Pesona Jelita Sejuba-Natuna , Tempat Wisata di Ujung Utara Indonesia

KR Natuna- Salah satu spot unggulan wisata Pantai di Natuna adalah Jelita Sejuba, Nama Jelita Sejuba sendiri diambil dari nama tempat ini sendiri, yakni Sejuba. loasi hamparan batuan granit di kelurahan Sepempang kecamatan Bunguran Timur Kabupaten Natuna. Letaknya berada dipinggir pantai yang dihiasi oleh hamparan batuan granit yang menawan serta air laut yang bersih. Jelita Sejuba sangat dekat posisinya di tepi jalan besar.Selain menawarkan spot-spot menarik, Jelita Sejuba Resort sudah dilengkapi dengan sarana umum yang komplit. Seperti kamar mandi/ toilet, tempat parkir yang luas, area bermain anak, dan lain-lain.
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Natuna, Hardinansyah menjelaskan jika Jelita Sejuba ini dikembangkan oleh pihak swasta sejak pada 2018 lalu.
Setiap pengunjung yang masuk dikenakan tarif Rp 10 ribu untuk dewasa dan Rp 5 ribu untuk anak-anak.
“Jelita Sejuba dikelola oleh swasta. Tempat ini makin hits setelah jadi lokasi syuting film,” ujar Hardinansyah.
Film Layar lebar ” jelita sejuba , mencintai kesatria negara” ini telah tayang di sejumlah biskop di Indonesia.
Film bercerita tentang penantian istri tentara yang menunggu kepulangan sang suami. Tokoh istri diperankan oleh Putri Marino, sang suami diperankan oleh Wafda Saifan Lubis.
Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Boeralimar menyatakan, Jelita Sejuba adalah salah satu spot wisata Natuna, Bukan saja Jelita Sejuba Natuna juga memiliki potensi wisata bahari yang cukup indah dan potensial untuk diangkat ke dunia internasional. Potensi itu menyebar hampir di seluruh wilayah yang kini masuk kawasan Geopark Nasional tersebut.
“Tak bisa dipungkiri, upaya untuk mempromosikan potensi pariwisata bahari di Natuna terus di gesa. Dinas Pariwisata Propinsi Kepri terus merancang kegiatan event wisata agar dapat lebih mengangkat keindahan laut yang ada, sehingga berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan, Ke kepri khususnya ke Natuna, ” ungkapnya.
Tak hanya Jelita Sejuba Resort, beberapa pantai di Natuna terkenal sangat indah dan menjadi tujuan wisata. Antara lain Alif Stone Park, Pantai Batu Kasah, Pantai Tanjung, Pulau Senua, dan Tanjung Datuk.
Pujian keindahan Natuna jugadisampaikan Asdep Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati beberapa waktu lalu, Kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif mendorong kegiatan event-event lain yang memungkinkan untuk mengeksplor keindahan alam Natuna. Menurutnya, sayang sekali jika potensi wisata yang demikian bagus tidak didukung dengan atraksi-atraksi lain.
” Natuna sudah punya genda tahunan Sail to Natuna, event ini sudah menjadi kegiatan bergengsi skala internasional sejak beberapa tahun terakhir. Meskipun pada kondisi Pandemi kegaitan ini terhenti sementara, tetapi Kita berharap event ini menjadi pemicu kunjungan wisatawan mancanegara. Sekaligus mendorong munculnya event lain untuk mengangkat keindahan Natuna, sambil berharap pandemi Covid-19 berakhir dan wiisata bahari kembali booming ” ucapnya.
Sementara mantan Menteri Pariwisata Arief Yahya juga memuji keindahan Natuna, Natuna atau Kepulauan Riau secara umum, menjadi salah satu daerah penggiat crossborder tourism yang cukup diandalkan. Daerah ini mulai menjadi primadona karena banyak atraksi yang ditawarkan. Bukan hanya jenis sport tourism, tapi ada juga wisata belanja, kuliner, budaya, bahkan sejarah,
Wakil Bupati Natuna Rodial Huda juga menyadari potensi WisataNatuna ini maka untuk itu kedepan sejumlah program sudah disiapkan,
Bupati Natuna Wan Siswandi secara khsusus juga telah memberikan mandat kepada Wakil Bupati Natuan Rodial Huda untuk membenahi Natuna dari segi kebersihan lingkungan. Agar sektor pariwisata daerah di ujung utara NKRI itu dapat bergairah dan membuat wisatawan betah.
Senada dengan itu, Wakil Bupati Natuna, Rodhial Huda, mengaku akan berkeliling ke Desa-desa, untuk menggerakkan kembali budaya gotong-royong membersihkan lingkungan.
“Saya pernah bawa kapal pesiar ke Natuna, tapi hanya sekali itu saja, lalu mereka tidak mau datang lagi kesini. Kenapa ?, karena mereka bilang saya bohong, katanya kalau menyelam disini banyak ikan kerapu besar-besar, penyu, karangnya bagus-bagus, ternyata yang mereka temukan sampah pampers, plastik dan sampah-sampah lainnya di laut. Banyak hutan terbakar, banyak agas dan macam-macam, itu lah alasan mereka tidak mau lagi datang ke Natuna,” jelas Rodhial Huda.
Dengan alasan itulah Rodhial Huda bertekad untuk menciptakan Natuna yang bersih dan nyaman. Tujuannya, agar para turis yang datang ke Natuna bisa merasa nyaman dan betah, serta dapat kembali lagi.
“Kalau hanya buat festival layang-layang, gasing, dimana-mana sudah banyak yang buat. Intinya kita akan fokus bagaimana ekonomi masyarakat bisa tergerak dari sektor pariwisata,” kata Rodhial Huda.
Tokoh maritim Indonesia asal Natuna itu juga berencana untuk mengundang sejumlah Duta Besar (Dubes) dan investor dari berbagai negara, agar mereka berminat untuk berinvestasi di Bumi Laut Sakti Rantau Bertuah.
(red)
