27 September 2022

Bupati Natuna Sangat Mendukung Resort Bintang 5 ” Adiwana Jelita Sejuba ” Beroperasi

KR Natuna- Setelah melalui tahap pembangunan dalam 3 tahun terkahir,  Natuna kini memiliki Resort bertaraf internasional yang akan segera beroperasi, Resort berkelas Bintang Lima ini bernama  “Adiwana Jelita Sejuba Natuna”  yang terletak di Sejuba Desa Sepempang Kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna.

Kepastian beroperasinya resort bintang lima dengan fasilitas premium ini terungkap saat  jajaran Pengelola bersilaturahmi dengan Bupati Natuna Wan Siswandi dan Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Natuna .

Adiwana Jelita Sejuba  merukan salah satu produk jaringan bisnis group ” Jeevawasa”  yang merancang dan mengoperasikan resort Adiwana Jelita Sejuba Natuna.

Group bisnis ini sudah sangat berpengalaman mengelola resort di pulau dewata Bali, tercatat selain Resort Adiwana Jelita Sejuba di Natuna, jaringan bisnis group ini telah mengelola 7 (tujuh)  Hotel Resort bintang lima yakni  Adiwana Arkara Ubud,  Adiwana Arya Villas, Adiwana Bisma, Adiwana Monkey Forest, Adiwana Resort Jembawan, Adiwana Unagi Suites dan  Adiwana Sueta.

Ketujuh resort kategori bintang lima ini berada di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar Bali yang merupakan pusat seni di Pulau dewata. Adiwana Jelita Sejuba ini adalah yang pertama di luar pulau Bali.

Menjelang beroperasinya Resort Adiwana Jelita Sejuba di Natuna pengelola telah melakukan persiapan yang sangat matang, hal ini bisa kita lihat  dengan mengakses situs web site resmi di alamat web   https://adiwanahotels.com/jelita-sejuba-resort-natuna/ atau acound resmi Istagram  @adiwanajelitasejubanatuna atau acound halaman resmi facebook https://web.facebook.com/Adiwana-Jelita-Sejuba-Natuna.

Nana Mega menyebutkan bahwa kehadiran resort mereka di Natuna, lebih mengedepankan kearifan lokal, baik secara design pembangunya, pelayananya, kulinernya serta produk lainya.

“Kita akan semaksimal mungkin memberikan rasa nyaman bagi wisatawan, dan tamu yang datang dengan menyuguhkan kuliner khas Natuna. Kita ini ingin memadukan pelayanan resort Adiwana Jelita Sejuba dengan kultur budaya daerah  Natuna yang ada, baik kuliner maupun senibudayanya” ungkap Nana Mega selaku Director Of Operations ( Direktur Operasi – red) ynag didampingi Darwin Mandoni selaku Manajer Resort , Yolanda  selaklu Sales Manager ( Manajer Penjualan -red ), Eka Ariawan selaku Director of Sales (Direktur enjualan-red) aat pemaparan di hadapan Bupati Natuna Wan Siswandi dan tim  Percepatan Pembangunan Pariwisata Natuna (P3N). Rabu (23/3), di ruang rapat kantor Bupati Bukit Arai.

Bupati Natuna, Wan Siswandi didampingi sekda Natuna, Boy Wijanarko serta beberapa kepala OPD Natuna yang tergabung dalam TIm Percepatan Pembangunan Pariwisata Natuna menyambut baik investasi mereka untuk membuka Resort berskala bintang lima di Natuna.

” Saya sangat berterimakasih dan sangat mendukung adanya investor yang mau mengembangkan usahanya seperti Resort Adiwana Jelita Sejuba di Natuna. ” jelas Wan Siswandi,

Pengembangan sektor pariwisata di Natuna merupakan program pemerintah, ini merupakan sektor pembangunan yang menjadi skala prioritas yang dicanangkan Presiden Indonesia Joko Widodo, selain sektor Pertahanan, Perikanan, Pariwisata, Migas dan Lingkungan Hidup.

“Untuk sektor pariwisata, tanpa adanya campur tangan dari pihak investor swasta, maka akan susah untuk maju. jadi pemerintah daerah sangat bersyukur dengan adanya pembangunan resort di Natuna makin melengkapi fasilitas pariwisata Natuna, ” TerangWan Siswandi.

Lebih jauh Wan Siswandi menjelaskan bahwa pembangunan pariwisata di Natuna juga tidak bisa berjalan sendiri mengandalkan Dinas Pariwisata saja. Harus ada sarana dan prasarana dasar lainya yang harus dipenuhi, seperti halnya akses jalan, listrik, air baku dan telekomunikasi yang teknisnya berada di Dinas lain, semunya  tergabung dalam Tim Percepatan Pembangunan Pariwisata Natuna.

” Untuk itu saya minta kepada Dinas Perizinan untuk mempermudah proses administrasi yang dibutuhkan. Saya juga minta kepada Dinas terkait agar jangan memungut biaya atau retribusi pajak dulu, biarlah dulu pendukung pariwisata ini berkembang, nanti kalau sidah tepat saatnya baru kita pungut pajaknya sesuai dengan aturan yang berlaku. Untuk saat ini penyerapan tenaga kerja lokal iru sudah sangat luar biasa,”  Ta,bah Wan Siswandi.

Pebisnis Muda Sukses di Balik Adiwana Jelita Sejuba Natuna

Made Adiguna Kusuma CEO Jeevawasa group

Dikutip dari Fortuneidn.com berikut penjelasan singkat siapa dibalik kesuksesan group ” Jeevawasa”  yang berkantor di  Alamat: Jl. Jembawan, Ubud, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571.

Group ” Jeevawasa”adalah  sebuah perusahaan Bali swasta yang mengoperasikan banyak tempat rekreasi ternama, yang berhasil meraih posisi 5 tempat teratas untuk hotel dan restoran yang dinilai wisatawan di Bali di TripAdvisor.

Group ” Jeevawasa” tercatat berhasil menutup tahun 2019 dengan rata-rata penutupan hunian lebih dari 85 persen, meski ditengah lesunya kunjungan Wisman.

Kesuksesan group bisnis ini tak lepas dari sosok  pengusaha muda Made Adiguna Kusuma,

Made Adiguna Kusuma, CEO Adiwana Hotels & Resorts ini menjadi motor utama di balik Adiwana Hotels and Resorts, salah satu tempat akomodasi yang memiliki lokasi terbaik di Bali. Adiwana Hotels and Resorts adalah bagian dari Jeevawasa, sebuah perusahaan Bali swasta yang mengoperasikan banyak tempat rekreasi ternama, seperti Adiwana Arya Villas, Adiwana Dara Ayu Villas, Adiwana Monkey Forest, dan deretan hunian eksotik lainnya.

Bagaimana Made Adiguna Kusuma memulai bisnisnya? Dan apa prinsip utama yang menjadi bagian dari strategi bisnis, hingga berkembang memiliki lebih dari 20 properti di berbagai daerah?

Pulang kampung’ dan cita-cita membesarkan bisnis keluarga

Made Adiguna Kusuma memulai karirnya di bidang perhotelan dengan bergabung di beberapa jaringan hotel internasional bintang lima di Australia. Langkah membangun kerajaan bisnis perhotelan dimulai setelah menyelesaikan gelar master di bidang manajemen hotel internasional.

Ia kembali ke kampung halamannya di Ubud, Bali, untuk mengambil alih salah satu proyek hotel milik keluarga di jantung kota  budaya ini. Menyelesaikan pembangunan dalam waktu satu setengah tahun dan kemudian berhasil menjalankan  Adiwana Resort Jembawan, hotel ini mendapat banyak perhatian dan menarik beberapa investor untuk mempercayakan kemampuan pengembangan yang dikelola oleh Adiguna.

Hal ini menginspirasinya untuk membuat  perusahaan manajemen hotel sendiri dengan nama Jeevawasa. Mengambil namanya dari kata Bali kuno “adi” dan  “wana” yang berarti “hutan yang luas”, Adiwana Resort Jembawan menjadi portofolio pertama merek tersebut. kita bisa mengakses web resmi group bisnis ini untuk mengetahui lebih lanjut di  https://jeevawasa.com/

Saat ini hanya dalam empat tahun, merek tersebut telah berkembang ke lebih dari 20 properti dan proyek yang  sedang berjalan, dengan tersebar di area Ubud, Tegalalang, Payangan, Nusa Lembongan, Nusa Penida dan akan hadir  di Pulau Natuna. Merek ini bertujuan untuk meningkatkan definisi resor butik yang intim, di mana perhatian  terhadap detail dan produk serta layanan berkualitas terbaik.

Strategi kolaborasi dengan seniman lokal

Adiwana Hotels & Resorts dikenal karena berkolaborasi dengan seniman lokal dan arsitek dan penata taman ternama dunia seperti Ground Kent Architect, Popo Danes,  Made Wijaya (Michael White), dan Nyoman Miyoga. Kolaborasi ini telah menciptakan desain yang khas dan detail dari setiap koleksi.

Adiguna memegang erat motonya “keep your profile low and your profit high”, dan memiliki visi kuat agar ke depannya  Adiwana Hotels & Resorts dapat bersaing dengan jaringan internasional.

Berjuang untuk mempromosikan keberlanjutan di setiap aspek pengembangan dan operasional hotel, pengusaha muda Ubud ini membayangkan  ekonomi dan sumber daya yang maju dan berkembang bagi masyarakat setempat.

Terus bertumbuh di tengah pandemi

Didukung bersama dengan tim berpengalaman yang terdiri dari 20 ahli dengan latar belakang luas dari jaringan hotel internasional bintang 5, Adiguna terus memimpin pertumbuhan Jeevawasa bahkan dalam situasi saat ini. Koleksi merek tersebut telah berhasil menutup tahun 2019 dengan rata-rata penutupan hunian lebih dari 85 persen, dan kini di posisi 5 tempat teratas untuk hotel dan restoran yang dinilai wisatawan di Bali di TripAdvisor.

“Permintaan pasar terus meningkat seiring Jeevawasa mengembangkan dua merek lagi, yaitu Inara Hotels & Resorts untuk merek hotel  independen, dan Amatara Hotels & Resorts untuk properti bintang 3,” katanya (red)

Lewat ke baris perkakas