4 Februari 2023

Jokowi: Pencabutan Status PSBB dan PPKM Menunggu Kajian

Jokowi: Pencabutan Status PSBB dan PPKM Menunggu Kajian

Selasa, 28 Desember 2022                        Oleh :  Muhamad Sukur 

KEPRI l Koranrakyat.co.id – Presiden Joko Widodo kembali menegaskan pencabutan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) atau Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pasca Pandemi Covid-¹9 masih menunggu kajian yang mencakup sero survei untuk melihat tingkat antibodi pada populasi masyarakat.

“Untuk PSBB, PPKM belum sampai dimeja saya karena ini menyangkut sero survei kajian-kajian. Saya minta harus detail, jangan sampai keliru memutuskan. Sebaiknya kita sabar menunggu, Nanti kalau sudah selesai akan saya umumkan, ucap Jokowi kepada awak media usai resmikan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin, 26 Desember 2022.

Menurut Presiden, jika hasil sero survei sudah di atas 90 persen, dan imunitas masyarakat sudah baik dengan memiliki kekebalan tubuh yang baik, masyarakat akan lebih siap dalam menghadapi ancaman virus lain. memang kasus harian Covid19 telah turun dibawah angka 1.000 kasus. Tapi kalau belum melakukan kajian kita belum berani.

“Asal nanti sero survei kita sudah di atas 90 ya artinya imunitas kita sudah baik, ada apapun dari manapun yang enggak ada masalah, jadi tunggu kajian dari Pak Menko, Kementerian kesehatan dan para pakar epidemiolog selesai supaya nanti di saat memutuskan hal itu bisa bebar-benar akurat. Saya juga berharap akhir tahun ini sero survei dan kajian itu sudah selesai,” ungkap Presiden.

Selanjutnya Presiden berencana akan segera mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang penghentian PSBB atau PPKM. Karenanya Presiden  berharap kajian tersebut harus sudah selesai pekan ini. sehingga dia dapat menyiapkan Keputusan mengenai penghentian PSBB atau PPKM tersebut, tambahnya seperti disiarkan akun You Tube Sekretariat Presiden, Rabu (21/12).

Awalnya Presiden Jokowi mengingatkan mengenai perjuangan Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19. Saat itu harian delta mencapai 56 ribu kasus lalu sejumlah pihak mengusulkan agar  Indonesia menerapkan lockdown. Namun Presiden kukuh pada keputusanya untuk tidak memberlakukan lockdown.

“Saat itu saya ingat hampir 80 persen menteri menyarankan ke saya untuk lockdown, termasuk masyarakat juga menyampaikan hal yang sama. Kalau itu saya lakukan mungkin ceritanya akan lain meskipun kemudian Indonesia kembali menghadapi varian baru, yaitu Omicron namun kita tetap tenang dan mampu menghadapinya sehingga kasus COVID-19 bisa dikendalikan.

Kasus COVID-19 pada harian kemarin berada di angka seribuan dan ini telah pulih. Kemarin kasus harian kita berada di angka 1.200 dan hampir sudah normal dan mungkin nanti pada akhir tahun barulah kita akan menyatakan berhenti PSBB, PPKM,” pungkasnya.

Lewat ke baris perkakas