5 Februari 2023

Lomba Fahmil Putri Panas, Sumsel akan Layangkan Nota Protes

BANJARMASIN | KoranRakyat. co.id – BABAK penyisihan cabang Musabaqah Fahmil Al-Quran (MFQ) golongan Putri antara Provinsi Babel (Regu A), Papua Barat (B), DKI Jakarta (C), dan Sumsel (D) berlangsung seru, panas dan tegang. Lantaran terjadi kejaran-kejaran nilai antar peserta dengan selisih yang sangat tipis, khususnya antara tim MFQ DKI Jakarta dengan tim Sumsel.

Ketegangan semakin bertambah lantaran juga terjadi perdebatan hangat antara pengamat perlombaan dengan dewan hakim MFQ, maupun antar pengamat sendiri. Pengamat tersebut memang tugasnya membela kepentingan peserta MFQ bila dinilai dirugikan oleh dewan hakim. Masing-masing pengamat berasal dari provinsi asal peserta. Dari Sumsel diwakili Ustadz H Ahmad Iskandar Zulkarnaen, Lc, M.Ag yang merupakan pelatih tim Fahmil.

Lomba cabang Fahmil putri MTQN XXIX ini berlangsung bakda Sholat Jumat 14 Oktober 2022 di Gedung KH Idham Kholid, komplek perkantoran Pemprop Kalsel di Banjar Baru.
Tim Fahmil Putri Sumsel diperkuat oleh Bahjahul Mahmudah, Nurul Kholifah, serta Riskina. Mereka menempati meja paling kanan.

Protes/sanggahan pertama kali disampaikan pengamat dari Provinsi Babel, yang menilai jawaban regu A sudah benar tapi justru dilempar ke regu lainnya, dan yang menjawabnya regu C (DKI Jakarta). Disini terjadi perdebatan cukup hangat, karena pengamat dari DKI juga menimpali tak mau nilai regu mereka dibatalkan. Tapi pada akhirnya dewan hakim memberikan nilai tersebut kepada regu A (Babel) karena memang mereka lebih berhak.

Lalu perdebatan seru saat nilai regu D (Sumsel) dikurangi 25 oleh dewan hakim, dikarenakan regu D memijit bel terlebih dahulu, sebelum ada aba-aba lemparan soal dari dewan hakim. Pengamat dari Sumsel, H Ahmad Iskandar Zulkarnaen tidak berkeberatan nilai regu mereka dikurangi 25 poin. Tapi Iskandar meminta juga kepada dewan hakim agar regu C (DKI Jakarta) yang dua kali memijit bel saat regu D bicara juga diberi sanksi. Perdebatan berjalan alot, namun dewan hakim tetap pada pendiriannya yakni tidak memberi sanksi kepada regu A. Dikarenakan masalah yang terkait regu C tidak diatur dalam regulasi lomba MFQ.

Perdebatan paling hangat dan seru, saat Iskandar Zulkarnaen mempersoalkan antara pertanyaan dewan hakim dengan jawaban regu C tidak lengkap, sehingga seharusnya jawaban tersebut disalahkan, bukan justru diberi nilai. Perdebatan masalah ini berlangsung cukup lama dan tegang, karena ada penonton /suporter yang juga ikut berkomentar dan berteriak-teriak. Perdebatan tersebut semakin hangat karena nilai antara regu A dan regu D terpaut hanya 100 poin (satu soal). Lalu setelah mendengar saran dari pengamat regu lainnya, akhirnya dewan hakim membatalkan soal tersebut, dan menggantinya dengan soal baru dengan tema senada tentang akidah. Soal baru tersebut kemudian saat diperebutkan masih bisa dijawab oleh regu C (DKI Jakarta), sehingga total nilai mereka menjadi 1.620 poin sedangkan nilai regu D (Sumsel) 1.595 poin atau hanya berselisih 25 poin untuk kemenangan DKI Jakarta.
Namun setelah dilihat kembali dari rekaman jalannya lomba, terlihat bahwa saat menjawab soal rebutan nomor 7 (tujuh), ternyata regu C langsung menjawab dahulu baru menekan /memijit bel. Hal ini dinilai Iskandar, juga melanggar regulasi sehingga nilai regu C juga harus dikurangi. Laporan sebagai bentuk protes dari tim Sumsel ini akan dilayangkan kepada Ketua Dewan Hakim MTQN XXIX.

Dedi Tampil Baik

Sementara itu Qori Sumsel untuk cabang tilawah dewasa putra, yang ikut MTQN XXIX mendapat giliran tampil paling akhir. Dedi Irama baru naik ke mimbar tilawah yang berlokasi di halaman depan Masjid Agung Al-Mukaromah, Martapura, Jumat 14 Oktober 2022 pukul O0.00 dini hari.

Penonton pun sudah banyak yang pulang, hanya tersisa sekitar 25 orang. Tapi Dedi Irama tetap tampil baik dan semangat sesuai ekspektasi pelatih. Ketua LPTQ Sumsel, KH Mudrik Qori yang ikut menyaksikan terlihat puas dengan penampilan Dedi, begitu juga pelatihnya KH Abdul Rauf dan Ust Bangun Sahraya.

Tapi beda dengan MTQ Provinsi Sumsel yang sudah menggunakan teknologi sistem live score, pada MTQN ini belum diterapkan. Sehingga nilai peserta yang tampil masih belum bisa tayang langsung, masih sistem manual yang nanti akan diumumkan oleh pihak panitia.

Tapi menurut KH Abdul Rauf, dilihat dari tampilan Dedi Irama tersebut, in sya Allah bisa masuk ke babak final, harapnya.

Lewat ke baris perkakas