Gubernur Sumsel Sarankan Korban PHK Akibat Pandemi Buka Usaha Online

PALEMBANG | Koranrakyat.co.id — Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H. Herman Deru memberikan motivasi dan mendorong semangat ratusan eks karyawan yang terkena PHK akibat dampak pendemi Covid-19, untuk berusaha dengan memanfaatkan berbagai flatform internet secara online. Selain lebih mudah, jangkauan pasarnya juga tak terbatas dengan wilayah.
Motivasi itu disampaikan Gubernur saat menutup pelatihan keterampilan serta membuat berbagai produksi home industri, khusus bagi eks karyawan korban PHK selama pandemi berlangsung, di Balai Latihan Kerja Pengembangan Produktivitas dan Keterampilan Transmigrasi (BLKPPKT) Provinsi Sumsel, Rabu (13/10/2021).
Gubernur yang juga didampingi Ketua Koordinator Wilayah Indernasional Council For Small Busniess (ICSB) Sumatera Selatan, Hj. Samantha Tivani, berkesempatan menyerahkan bantuan untuk para pelaku usaha yang ikut pelatihan tersebut berupa gerobak dan peralatan tata kecantikan.
Turut hadir juga dalam acara tersebut, Ketua Komisi V DPRD Prov Sumsel Susanto Ajis, Anggota DPRD Prov Sumsel Muhammad Yasser dan Kepala UPTD BLKPPKT Provinsi Sumsel Kadirman, SE.
Herman Deru mengemukakan ada sejumlah faktor yang menunjang suksesnya seseorang dalam menjalankan usaha. Diantaranya harus menguasai bahasa komunikasi secara baik.
Selanjutnya, kata orang nomor satu di Sumsel ini, adalah bersikap jujur baik pada diri sendiri maupun pada orang lain. Kemudian konsisten dan konsekuen serta harus menguasai manajemen pemasaran produk.
“Saya minta juga untuk para instruktur pelatihan selain mentransfer ilmu keterampilan dalam menjalankan usaha, juga memberikan pembelajaran manajemen pemasaran produk,” pinta Gubernur Herman Deru.
Disamping itu dia juga mengingatkan, bagi para pemula yang hendak membuka usaha agar dapat membaca situasi pasar atau momen. Sebab jika tidak tepat sasaran maka produk yang dihasilan akan tidak laku dipasaran. Artinya sebelum menjalankan usaha harus dibuat pemetaan pangsa pasar produk secara jelas.
“Saat kita memulai usaha harus konsisten mulai dari semangat, dan produk yang dijual dan semua itu harus mengenai sasaran, karena itulah saya minta terapkan ilmu manajemen pemasaran,” ujar Herman Deru.
Lebih jauh Herman Deru mengharapkan pelatihan seperti ini harus dilakukan secara berkelanjutan untuk melahirkan usahawan baru yang memiliki skill atau memiliki kompetensi sebagai bagian dari upaya mengurangi angka pengangguran.
“Pelatihan seperti ini harus terus dilaksanakan. Ini juga merupakan bagian dari upaya kita mengurangi pengangguran,” katanya.
Dia juga mengingatkan para calon usahawan untuk terus meng-update ilmunya sesuai dengan kondisi pasar, dimana saat ini yang transaksi tidak saja dilakukan secara konvensional namun sudah bergesar menggunakan transaksi secara elektronik.
“Jangan alergi dengan teknologi. Lakukan pemasaran melalui internet sebab pemasaran melalui internet jauh lebih efektif dan jangkauannya tidak terbatas. Ini akan menjadikan usaha akan lebih cepat berkembang,” tandasnya.
Sementara itu Kepala Disnakertrans Provinsi Sumsel, Drs. H. Koimudin dalam laporannya menyebutkan pelatihan kali ini diperuntukan bagi karyawan dan karyawati di-PHK lantaran dampak pandemi Covid-19.
“Pelatihan yang kita gelar ini tertuju untuk bagi mereka yang terkena PHK karena dampak pandemi 2020 yang lalu,” kata Koimudin.
Dalam kesempatan tersebut Drs. H. Koimudin mengungkapkan rasa terimakasihnya pada Gubernur Sumsel yang telah berkenan hadir menutup pelatihan kewirausahaan serta berbagi kiat sukses menjadi pengusaha ditujukan pada para peserta pelatihan. (dm)
Penulis : Dahri Maulana
