfaatkan masa saat masih sehat sebelum datang masa sakit. Menjaga masa kaya dengan bersadaqoh sebelum datang masa melarat/miskin. Menjaga masa sempat sebelum datang masa sempit, serta mengisi masa hidup dengan ibadah dan aktifitas yang bermanfaat, ebelum datangnya kematian.

Acara juga memberi kesempatan tanya jawab, dan penyampaian pandangan kepada yang hadir. Diantaranya pandangan disampaikan oleh KH Mukhlis Mansyur, tentang bagaimana supaya motto kabupaten Santri betul-betul tercermin dalam kehidupan masyarakat dan dalam kebijakan pemerintah daerah.

Menanggapi kegiatan zikir dan refleksi akhir tahun ini, Ketua Masjid An Nur, Gusti M Ali mengatakan, Alhamdulillah kegiatan berjalan sebagaimana yang dijadwalkan. Kehadiran dua narasumber, KH Nurhasab dan KH Agus Jaya menjadikan suasana tambah bermutu.

Gusti Ali menyimpulkan, melihat manfaat positif kegiatan Zikir dan Refleksi akhir tahun 2022 ini, maka kegiatan seperti ini harus ditingkatkan lagi. Oleh karena itu, Masjid Agung An Nur akan bekerjasama dengan Pemkab OI, Kemenag, MUI dan Ormas Islam lainnya akan melaksanakan kegiatan zikir dan refleksi secara rutin bila perlu setiap bulan pada tahun 2023 nanti, ujarnya. (ica)

Lewat ke baris perkakas