27 September 2022

SOLAR UNTUK NELAYAN LANGKA. DPRD SOROTI LEMAHNYA PENGAASAN

 

Keluhan nelayan yang sulit mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) untuk melaut menjadi atensi anggota DPRD Kabupaten Natuna.

Apalagi nelayan Natuna yang melaut hingga perbatasan negara atau Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE).

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Natuna, Marzuki mengatakan, kelangkaan terjadi sebab pengawasan pendistribusian solar bersubsidi bagi masyarakat sangat kurang.

Suasana rapat yang digelar DPRD Kabupaten Natuna. (foto:ist)

Menurutnya, satu di antara penyebab kelangkaan ini karena solar bersubsidi ini juga dinikmati kalangan umum.

Ia menjelaskan sistem pengawasan pendistribusian solar bersubsidi berada di Pertamina.

Saat ini minyak solar terkesan langka bagi para nelayan.

Suasana rapat yang digelar DPRD Kabupaten Natuna. (foto:ist)

Sehingga dikhawatirkan Pertamina tidak menjalankan fungsi pengawasan distribusi solar bersubsidi secara tepat.

“Pengawasan ada di Pertamina. Ada kelemahan dalam pengawasan karena ada oknum yang bermain dengan SPBU untuk mendapatkan solar bersubsidi. Ada juga nelayan yang nakal,” ujar Marzuki, Rabu (15/6/2022).

Ia memaparkan, Kabupaten Natuna mendapat kuota BBM solar sebanyak 7.275 kiloliter di tahun 2021.

Lewat ke baris perkakas